Senin, 22 Mei 2017

ekspor langsung dan ekspor tidak langsung


PENDAHULUAN
1.      LATAR BELAKANG
Berbicara mengenai mobilitas dana (modal) maka tentunya kita akan berbicara mengenai arus modal. arus modal terbagi menjadi dua yaitu arus modal masuk dan arus modal keluar. jika dilihat dari sumber-sumbernya maka arus modal masuk terdiri dari ekspor, investasi langsung,(pma) yang  masuk ke indonesia, investasi portofolio di indonesia dan yang terakhir yaitu utang luar negeri. sedangkan arus modal keluar tediri dari  impor, pma ke luar negeri, investasi portofolio ke luar negeri, dan pembayaran bunga dan pokok utang luar negeri.
Terkait dengan arus modal dalam negeri, sebagai negara berkembang yang sedang membangun, tentunya membutuhkan dana yang cukup besar untuk membiayai pembangunannya.usaha memobilisasi dana dari dalam negeri, dana investasi dari luar negeri  diluar pinjaman pemerintah juga terus diupayakan. sudah merupakan karakrteristik umum negara berkembang terutama tingkat pembangunan ekonominya masih pada tahap awal(early state of development), bahwa mereka selalu mengalami defisit neraca transaksi berjalan.selain itu arus modal masuk, misalnya dalam bentuk penanaman modal asing (pma), relative kecil bahkan banyak negara yang neto neraca modalnya selalu negatif. terutama negara-negara dimana iklim berusaha di dalam negeri tidak kondusif  bagi investo-investo asing karena berbagai hal, seperti kondisi politik yang tidak stabil. akibatnya banyak negara yang mengalami defisit neraca pembayaran atau kekurangan devisa yang sangat dibtuhkan untuk membiayai pembangunan ekonomi di dalam negeri terjerumus ke dalam krisis utang luar negeri.
peningkatan arus modal masuk(capital inflow),baik dalam bentuk investasi asing jangka panjang maupun utang luar negeri, sangat penting bagi indonesia. modal asing diperlulkan selain untuk meningkatkan investasi (capital formation) di dalam negeri, selama tidak menimbulkan dampak negatif, juga untuk membiayai defisit transaksi berjalan(impor) atau menutupi kekurangan cadangan devisa.
berdasarkan laporan bank indonesia pada tahun 2007 peningkatan nilai investasi asing (fdi) di indonesia sebesar us $ 6.928 juta atau meningkat sebesar 29,07% dari tahun sebelumnya. selain penanaman modal asing (pma) komponen paling penting lainnya dari arus modal masuk yaitu pinjaman / utang luar negeri.sesuai data bank indonesia, pada tahun 2007  utang luar negeri indonesia sebesar us $ 136.640 juta atau mengalami peningkatan sebesar 5,78% dati tahun sebelumnya.
untuk nilai ekspor, misalnya sepanjang tahun  2005 tumbuh sebesar 16,43%  dengan total nilai mencapai  us $85.660 juta. pertumbuhan ekspor  disumbang baik oleh ekspor migas  maupun ekspor non migas. harga migas yang tinggi juga mendorong harga berbagai komoditas nonmigas meningkat sehingga pada gilirannya mendorong pertumbuhan ekspor non migas.
disisi investasi portofolio,arus masuk investasi portofolio di indonesia,menunjukkan peningkatan menjadi us $ 9.981 atau meningkat sebesar 38,81% pada tahun 2007. peningkatan tersebut  terutama bersumber  dari arus masuk dalam bentuk pembelian saham oleh asing yang mencatat pembelian bersih sekitar us $ 1,2 miliar hingga turut mendorong indeks harga saham gabungan di atas 1.000. salah satu pendorong minat asing tersebut adalah program privatisasi yang dilakukan melalui penawaran umum di lantai bursa.
2.      RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka yang menjadi rumusan masalah adalah :
1)      Apa saja strategi pasar ekspor langsung ?
2)       Bagaimana perdagangan internasional dan kinerja pasar domestik ?
3.      TUJUAN
Adapun yang menjadi tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui tentang  strategi pasar ekspor langsung,perdagangan internasional dan kinerja pasar domestik  
4.      MANFAAT
Adapun manfaat dari makalah ini adalah sebagai berikut:
1)      Sebagai bahan referensi/ bacaan khusunya mahasiswa untuk menambah  pengetahuan terutama tentang aliran dana masuk asing ke indonesia
2)      sebagai bahan masukan dan pertimbangan bagi pemerintah dalam menentukan kebijaksanaan pembangunan ekonomi khusunya mengenai aliran dana masuk asing di indonesia.



