MAKALAH
PERILAKU ORGANISASI
tentang
SISTEM INFORMASI KOMPUTER

Disusun oleh
DEPITA AMELIA
ISMI MAULIA
JASKARNI
Dosen pembimbing
Drs. M .ILYAS., MM
PROGRAM STUDY PENDIDIKAN EKONOMI
FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MAHAPUTRA MUHAMMAD YAMIN
SOLOK
2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami sampaikan pada Sumber dari segala Ilmu Pengetahuan, Sang Maha
Kuasa Allah SWT, yang telah memberikan kami nikmat kesempatan dan
kesehatan sehingga dapat menyelesaikan makalah dalam bentuk yang sangat
sederhana ini. Tak lupa shawalat serta salam kami curahkan pada Baginda Besar
yang telah menyebarkan agama Islam yang sudah terbukti kebenaranya dan semakin
terbukti kebenarannya Rasulullah Muhammad SAW.
Kami menyadari bahwa makalah Sistem Informasi Manajemen(SIM) ini
masih jauh dari tingkat kempurnaan, oleh karena itu kami mengharapkan kritik
dan saran yang dapat membangun dimasa yang akan datang. Kami juga sangat
berterimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu kami, baik dalam segi
motivasi, penulisan, dan output dari penyelesaian makalah ini.
Semoga Allah SWT memberikan balasan pahala atas amal yang telah diberikan
kepada kami dan semoga makalah ini bermanfaat bagi kami khususnya dan
masyarakat pada umumnya. Amii
BAB I
Pendahuluan
A. Latar Belakang
Abad 20 yang lalu serinng disebut
abad informasi karena kenyataan bahwa informasi sangat penting dalam kehidupan
manusia, termasuk juga dalam kehidupan bisnis.dengan informasi manusia dapat
memperoleh apa yang telah terjadi pada lingkungannya bahkan dari luar
lingkungannya. Informasi dari berbagai unsur perusahaan menjadi perhatian bagi
para manajer perusahaan dalam pelaksanaan transaksi-transaksi yang dilakukan
perusahaan.
Tanpa informasi internal maupun
informasi eksternal, sulit bagi para menajer untuk mengambil berbagai keputusan
dalam perusahaan. Informasi internal harus disiapkan sendiri oleh berbagai
unsur perusahaan, sedangkan informasi eksternal diperoleh baik dari alat-alat
komunkasi modern seperti mass-media, alat-alat komunikasi seperti telepon, handphone,
TV, atau dari internet.
Kemajuan alat komunikasi pada
melinium ketiga semakin mempermudah perolehan informasi dari berbagai sumber
untuk berbagai kepentingan terutama dalam berbagai pengambilan keputusan
didalam perusahaan, itulah sebabnya sangat dirasakan pentingnya mengelolah
informasi secara terintegrasi pada setiap organisasi perusahaan. Oleh
karena itulah focus utama dari system informasi manajemen adalah bagaimana
mengelolah informasi sebaik-baiknya agar dapat menjadi alat pembantu bagi
setiap manajer dalam pengambilan keputusan.
System informasi manajemen telah
aada jauh sebelum teknologi informasi yang berbasiskan computer hadir. Akan
tetapi dengan adanya computer sebagai salah satu bentuk revolusi dalam
teknologi informasi, computer telah dengan menakjubkan mampu memproses data
secara cepat dan akurat bahkan menyajikan informasi yang sekiranya dilakukan
secara menual tanpa bantuan computer memerlukan waktu berhari-hari bahkan
bermingggu-mingggu
Dalam kenyataannya Peran System
Informasi Manajemen akan lebih terasa bagi perusahaan-perusahaan besar. Bagi
perusahaan-perusahaan besar, kebutuhan untuk mengumpulkan data dan informasi
secara skala besar dan dalam waktu yang cepat lebih dirasakan kepentinganya
berbanding dengan perusahaan-perusahaan menengah apalagi kecil. Oleh karena
itu, dalam aplikasinnnya, suatu perusahaan perlu menimbang-nimbang kepentingan
penggunaan system informasi ini diantaranya berdasarkan dari skala perusahaan,
jumlah tenaga kerja, pola kominikasi serta jaringan perusahaan dalam dunia
bisnis dalam lingkungannya.
