Jumat, 01 Januari 2016

UPAYA PEMBARUAN PENDIDIKAN NASIONAL



A.    Program dan pengelolaan pendidikan
Pembaharuan program dan pengelolaan pendidikan secara eksplisit di cantumkan pada UU pokok pendidikan terbaru yaitu UU No 20 tahun 2003 tentang SPN. Program pendidikan luar sekolah (PLS) yang dapat melanjutkan pendidikan sekolah adalah program kejar paket A,B,dan C.Program ini merupakan program utama ditjen Disklusipora.
Program pendidikan luar sekolah ( dapat mengganti melanjutkan pendidikan sekolah adalah program kejar paket A,B, dan C.
Pengelolaan konsep pendidikan nasional ( Diknas ) melalui realisasikan melalui kurikulum. Kurikulum terbaru saat ini adalah 2004 dan 2006 (Kurikulum tingkat satuan pendidikan ).Kurikulum lokal adalah kurikulum yang di sesuaikan dengan keadaan serta kebutuhan lingkungan dan ciri kas suatu pendidikan yang bersangkutan.
B.     Ketenagaan Pendidikan
Pembaharuan tenaga pendidikan terlihat antara lain pada peningkatan kualisifikasinya. Tenaga kependidikan yang berstatus guru atau dosen harus keluaran pendidikan tinggi.Untuk menjadi guru di SD minimal harus memiliki kualifukasi D II PGSD yaitu SPG/SGO lama yang telah diintegrasikan ke universitas yang merupakan proses diploma non gelar ( SO ).Dengan pembaharuan seperti ini maka untuk mengajar di SLTP minimal D III, di SLTA tentu S1 (program gelar )dan untuk menjadi dosen minimalnya dikualifikasikan S2 ( Master ).Tenaga kependidikan yang non guru seperti petugas pustakawan harus mendapat pembaharuan pula misalnya keprofesionalan tenaga tersebut.
C.    Dana
Kebutuhan dalam penyelenggaraan pendidikan kelihatan semakin meningkat, karena biaya pendidikan semakin mahal.Keadaan seperti ini logis saja , karena pembaharuan yang di lakukan membutuhkan dana baru atau tambahan terhadap alokasi dana sebelumnya.
D.    Pendidikan non-formal
Pendidikan non formal merupakan pendidikan yang didirikan dan di kelola oleh masyarakat sebagai lembaga pendidikan. .Semula berstatus swasta kemudian ada yang dikelola oleh pemerintah dan masyarakat.contohnya seperti Pendidikan non formal yang di kelola oleh masyarakat seperti kursus mengetik,kursus computer dan internet.
E.     Inovasi dalam kurikulum
1.      Kurikulum 1968
Kurikulum ini adalah kurikulum masa orde lama masih dalam mencari bentuk yang kas nasional.Semenjak merdeka sampai di tetapkanya UU No 4 th 1950 tentang pendidikan di sekolah,pendidikan kita masih berada pada tahap penyempurnaan kurikulum masa penjajahan belanda dan jepang. Materi pelajaran yang utama adalah tujuh bahan pokok (indoktrinasi).
2.      Kurikulum 1975
Kurikulum 1975 disetujui oleh mentri pendidikan dan kebudayaan secara nasional dilaksanakan bertahap mulai tahun pengajaran 1976 dengan catatan, bahwa bagi sekolah-sekolah yang menurut penilaian kepala perwakilan telah mampu diperkenankan melaksanakan mulai tahun 1975 . Ciri-ciri kusus kurikulum 1975 adalah
a)      menganut pedekatan yang berorientasi pada tujuan,
b)      menganut pendekatan yang integrative,
c)      pendidikan moral pancasila kurikulum tidak hanya di bebankan kepada bidang pelajaran pendidikan moral pancasila melainkan juga di bidang ilmu pengetahuan social
d)     mengharuskan guru untuk menggunakan teknik penyusunan program PPSI
e)      sistim evaluasi dilakukan penilaian kepada murit murit pada setiap akhir satuan pembelajaran terkecil dan memperhitungkan nilai-nilai yang dicapai murit-murit pada setiap akhir satuan pembelaharan.
            Dalam penyusunan kurikulum 1975 ini menggunakan beberapa prinsip  yaitu
a.       Prinsip Fleksibilitas program
Penyelenggaraan pendidikan keterampilan pada setiap program harus mengingat factor- factor ekosistem dan kemampuan pemerintah untuk menyediakan dana bagi kelangsungan bidang studi.