BAB II

PEMBAHASAN

A.    STRATEGI PASAR EKSPOR LANGSUNG
Ada tiga strategi pasar yang tersedia bagi setiap perusahaan yang menjual output nya di wilayah pasar lebih dari satu negara.

1.      perusahan dapat memproduksi output nya di dalam negri guna memenuhi permintaan pasar domestik dan melakukan ekspor guna memenuhi permintaan pasar luar negri.

2.      perusahan dapat memproduksi output nya di dalam negri guna memenuhi permintaan pasar domestik dan membukak pabrik nya di luar negri untuk memenuhi permintaan pasar luar negri.

3.      perusahan domestik dapat membuat kontrak dengan perusahan asing melalui lisensi, dan menghasilkan produk secara independen di pasar luar negri.

pada strategi pertama perusahan memproduksi output nya di dalam negri, dan selanjut nya menjual outputnya yang di hasilkan di pasaran dalam negri dan di pasaran luar negri.untuk melakukan ekspor produk di luar negri perusahan domestik menghadapi rintangan geografis dan tempok produksi yang di pasang oleh negara negara importir sehingga perusahan asing perlu mengeluarkan biaya tambahan, seperti biaya pengapalan barang untuk sampai ketempat tujuan konsumen dan tarif impor yang di beban kan kepada produk produk yang berasal dari luar negri. dengan demikian, biaya produksi sampai ke tempat konsumen menjadi semakin meningkat.
negara negara importir pada dasar nya memiliki kepentingan –kepentingan tertentu atas setiap produk yang masuk ke wilayah mereka.melalui tarif yang di beban kan negara- nrgaraimportir, selain dapat memperbesar penerimaan nya juga karena adanya alasan nasionalisme,dan melindungi kelangsungan hidup industri dalam negri mereka. untuk itu, tarif impor sering di kenakan tinggi, selanjutnya harga jual produk impor menjadi turut tinggi, yang ada pada giliran nya mengurangi daya saing produk impor di pasaran tujuan ekspor.
untuk mengatasi situasi ini tersebut perusahaan – perusahaan asing yang berskala besar menempuh cara lain, yaitu melakukan investasi langsung di negara- negara tujuan pasar, atau di singat dengan fdi.pada strategi ini perusahan asing di samping memproduksi di negara nya sendiri untuk memenuhi permintaan pasar domestik. juga perusahan tersebut dapat menghindari terjadinya tambahan pengeluaran untuk biaya pengapalan barang hinga kekonsumen akhir dan biaya tarif.
keadan ini tentunya akan berbeda – beda bila biaya yang di keluarkan oleh perusahan relatif besar guna memperoleh informasi mengenai pengetahuan tentang keadan investasi dan pengetahuan pasar di negara tujuan ekspor. bial strategi ekspor langsung di nilai lebih menguntung kan. tentunya strategi ekspor langsung tidak akan di jalan kan oleh perusahan yang bersangkutan. namun demikian, pada kenyataan nya masa investasi dan produksi biasanya memerlukan waktu yang relatif panjang sehinggainvestasi langsung lebih menguntungan apalagi bila keadan permintaan pasar luar negri cukup potensial, maka strategi investasi langsung tampak lebih menarik bila di bandingkan dengan srategi ekspor langsung.
oleh karena itu, strategi investasi langsung sering di jalan kan oleh perusahaan –perusahaan multi-national guna menguasai pasaran dunia mengingat dalam banyak hal strategi ini di nilai lebih menguntungkan di bandingkan dengan strategi ekspor langsung.jadi,bukan lah hal yang mengejutkan lagi bila di amati di sekitar kita banyak berkembangan nya perusahan asing di dalam negri, sementara itu induk nya ada di negara asal.
1.      investasi langsung
adalah investasi berupa mendirikan perushaan- perusahaan terutama perindustrian. sejumlah arus modal internasional dalam bentuk investasi portofolio yang dapat diartikan bahwa negara kreditor memberikan pinjaman atau membeli beberapa saham obligasi dari beberapa negara peminjam lain. namun ada bentuk lain dari investasi internasional yang lebiih memadai, yaitu dengan proporsi total arus modal yang masuk secara tak langsung yang merupakan investasi langsung oleh perusahaan internasional pada anak-anak cabang perusahaannya Investasi Langsung (Direct Investment)
Direct investment (investasi lansung) merupakan salah satu sifat dari arus modal internasional yang berupa investasi riil. Seperti pendirian perusahaan, pembangunan pabrik, pembelian barang modal (tanah, peralatan, perlengkapan, dll).
Dalam  direct investment, investor terlibat langsung dalam manajemen perusahaan dan mengontrol penanaman modalnya. Direct investment banyak dilakukan oleh perusahaan multinational company (MNC) sehingga investasi ini sering disebut foreign-direct investment (arus investasi luar negeri secara langsung). Investasi tersebut biasa dimulai dengan pendirian subsidiary atau pembelian saham mayoritas suatu perusahaan