B. Rumusan Masalah
1.
Menjelaskan
pengertian sitem informasi manajemen?
2.
Menjelaskan
komponen dalam system informasi manajemen
3.
Menjelaskan
fungsi,tugas, dan tujuan system informasi komputer
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Sistem
Informasi Manajemen
Sistem merupakan suatu totalitas himpunan
bagian-bagian yang satu sama lain berinteraksi dan bersama-sama beroperasi
mencapai suatu tujuan tertentu didalam suatu lingkungan, sedangkan Informasi
merupakan data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi
penerimanya dan Manajemen adalah ketatalaksanaan proses pengunaan sumber
daya secara efektif untuk mencapai sasaran tertentu. Dengan demikian dapat
ditarik kesimpulan bahwa Sistem Informasi Manajemen(SIM) adalah suatu
system manusia/mesin yang terpadu yang menyediakan informasi untuk mendukung
fungsi-fungsi operasi manajemen dan pengambilan keputusan di dalam organisasi.
Adapun SIM juga dapat didefenisikan sebagai suatu pendekatan dalam
menajemen untuk mengumplkan data, memproses dat tersebut dan menganalisnya
untuk menghasilkan data dan menyajikan informasi sebagai landasan untuk
pengambilan keputusan perusahaan.
Informasi dapat diibaratkan sebagai
darah yang mengalir di dalam tubuh manusia, seperti halnya informasi di dalam
sebuah perusahaan yang sangat penting untuk mendukung kelangsungan
perkembangannya, sehingga terdapat alasan bahwa informasi sangat dibutuhkan
bagi sebuah perusahaan. Akibat bila kurang mendapatkan informasi, dalam waktu
tertentu perusahaan akan mengalami ketidakmampuan mengontrol sumber daya,
sehingga dalam mengambil keputusan-keputusan strategis sangat terganggu, yang
pada akhirnya akan mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan
pesaingnya. Disamping itu, sistem informasi yang dimiliki seringkali tidak
dapat bekerja dengan baik. Masalah utamanya adalah bahwa sistem informasi
tersebut terlalu banyak informasi yang tidak bermanfaat atau berarti (sistem
terlalu banyak data). Memahami konsep dasar informasi adalah sangat penting
(vital) dalam mendesain sebuah sistem informasi yang efektif (effective
business system). Menyiapkan langkah atau metode dalam menyediakan
informasi yang berkualitas adalah tujuan dalam mendesain sistem baru.
Sebuah perusahaan mengadakan transaksi-transaksi yang harus diolah
agar bisa menjalankan kegiatannya sehari-hari. Daftar gaji harus disiapkan,
penjualan dan pembayaran atas perkiraan harus dibutuhkan: semua ini dan hal-hal
lainnya adalah kegiatan pengolahan data dan harus dianggap bersifat pekerjaan
juru tulis yang mengikuti suatu prosedur standar tertentu. Komputer bermanfaat
utnuk tugas-tugas pengolahan data semacam ini, tetapi sebuah sistem informasi
menajemen melkasanakan pula tugas-tugas lain dan lebih dari sekedar sistem
pengolahan data. Adalah sistem pengolahan informasi yang menerapkan kemampuan
komputer untuk menyajikan informasi bagi manajemen dan bagi pengambilan
keputusan.
Sistem informasi manajeman
digambarkan sebagai sebuah bangunan piramida dimana lapisan dasarnya terdiri
dari informasi, penjelasan transaksi, penjelasan status, dan sebagainya.
Lapisan berikutnya terdiri dari sumber-sumber informasi
dalam mendukung operasi manajemen sehari-hari. Lapisan keriga terdiri dair
sumber daya sistem informasi untuk membantu perencanaan taktis dan pengambilan
keputusan untuk pengendalian manajemen. Lapisan puncak terdiri dari sumber daya
informasi utnuk mendukung perencanaan dan perumusan kebijakan oleh tingkat
manajemen. Sistem ini menggunakan perangkat keras (hardware) dan
perangkat lunak (software) komputer, prosedur pedoman, model manajemen
dan keputusan, dan sebuah “data base”.
Pada dasarnya orang
dapat membahas sistem informasi manajemen tanpa komputer, tetapi adalah
kemampuan komputer yang membuat SIM terwujud. Persoalannya bukan dipakai atau
tidaknya komputer dalam sebuah sistem informasi manajemen, tetapi adalah sejauh
mana berbagai proses akan dikomputerkan. Gagasan suatu sistem
informasi/keputusan berdasarkan komputer berarti automatisasi total. Konsep
sistem manusia/mesin menyiratkan bahwa sebagian tugas sebaiknya dilaksanakan oleh
manusia, dan lainnya lebih baik dilakukan oleh mesin. Dalam sebagian terbesar
persoalan, manusia dan mesin membentuk sebuah sistem gabungan dengan hasil yang
diperoleh melalui serangkaian dialog dan interaksi antara komputer dan seorang
manusia pengolah.
Kenyataan bahwa sebuah SIM adalah
berdasarkan komputer berarti bahwa para perancang harus memilih pengetahuan
cukup mengenai komputer dan penggunaannya dalam pengolahan informasi. Konsep
manusia/mesin bahwa perancang sebuah sistem informasi manajemen harus memahami
kemampuan manusia sebagai pengolah informasi dan perilaku manusia dalam
mengambil keputusan.
B.
Komponen
dalam Sistem Informasi Manajemen
Bagi perusahaan-perusahaan besar,
kepetingan system informasi manajemen rasanya sudah tidak dapat diabaikan.
Sistem infomarsi menajemen dibeberapa perusahaan besar setidak-tidaknya
memiliki 5 komponen, yaitu :
a. Sistem Pemprosesan Data (Data
Proscesing System)
Dimana system ini merupakan subsistem dari SIM yang
melakukan proses penyesuaian (update) atas berbagai database yang terdapat
dalam perusahaan dan menyajikannya dalam bentuk informasi terkini sebagaimana
dibutuhkan oleh manajemen perusahaan. System pemprosesan data ini dapat
dilakukan dengan dua cara, yaitu batch processing dan online
processing. Pemprosesan data secara batch adalah pengaupdatean database
melalui pengumpalan data pada satu periode tertentu untuk kemudian dilakukan
update pada satu waktu tertentu secara serentak. Pemprosesan data secara online
adalah pendekataan yang melakukan update terus-menerus mengikuti proses
pemasukan data yang terbaru.
b. Sistem Pelaporan Manajemen (
Management Reporting System)
Sistem
pelaporan manajemen mengumpulkan data untuk kemudian diproses untuk
menghasilkan informasi atau laporan yang diperlukan oleh manajer dalam
menentukan perencanaan dan mengambil keputusan. Beberapa jenis pelaporan
manajemen yang sudah dikenal dan dinyatakan, sebagai berikut
a) Laporan Detail (Detail Report).
Laporan yang memuat informasi detail dari setiap transaksi yang dilakukan oleh
perusahaan berdasarkan waktunya serta informasi detail lainnya.
b) Laporan Ringkas(Summary Report).
Laporan ini memuat beberapa informasi penting yang diperlukan, yaitu pada
manajemen pada level yang lebih tinggi.
c) Laporan Pengecualian(Exception
Report). Merupakan laporan yang menyampaikan beberapa penyimpangan atas
strandar tertentu yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
d) Laporan Atas Permintaan(On Demand
Report). Laporan ini dilaporkan atas dasar permintaan saja.
c. Sistem Pendukung Dalam Pengambilan
Keputusan(Decision Support System)
System ini secara terprogram mampu menjawab beberapa kasus
dalam perusahaan yang menyangkut jawaban atas pertanyaan “bagamana apabila”. Decision Support System
dapat dikatakan sebagai sistem komputer yang mengolah data menjadi informasi
untuk mengambil keputusan dari masalah semi-terstruktur yang spesifik.
Tujuan
dari Decision Support System (DSS) antara lain adalah :
1.
membantu manajer membuat
keputusan untuk memecahkan masalah semi struktur
2.
mendukung penilaian manajer
bukan mencoba menggantikannya
3.
meningkatkan efektifitas
pengambilan keputusan seorang manajer dari pada efisiensinya.
Tahap-tahap
dalam pengambilan keputusan antara lain adalah :
1)
kegiatan intelijen,
2)
kegiatan merancang,
3)
kegiatan memilih dan menelaah.
Kegiatan
intelijen ini merupakan kegiatan mengamati lingkungan untuk mengetahui
kondisi-kondisi yang perlu diperbaiki. Kegiatan ini merupakan tahapan dalam
perkembangan cara berfikir. Untuk melakukan kegiatan intelijen ini diperlukan
sebuah sistem informasi, dimana informasi yang diperlukan ini didapatkan dari
kondisi internal maupun eksternal sehingga seorang manajer dapat mengambil
sebuah keputusan dengan tepat.
Kegiatan
merancang merupakan sebuah kegiatan untuk menemukan, mengembangkan dan
menganalisis berbagai alternatif tindakan yang mungkin untuk dilakukan. Tahap
perancangan ini meliputi pengembangan dan mengevaluasi serangkaian kegiatan
alternatif. Pertimbangan-pertimbangan utama telah diperkenalkan oleh Simon
untuk melakukan tahapan ini, apakah situasi keputusan ini terprogram atau
tidak. Sedangkan kegiatan memilih dan menelaah ini digunakan untuk memilih satu
rangkaian tindakan tertentu dari beberapa yang tersedia dan melakukan penilaian
terhadap tindakan yang telah dipilih.
Perangkat lunak DSS sering disebut juga
dengan DSS generator. DSS generator ini berisi modul-modul untuk
database, model dan dialog manajemen. Modul database ini menyediakan beberapa
hal, seperti: creation, interrogation dan maintenance untuk DSS database. DSS
database memiliki kemampuan untuk menemukan sistem database yang telah
disimpan. Sedangkan modul model digunakan untuk menyajikan kemampuan membuat,
menjaga dan memanipulasi ke dalam bentuk model matematika. Model dasar ini
menampilkan electronic spreadsheet. Model dialog digunakan untuk menarik
perhatian para pengguna untuk berhubungan langsung antara pengguna dengan
komputer dalam mencari solusi.
DSS
digunakan dalam suatu perusahaan dengan alasan :
1. Perusahaan
beroperasi pada ekonomi yang tidak stabil.
2. Perusahaan
dihadapkan pada kompetisi dalam dan luar negeri yang meningkat.
3. Perusahaan
menghadapi peningkatan kesulitan dalam hal melacak jumlah operasi-operasi
bisnis.
4. Sistem
komputer perusahaan tidak mendukung peningkatan tujuan perusahaan dalam hal
efisiensi, profitabilitas dan mencari jalan masuk di pasar yang benar-benar
menguntungkan.
Sedangkan
Dampak dari pemanfaatan Decision Support System (DSS) antara lain :
a) Masalah-masalah
semi struktur dapat dipecahkan.
b) Problem
yang kompleks dapat diselesaikan.
c) Sistem
dapat berinteraksi dengan pemakainya.
d) Dibandingkan
dengan pengambilan keputusan secara intuisi, pengambilan keputusan dengan DSS
dinilai lebih cepat dan hasilnya lebih baik.
e) Menghasilkan
acuan data untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh manajer yang kurang
berpengalaman.
f) Untuk
masalah yang berulang, DSS dapat memberi keputusan yang lebih efektif.