b.      Prinsip efisiensi dan efektifitas
Prinsip efisiensi adalah efisiensi dalam penggunaan waktu,pendaya gunaan dana, dan tenaga secara optimal.Waktu murid-murid belajar di sekolah hanya 6 jam sehari, maka dari itu hendaklah dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
c.       Prinsip berorientasi pada tujuan
Hirarki tujuan menurut kurukulum 1975 adalah
·         Tujuan umum ialah tujuan pendidikan nasional
·         Tujuan institusuional adalah untuk setiap lembaga tingkatan pendidikan seperti tujian SD,SLTP,SLTA
·         Tujuan kurikuler ialah tujuan untuk setiap bidang studi seperti tujuan mata pelajaran b.indonesia,PMP,PSPB,IPA.
·         Tujuan instruksional ialah tujuan setiap pokok bahasan,sebagai contoh pada bidang studi keterampilan ,murit dapat mrnjelaskan cara mengelola tanah.
d.      Prinsip kontinuitas
GBHN menyatakan pendidikan adalah proses yang berlangsung seumur hidup.Kurikulum pendidikan dasar disusun agar lulusanya disamping siap untuk berkembang menjadi anggota masyarakat juga siap berkembang mengikuti pendidikan tingkat pertama.
Kurikulum pendidikan dasar disusun agar lulusannya, disamping siap untuk berkembang menjadi anggota masyarakat, juga siap mengikuti pendidikan tingkat pertama.
Pelaksanaan prinsip ini mengharuskan guru untuk memahami hubungan secara herarki antara satuan  pelajaran.
e.       prinsip pendidikan seumur hidup
Pendidikan yang diterima anak di sekolah memberikan dasar/ bekal untuk belajar sehumur hidup , sehingga memungkinkan seseorang meningkatkan
pengetahuan,keterampilan,serta pengembangan potensi-potensi nya sesuai dengan kebutuhan kehidupan.



3.      Kurikulum 1984
Salah satu upaya perbaikan dalam penyelenggaraan pendidikan disekolah dilakukan melalui perbaikan kurikulum pendidikan dasar dan menengah dalam lingkungan Departemen P dan K
Karakteristik kurikulum 1984
a.       Landasan pengembangan
b.      Nilai dasar sebagai landasan pengembangan kurikulum ini adalah pancasila dan UUD 1945.
c.       Fakta empiris dapat dicari dari sumber ketentuan yang berlaku ( GBHN ),hasil penelitian dan pengembangan serta hasil penilaian kurikulum.
d.      Segi teoritis berarti pengembangan kurikulum perlu mempertimbangkan adanya perkembangan ,teori teori ilmu pengetahuan dan teknologi.
1)      Prinsip pengembangan
·         Prinsip elevansi mengacu pada upaya penyesuaian kurikulum dengan kebutuhan anak dan lingkungan.
·         Pendekatan pengembangan mengharuskan adanya penilaian kurikulum perlu dilakukan secara terus-menerus.
·         Perkembangan masyarakat,ilmu pengetahuan dan teknologi berjalan dan berubah
·         Pengembangan kurikulum mendasarkan diri pada suatu prinsip keluesan,mengingat situasi ,kondisi dan kebutuhan yang berbeda-beda.
·         Guna tercapainya tujuan secara tepat digunakan prinsip efektifitas.
2)      Kegiatan kurikulum
·         Kegiatan intrakurikuler
·         Kegiatansekolah korikuler
·         Kegiatan ekstrakurikuler
3)      Pendekatan dalam proses belajar mengajar.
Proses belajar mengajar adalah pendekatan keterampilan yang diwujudkan dalam bentuk belajar sisw aktif ( CBSA ).Pada dasarnya  pendekatan ini memberikan dasar penekanan yang sama beratnya bagi proses belajar dengan hasil belajar.
Kegiatan proses terdiri dari pengamatan, menghitung, mengukur, mengklasifikasikan, hubungan ruang dan waktu, dll.
4)      Sistim penilaian
Sistim penilaian dalam kurikulum 1984 bukan hanya menitikberatkan pada penilaian hasil belajar tetapi di terapkan juga penilaian pada pross belajar.
5)      Sistim kredit
Sistim kredit berfungsi sebagai
·         Pengukur beban siswa yaitu
·         Pencerminan dari perolehan tentang pengetahuan atau keterampilan tertentu
·         Pengakuan atas penyelesaian suatu program studi pada tingkat semester,tingkat kelas, atau tingkat sekolah.
4.      Kurikulum 1994
Kurikulum dalam UU No 2 th 1989 yaitu seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar.
Ciri yang membedakan kurikulum 1994 dengan kurikulum sebelumnya ada pada pelaksanaan tentang pendidikan dasar Sembilan tahun,memberlakukan kurikulum muatan local serta menyempurnkan tiga kemampuan dasar yaitu membaca,menulis,menghitung ( 3M ) yang fungsional.
5.      Kurikulum suplemen
Suplement GBPP kurikulum 1994 merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari GBPP kurikulum 1994 merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari GBPP kurikulum 1994,supplement tersebut mencakup semua  mata pelajaran untuk satuan pendidikanSD,SLTP,SMU yang mulai di implementasikan pada awal tahun pelajaran 1999/2000.
Tujuan kurikulum supplement adalah
·         meningkatkan efektifitas dan kualitas pembelajaran
·         meningkatkan hasil belajar siswa.