 alasan lain dari investasi langsung adalah arus modal nyata yang bersifat sementara oleh seseorang atau kelompok tertentu untuk mendapatkan tingkat hasil yang lebih tinggi pada suatu negara dalam bentuk pembelian saham dengan tingkat resiko seminim mungkin. untuk mengembangkan pasar internasional bagi para eksportir dapat dilakukan dengan antara lain dapat dilakukan melalui tiga strategi berikut :
1)      lisensi perusahaan luar negeri untuk kegiatan produksi.
2)      penjualan langsung untuk produk-produknya.
3)      investasi langsung untuk pengembangan anak cabang perusahaannya
 dampak-dampak yang ditimbulkan oleh penanaman modal asing
a.      Dampak Positif
analisis noklasik tradisional memusatkan perhatiannya pada berbagai determinan(faktor-faktor penentu) pertumbuhan ekonomi, menurut analisis ini penanaman modal asing merupakan sesuatu yang positif karena :
a)      hal tersebut mengisi kekurangan tabungan yang dapat dihitung dari dalam negeri, menambah cadangan devisa, memperbesar penerimaan pemerintah dan mengembangkan keahlian manajerial bagi perekonomian negara penerimanya. contoh yang sederhana yaitu adanya kesenjangan tabungan-investasi(saving-invesment gap) yang dikatakan bisa teratasi dengan adanya penanaman modal asing tersebut.
b)      sumbangan positif  penanaman modal asing swasta asing terhadap pembangunan nasional di negara adalah peranannya dalam mengisi kekosongan atau kekurangna sumberdaya antara tingkat investasi yang ditargetkan dengan jumlah actual tabunga domestik yang dapat dimobilisasikan.
c)      selain itu, investasi asing langsung juga dapat mengisi  kesenjangan antara target jumlah devisa yang dibutuhkan dan hasil-hasil actual devisa dari ekspor ditambah denganpinjaman luar negeri neto. itulah yang dinamakan kesenjangan devisa dan kesenjangan perdagangan luar negeri(trade gap). dan kesenjangan antara target penerimaan pajak pemerintah dan jumlah pajak actual yang dapat dikumpulkan, serta kesenjangan manajemen, semangat kewiraswastaan, teknologi produksi, dan keterampilan kerja.
b.      Dampak negatif
secara umum negara-negara dunia ketiga telah mengemukakan keberatan-keberatan yang senada terhadap sepak terjang perusahaan-perusahaan multinasional tersebut sebagai berikut:
a)      dampak- dampak positif yang diberikan perusahaan multinasional bagi proses pemabangunan di negara tuan rumah dalam kenyataannya sangat tidak merata, dan bahkan dalam banyak hal kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan multinasional tersebut justru memperkuat struktur ekonomi yang dualistis serta kepentingan sejumlah kecil pekerja yang sejak awalnya sudah punya penghasilan yang relative tinggi  di sector-sektor modern dan dalam waktu  bersamaan mengabaikan nasib para pekerja di sector-sektor lainnya akibat terus melebarkan perbedaan tingkat upah yang mereka ciptakan.
b)      perusahaan-perusahaan multinasional itu pada umumnya menghasilkan barang-barang yang sebenarnya tidak sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan penduduk setempat, atau hanya dikonsumsi oleh sekelompok  kecil penduduk yang  kaya sehingga mendorong pola konsumsi mewah dan berlabihan, terutama melalui iklan yang serba gencar dan penerapan kekuatan monopolistis di pasar.
Dibandingkan dengan investasi langsung, strategi berproduksi dengan cara lisemsi memiliki beberapa keuntungan, yaitu:
a)      perusahan tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan informasi mengenai investasi di pasar
b)      perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya penelitian dan pengembangan
c)      produk perusahaan pada umum sudah di kenal oleh masyarakat,sehingga tidak perlu promosi.
Karena produk perusahaan sudah di kenal luas oleh masyarakat maka perusahaan industri menjadi lebih mudah di dalam usaha nya merebut simpati konsumen
2.       Investasi Tidak Langsung (Indirect Invesment)
Yang termasuk dalam penanaman modal tidak langsung ini mencakup kegiatan transaksi di pasar modal dan di pasar uang. Penanaman modal tersebut disebut penanaman modal jangka pendek karena pada umumnya mereka melakukan jual beli saham dan/ mata uang dalam jangka waktu yang relatif singkat tergantung fluktuasi nilai saham dan mata uang yang hendak mereka perjual-belikan. Karenanya pasar modal dipandang sebagai salah satu sarana yang efektif untuk mempercepat pembangunan suatu negara.
Hal ini dimungkinkan karena pasar modal merupakan wahana untuk dapat menggalang pengerahan dana dari masyarakan untuk disalurkan ke sektor-sektor produktif. Apabila pengerahan dana masyarakat melalui lembaga-lembaga keuangan maupun pasar modal sudah dapat berjalan dengan baik, maka dana pembangunan yang bersumber dari pinjaman luar negeri akan berkurang.
B.     PERDAGANGAN INTERNASIONAL DAN KINERJ  PASAR DOMESTIK
Analisis struktur- prilaku –kinerja pasar menyatakan kemampuaan perusahaaan – perusahaan domestik menetapkan kekuatan pasar akan berkurang bila saja di dalam pasar terjadi persaingan dengan pemasok – pemasok asing.
 Hal ini sejalan prediksi teori penentuan harga batas, hadir nya produsen kecil di dalam pasar yang mampu melakukan ekspansi output secara cepat bila keadan menguntungkan akan membatasi kemampuan perusahaan – perusahaan dominan mempertahan kan harga di atas marginal. Pemasok – pemasok asing yang dapat menggeser output mereka dari satu pasar ke pasar lainnya memiliki kemampuaan yang serupa seperti hal nya produsen kecil tadi sehingga perusahaan – perusahaan domestik tidak dapat secara lelusa di dalam mengatur harga pada pasaran domestik
Di samping itu, perusahaan asing seperti hal nya perilaku oligopoli kolusif mereka akan menjadi sukses menguasai pasar bila saja memiliki bagian pasar yang luas. Perusahaan tersebut akan menjadi pemimpin di dalam pasar, sebalik nya perusahaan domestik pada giliran nya menjadi pengikut.stephen martin memperlihatkan, price- cost margin akan menjadi makin rendah bila impor suatu negara makin tinggi di bandingkan dengan pengapalan barang yang di lakukan oleh perusahaan – perusahaan domestik. Di samping itu, hall hill memperlihatkan pula, perusahaan – perusahaan asing yang berkembang di indonesia pada umum nya lebih efisien di banding kan dengan perusahaan domestik.
JAKARTA, kabarbisnis.com:
 Kinerja ekspor Indonesia pada tahun 2016 ini dinilai berada pada posisi terendah.Pemerintah dinilai terlalu lamban mengantisipasi dampak dari perlambatan ekonomi dunia dan terkontraksinya perdagangan internasional.
Kinerja ekspor kita tahun ini sudah mencapai titik nadir, paling rendah ekspor kita," ujar Pengamat Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus di Jakarta, Kamis (29/12/2016).
Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag), Ahmad mengungkapkan  kinerja neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari-Oktober 2016 terkontraksi signifikan sebesar 15,81%.Pelemahan ekspor lebih besar negatif 8,04% dibanding impor minus 7,50%.
Dalam kurun waktu 5 tahun, ekspor Indonesia turun terus akibat perlambatan ekonomi global, industri mengalami kontraksi karena pemerintah lambat mendiversifikasi atau mencari pasar potensial di negara lain yang bisa diisi‎ produk dalam negeri,"ujarnya.
Selain itu, Ahmad berpendapat kinerja ekspor terus susut karena pemerintah tidak mampu mempertahankan daya saing produk dalam negeri di pasar luar negeri. Salah satunya produk tekstil.Produk tekstil Indonesia yang sebelumnya sangat diminati di Amerika Serikat (AS), kini digeser pesaing lain, seperti Bangladesh, Sri Lanka, dan Vietnam.
"Kita harus mengembalikan daya saing produk dalam negeri di pasar internasional supaya bisaa terjaga atau tidak tersalip lagi oleh kompetitor lain," terangnya.
Sementara dari sisi kinerja impor, sambung Ahmad terjadi kenaikan impor barang konsumsi. Meski secara keseluruhan, kinerja impor juga mengalami penurunan. Ahmad menilai kondisi ini mencerminkan pasar Indonesia menjadi semakin liberal dan terbuka.
Namun sayangnya, produk-produk dalam negeri malah kesulitan bersaing di pasar global, sehingga berdampak membanjirnya barang-barang impor."Ternyata, tingginya impor barang konsumsi Indonesia terjadi akibat minimnya hambatan non tarif .
Sementara itu, di sisi lain, kata Ahmad dengan daya saing perdagangan yang terus melemah, maka laju ekspor itu terus mencapai titik nadir atau titik terendah dalam beberapa tahun ini."Hal itu memang karena global melambat yang menyebabkan industri kita mengalami kontraksi. Tapi di saat yang sama, pemerintah juga lambat dalam mencari potensi pasar baru. Sekarang baru kita merasakan dampaknya," tuturnya.
Ahmad membandingkan dengan di negara lain yang justru menerapkan hambatan perdagangan non tarif yang semakin proteksionis. Sekalipun itu negara maju yang menggunakan slogan pasar bebas."Kita justru yang paling liberal dibandingkan Amerika Serikat sekalipun. Jadi sebenarnya surplus neraca perdagangan sekarang ini sudah tidak sehat karena bukan ditopang dari ekspor, melainkan dari penurunan impor. Tahun depan tidak boleh dilanjutkan tren surplus neraca dagang seperti itu," harapnya.
Pemerintah,kata Ahmad harus memperbanyak kebijakan hambatan perdagangan non-tarif, namun harus dibarengi dengan data yang kuat. "Dan kebijakan itu mestinya jangan sampai mudah dibuat partner kita di WTO," pungkasnya.kbc11



BAB III

PENUTUP


A.     KESIMPULAN
berdasarkan hasil pembahasan pada bab sebelumnya, maka dapat   ditarik suatu kesimpulan yaitu:

1.      jika dilihat dari sumber-sumbernya maka arus modal masuk terdiri dari ekspor, investasi langsung,(pma) yang  masuk ke indonesia, investasi portofolio di indonesia dan yang terakhir yaitu utang luar negeri.
   
2.      peningkatan arus modal masuk (capital inflow), dalam bentuk investasi asing jangka panjang maupun utang luar negeri, sangat penting bagi indonesia terutama pada masa krisis ekonomi.


3.      modal asing diperlukan selain untuk meningkatkan investasi(capital formation) di dalam negeri, selama tidak menimbulkan dampak negatif, juga untuk membiayai defisit transaksi berjalan (impor) atau menutupi cadangan devisa.

4.      agar ekspor mampu bersaing di pasar internasional indonesia harus mampu menigkatkan kualitas produknya supaya tidak kalah bersaing dan terus mengembangkan muatan  inovasi produknya agar bisa memenangkan persaingan dalam beberapa tahun ke depan.
B.       SARAN
 berdasarkan kesimpulan yang telah dikemukakan dalam makalah ini, maka saran penulis adalah:

1.      mobilitas dana di indonesia berupa arus modal masuk (capital inflow) harus terus ditingkatkan baik dalam bentuk investasi langsung, investasi portofolio,serta menigkatkan ekspor dan tidak sepenuhnya menutupi kekurangan devisa dengan melakukan utang luar negeri.

2.      pemerintah harus memperhatikaninvestasi langsung (pma) di indonesia karena investasi langsung (pma)  menjadi sumber tumbuhnya teknologi, proses produksi, sistem organisasi, dan keterampilan manajemen baru.


































DAFTAR PUSTAKA


lindert, peter h.1994. ekonomi internasional. jakarta: bumi aksara
sukirno, sadono.2004. makroekonomi (teori pengantar). jakarta: pt. raja grafindo persada..
http://hati-hati-dengan-arus-modal-masuk-ke-indonesia&catid=50:wacana-redenominasi&itemid=77 (diakses tanggal  17 oktober 2011)
http://www.google.co.id/teori aliran modal masuk asing (diakses tangga 18 oktober 2011)