g) Fasilitas
untuk mengambil data dapat memberikan kesempatan bagi beberapa manajer untuk
berkomunikasi dengan lebih baik.
h) Meningkatkan
produktivitas dan kontrol dari manajer.
d. Sistem Otomasi Kantor (Office
Automatic System)
Otomatisasi dalam bahasa Inggris disebut automation
memiliki padanan kata mechanization dan computerization (Lernout & Hauspie
Speech Products N.V., 1993). Automation memiliki dua makna yaitu 1) the
use of automatic equipment to save mental and manual labour (penggunaan
peralatan otomatis untuk menghemat pikiran dan tenaga) dan 2) the automatic
control of the manufacture of a product through its successive stages (kendali
otomatis dalam pembuatan suatu produk dengan tahapan yang sistematis). Mechanization
yang memiliki kata kerja mechanize memiliki arti give a mechanical
caracter to (menerapkan sistem mekanis), dan compurization dengan
kata kerja computerize mengandung makna 1) equip with a computer,
install a computer in (menggunakan komputer) dan 2) store, perform, or
produce by computer (menyimpan, melaksanakan, atau menghasilkan dengan
komputer) (AND Complex for Windows, 1993).
Uraian definisi otomatisasi di atas, menunjukkan esensi
makna otomatisasi yaitu proses penggunaan peralatan otomatis yang memiliki
sistem kerja sistematis. Otomatisasi akan berdampak pada pengurangan penggunaan
tenaga manusia, yang tentu saja akan menimbulkan masalah tersendiri dan akan
kita bahas dalam sub bab yang akan datang.
Otomatisasi sangat berkaitan erat dengan mekanisasi dan
komputerisasi. Hal ini mengisyaratkan bahwa otomatisasi berarti penggunaan
alat-alat mekanis dan lebih khususnya komputer. Dengan kata lain, membahas
otomatisasi berarti mengupas berbagai peralatan mekanis dan komputer, tentu
saja dengan tetap memperhatikan relevansinya dengan objek yang diotomatisasi,
dalam hal ini perkantoran. Terkait kegiatan yang berhubungan dengan pelayanan
(services) dalam perolehan, pencatatan, penyimpanan, penganalisaan, dan
pengkomunikasian informasi.Cakupan aktivitas perkantoran meliputi
kegiatan-kegiatan seperti pencatatan, pembuatan dan pengolahan naskah (word
processing); penyajian/display, pengelompokan/sortir, dan kalkulasi data
(spreadsheet); pengelolaan database; melakukan perjanjian, pertemuan, dan
penjadwalan (appointment); presentasi; korespondensi; dokumentasi; dan
sebagainya.
Otomatisasi perkantoran berarti pengalihan fungsi manual
peralatan kantor yang banyak menggunakan tenaga manusia kepada fungsi-fungsi
otomatis dengan menggunakan peralatan mekanis khususnya komputer. Waluyo (2000)
menegaskan bahwa era otomatisasi perkantoran dimulai bersamaan dengan
berkembangnya teknologi informasi, penggunaan perangkat komputer untuk
keperluan perkantoran.
Otomatisasi penting dilakukan dalam upaya meraih efektivitas
dan efisiensi proses/kegiatan perkantoran. Seiring dengan desakan global dan
perkembangan teknologi informasi yang menuntut terselesaikan proses pengolahan
informasi secara cepat dan akurat, kebutuahn peralihan metode dari manual ke
otomatis sudah menjadi keniscayaan untuk segera dipenuhi. Namun, bukan berarti dengan
serta merta meninggalkan seluruh proses manual dan memangkas tenaga kerja,
sebab banyak aspek-aspek lain yang harus menjadi pertimbangan dalam melakukan
otomatisasi
System otomasi kantor ini merupakan system komunikasi.
Komunikasi dalam perusahaan dan kantor pada masa ini memanfaatkan jaringan
computer untuk melakukan komunikasi satu sama lain melalui computer yang
terkoneksi melalui jaringan tertentu. Dianatar system aplikasi ini adalah
a) System Pemprosesan Kata(Word
Processing System), yaitu system untuk mengirimkan pesan-pesan kepada
pegawai-pegawai
b) Sistem Surat Elektronik(E-mail
System), yaitu system untuk melakukan komunikasi secara langsung kepada staf
lain sekalipun berbeda ruangan atau tempat.
c) Sistem Penjadwalan
Depeartemen(Departement Scheduling System), yaitu system untuk melakukan
penjadwalan pertemuan dan berbagai aktivitas dalam sebuah perusahaan.
d) Telepon Seluler(Celuler Phone),
yaitu jasa pemakaina telepon yang bias digunakan dan dihubungkan dimanapun
seseornag berada.
e) Sistem Peranta (Pager System), yaitu jasa pengiriman pesan
singkat melalui operator tertentu.
e. Sistem Pintar (Expert System)
System pintar adalah system kompuetr yang memberikan
informasi kepada manajer hal-hal yang biasanya dibutuhkan dan diperoleh dari
seorang pakar atau konsultan. ilmu kecerdasan buatan merupakan salah satu
diantaranya. Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) adalah ilmu
pengetahuan tentang bagaimana membuat suatu peralatan (mesin) sedemikian rupa
sehingga menyerupai kepandaian manusia.dimana bekerja berdasarkan
simbolsimboldan metoda non algoritmik guna memecahkan suatu persoalan Sistem
Pakar (Expert System) adalah bagian dari ilmu kecerdasan buatan dimana
berupa perangkat lunak komputer yang mempunyai keahliah tertentu. Keahlian yang
dimilikinya bersumber pada ilmu pengetahuan (knowledge) dan ditambah dengan
pengalaman praktis yang dimiliki oleh seorang pakar (Expert). Dengan
kemampuan demikian, Sistem Pakar akan sangat berguna sebagai alat bantu (tool)
dalam menyelesaikan masalah yang rumit. Pada makalah ini dibahas tentang
aplikasi dari Sistem Pakar untuk membantu suatu pengelolaan instrumentasi alat
ukur dari suatu sistem akuisisi data. Sistem akuisisi data adalah suatu sistem
perolehan data dari suatu pengukuran, data yang diperoleh disimpan dalam komputer
untuk pengolahan lebih lanjut. Sistem akuisisi data terdiri dari pengkuran,
pengumpulan dan pengolahan data. Elemen dasar pada sistem ini yaitu sensor,
alat ukur elektronik (instrumentasi), antarmuka (interface) dan
perangkat komputer. Untuk mendapatkan hasil yang baik dari sistem ini
diperlukan pula kualitas dan tingkat kondisi yang "sehat" (baik) dari
setiap elemen. Dengan demikian diperlukan adanya pengelolaan dan perawatan
elemen sistem dengan benar dan baik. Pengelolaan ini akan menjadi rumit seiring
dengan jumlah dan macam dari elemen. Sistem yang dirancang ini adalah suatu
alat bantu yaitu berupa perangkat lunak yang dijalankan di komputer sistem
akuisisi tersebut.
Pada aspek pertama, komputer dan instrumen alat ukur harus
sudah terhubung dan dapat saling berkomunikasi. Aspek kedua, komputer dapat
mengontrol alat ukur tersebut serta dapat mengambil dan mengumpulkan data
status/kondisi dari setiap alat ukur dengan lengkap. Data yang lengkap ini
menjadi suatu fakta yang kemudian diproses dengan algoritma Sistem Pakar.
Dengan menggunakan teknik aplikasi Sistem Pakar, dihasilkan
suatu program sistem perawatan instrumentasi alat ukur yang dapat melakukan
pemantauan, melacak dan diagnosa kerusakan instrumentasi serta dapat memberikan
saran atas kerusakan atau kesalahan alat ukur tersebut. Sistem ini merupakan
alat bantu otomatis yang mempunyai kemampuan analis dan daya nalar terhadap
suatu masalah. Uji coba sistem dilakukan untuk menguji dari kinerja rancangan
perangkat lunak yang telah disusun pada suatu sistem akuisisi yang telah
berjalan.
Program sistem perawatan instrumentasi alat ukur yang pintar
ini akan sangat membantu bagi proses pengelolaan sistem dan pada akhirnya akan
menunjang kualitas dari sistem data akuisisi. Model sistem pengelolaan instrumentasi
alat ukur ini dapat dikembangkan untuk aplikasi khusus lainnya, misalkan suatu
system pengelolaan suatu instrumentasi jarakjauh {remote system).
C.
Fungsi,
Tugas dan Tujuan SIM
Sistem Informasi Manajemen memiliki
dua fungsi. Fungsi pertama adalah fungsi pengumpulan data internal maupun
eksternal perusahaan secara sistematik yang secra periodic mengalami
penyesuaian, seperti data-data penjualan perusahaan secara periodic,
barang-barang inventori, biaya harga, jumlah dan trend produksi, serta
jumlah tenaga kerja didalam perusahaan. Data-data eksternal seperti perilaku
perusahaan pesaing, tren pasar, tren demografi termasuk didalamnya perilaku
konsumen, hukum-hukum atau undang-undang yang diberlakukan dalam dunia bisnis,
setra misalnya perubahan terjadi pada perusahaan penyuplai barang dan
transportasi. Fungsi kedua adalah pemprosesan data menjadi informasi
yang bermanfaat bagi para pengambil keputusaan manajemenen. Data-datang yang
telah dikumpul kemudian diklasifikasikan, diolah, dan dianlaisis atas dasar
fungsi-fungsi tertentu sesuai dengan kepentingan perusahaan. Hasil dari kedua
fungsi terseut kemudian disajikan dala suatu bentuk laporan yang membuat
informasi-infomasi penting yang yang dibutuhkan perusahaan, terutamanya bagi
pengambil keputusan dan manajemen perusahaan.
Selain dari fungsi utamanya Sistem
Informasi Manajamen juga mempunyai tugas lain yang penting. Adapun tugas SIM
sebagai berikut :
a. Pengelolaan Transaksi
b. Perencanaan Operasional
c. Perencanaa Teknis
d. Perencanaan Stategis
Pada
kegiatan pertama SIM akan menyajikan informasi untuk fyungsi pengelolaan
transaksi, penjelasan status dan lain sebagainya. Pada kegiatan berikutnya
Sistem Informasi Manajemen akan menyajikan informasi-informasi juga mendukung
kegiatan operasional perusahaan sehari-hari. Selanjutnya Sistem Informasi
Manajemen akan menyajikan informasi unttuk perencanaan takn\tis dan mengambilan
keputusan untuk pengendalian opersioanla perusahaan. Pada akhirnya Sistem
Informasi Manajemen akan berguna untuk perencanaan startegis dan kebijakan
dalam pengambilan keputusan bagi manajemen puncak.
Tujuan
Sisitem Informasi Manajemen adalah untuk meningkat efektivitas para menajer
yang menggunakan Informasi tersebut. Peningkatan tersebut dapat dilakukan
dengan cara :
a) Mengusahakan sebanyak mungkin
keputusan-keputusan yang diambil sebaai dasar tujuan organisasi.
b) Melancarkan semua kegiatan yang
bersifat rutin agar dapat mengurai waktu supervisi.
c) Memberi tanda sejauh mungkin sebagai
peringatan untuk menghadapi kesukaran yang mungkin timbul diluar dugaan.
d) Menyajikan informasi kepada manajer
yang akan membantu membuat keputusan yang lebih baik secara cepat dan tepat.
Informasi harus jelas kepada manajer yang membutuhkan.
Adapun
tujuan lainnya yaitu Sisem Informasi manajemen membantu segala jenis bisnis
meningkatkan efesiensi dan efektivitas proses bisnis dalam pengambilan
keputusan manajerial dan kerjasama kelompok kerja, hingga dapat memperkuat
posisi kompetitif dalam pasar yang cepat berubah. Supaya informasi yang
dihasilkan oleh sistem informasi dapat berguna bagi manajamen, maka analis
sistem harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan informasi yang dibutuhkannya, yaitu
dengan mengetahui kegiatan-kegiatan untuk masing-masing tingkat (level)
manajemen dan tipe keputusan yang diambilnya. Berdasarkan pada
pengertian-pengertian di atas, maka terlihat bahwa tujuan dibentuknya Sistem
Informasi Manajemen atau SIM adalah supaya organisasi memiliki informasi yang
bermanfaat dalam pembuatan keputusan manajemen, baik yang meyangkut
keputusan-keputusan rutin maupun keputusan-keputusan yang strategis.
Sehingga
SIM adalah suatu sistem yang menyediakan kepada pengelola organisasi data
maupun informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas organisasi.
Beberapa penjabaran fungsi sistem informasi antara lain
adalah sebagai berikut:
a. Meningkatkan aksesibilitas data yang
tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan
adanya prantara sistem informasi.
b. Menjamin tersedianya kualitas dan
keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.
c. Mengembangkan proses perencanaan
yang efektif.
d. Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan
akan keterampilan pendukung sistem informasi.
e. Menetapkan investasi yang akan
diarahkan pada sistem informasi.
f. Mengantisipasi dan memahami
konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem informasi dan teknologi baru.
g. Memperbaiki produktivitas dalam
aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem.
h. Organisasi menggunakan sistem
informasi untuk mengolah transaksi-transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan
pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka.
.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Sistem Informasi Manajemen (SIM) adalah
suatu system manusia/mesin yang terpadu yang menyediakan informasi untuk
mendukung fungsi-fungsi operasi manajemen dan pengambilan keputusan di dalam
organisasi. . Sistem informasi manajeman digambarkan sebagai sebuah bangunan
piramida dimana lapisan dasarnya terdiri dari informasi, penjelasan transaksi,
penjelasan status, dan sebagainya. Lapisan berikutnya terdiri dari
sumber-sumber informasi dalam mendukung operasi manajemen sehari-hari. Lapisan
keriga terdiri dair sumber daya sistem informasi untuk membantu perencanaan
taktis dan pengambilan keputusan untuk pengendalian manajemen. Lapisan puncak
terdiri dari sumber daya informasi utnuk mendukung perencanaan dan perumusan
kebijakan oleh tingkat manajemen. Sistem ini menggunakan perangkat keras (hardware)
dan perangkat lunak (software) komputer, prosedur pedoman, model
manajemen dan keputusan, dan sebuah “data base”.
Sistem infomarsi menajemen sendiri
memiliki 5 komponen, yaitu : Sistem Pemprosesan Data (Data Proscesing
System), Sistem Pelaporan Manajemen ( Management Reporting System), Sistem
Pendukung Dalam Pengambilan Keputusan(Decision Support System), Sistem
Otomasi Kantor (Office Automatic System) dan Sistem Pintar (Expert
System. Sistem Informasi Manajemen memiliki dua fungsi utama. yaitu fungsi
pengumpulan data internal maupun eksternal dan fungsi pemprosesan data
menjadi informasi yang bermanfaat bagi para pengambil keputusaan manajemenen. \
B.
Saran
Pembuatan
makalah ini sangat jauh dari kesempurnaan, karena keterbatasan sumber yang kami
peroleh. Sehingga isi dari makalah ini masih bersifat umum, oleh karena itu
kami harapkan agar pembaca bisa mecari sumber yang lain guna membandingkan
dengan pembahasan yang kami buat, guna mengoreksi bila terjadi kelasahan dalam
pembuatan makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA
Manullang
.M, 2002, Pengantar Bisnis, ugm Gadjah Mada University Press,
Yogyakarya.
Sadono
Sukirno., Wan Sabri Husin., Danny Indrianto., Charles Sianturi., Kurniawan
Saefullah., 2006, Pengantar Bisinis, Kencana, Jakarta.