6.      Kurikulum Berbasis Kompetensi
Yang menjadi sasaran utama dari kurikulum berdasarkan kompetensi adalah dimana pembelajaran bukan hanya sekedar tahu, tapi juga untuk mampu berbuat, mampu membangun jati diri, dan mampu hidup bermasyarakat.
Kurikulum yang menekankan pada pencapaian kemampuan yang dikuasai oleh siswa,dimana materi atau pengetahuan di perlukan sebagai alat dalam pencapaian kemampuan, artinya kurikulum merupakan serangkaian pemberian pengalaman belajar, secara autentik kepada setiap siswa di sepanjang hayatnya baik yang di berikan melalui berbagai kegiatan di sekolah maupun di luar sekolah. Kompetensi yaitu kemampuan yang perlu di kuasai peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran yang dapat di lihat dari koqnitif ( pengetahuan ),psikomotor ( keterampilan ),dan efektif ( sikap ).
F.     Sistim persekolahan
a.      SD pamong
Proyek ini merupakan pendidikan bersama antara pemerintah Indonesia dan innotechPamong singkatan dari pendidikan anak oleh masyarakat ,orang tua,dan guru proyek ini di ujicobakan di  tingkat sekolah . Tujuan proyek pamong adalah untuk menentunkan alternative sistim penyampaian pendidikan dasar yang bersifat efektif,ekonomis,dan merata yang sesuai dengan kondisi kebanyakan daerah Indonesia. Maka dari itulah sistim pamong ini anak-anak dapat belajar sendidri dengan bimbingan tutor atau anggota masyarakat serta bimbingan orang tua.
b.      SD kecil
SD kecil ini memiliki cirri-ciri :
·         kelas yang ada lebih sedikit dari SD biasa
·         jumlah murid lebih kecil 20-30 orang
·         jumlah guru sedikit
·         Pendekatan belajar meliputi belajar sendiri yaitu mempelajari modul,berkelompok dan klasial
·         Murid yang pandai di jadikan tutor untuk mengajar murid-murid.
·          

c.       SMP Terbuka
SMP terbuka adalah sekolah menengah umum tingkatpertama yang kegiatan belajarnya sebagian besar di selenggarakan di luar gedung sekolah dengan cara penyampaian pelajaran melalui berbagai media,dan interaksi yang terbatas antara guru dan murid.
Latar belakang berdirinya SMP terbuka adalah:
·         Kekurangan fasilitas
·         Tenaga pendidikan yang tidak cukup
·         Dalam rangka pemerataan pendidikan
d.      Proyek Perintis Sekolah Pembangunan
Pada mulanya proyek ini dimasudkan untuk mencoba bentuk sistim persekolahan yang komprehensif dengan nama sekolah Pembangunan.Selain itu secara umum kerangka sistim pendidikan ini di gariskan dalam surat keputusan mentri pendidikan dan kebudayaan No 0172 tahun 1974.
e.       Universitas Terbuka
Universitas terbuka merupakan lembaga pendidikan tinggi yang menerapkan sistim belajar jarak jauh .Tujuan utamanya adalah meningkatkan partisipasi perguruan tinggi dari 5 % menjadi 8,2%.Gagasan pemerintah untuk menyelenggarakan UT didasarkan kepada keinginan untuk memperluasv kesempatan memperoleh pendidikan tinggi bagi seluruh masyarakat dan meningkatkan kemampuan tenaga kependidikan pada lembaga pendidikan dan perguruan tinggi serta tenaga-tenaga dalam bidang lain.Oleh karena itu UT menggunakan cara yang lebih terbuka yaitu mengutamakan penerapan sisti belajar jarak jauh.
f.       Sekolah Unggul
Sekolah unggul yaitu  sekolah yang di kembangkan untuk mencapai keunggulan dalam keluaran pendidikanya.Sekolah unggul menjadi topik yang hangat ,karena menjadi kebijakan yang di masudkan untuk mencari jalan pintas dalam mempersiapkan penyediaan tenaga kerja yang handal yang mempunyai kemampuan bersaing yang tinggi baik di tingkat nasional maupun internasional.
Karakteristik Sekolah Unggul :

·         Layanan khusus diberikan lebih intensif
·         Anak- anak merupakan asset bangsa yang mampu merespon tantangan persaingan global
g.      Pendidikan Pesantren
1.      Arti pesantren
Pesantren adalah lembaga pendidikan tradisional islam untuk mempelajari,memahami,menghayati dan mengamalkan ajaran islam dengan menekankan pentingnya moral keagamaan sebagai pedoman perilaku sehari-hari.
2.      Tujuan
Tujuan pesantren ini adalah untuk menciptakan dan mengembangkan kepribadian muslim yaitu kepribadian yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan,berakhlak mulia, bermanfaat bagi masyarakat dengan jalan menjadi kawula atau abdi masyarakat yaitu menjadi pelayanan masyarakat sebagaimana kepribadian nabi muhamad,mampu berdiri sendiri,bebas dan teguh dalam kepribadian ,menyebarkan agama atau menrgakkan islam dan menciptakan ilmu dalam rangka mengembangkan kepribadian Indonesia.
3.      Unsur-unsur pesantren
·         Pelaku
·         Sarana perangkat keras
·         Sarana perangkat lunak
4.      Fungsi
Berfungsi sebagai lembaga pendidikan, lembaga social, dan lembaga penyiaran agama.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar