PENDAHULUAN
1.
LATAR BELAKANG
Berbicara mengenai mobilitas dana (modal) maka tentunya kita akan
berbicara mengenai arus modal. arus modal terbagi menjadi dua yaitu arus modal
masuk dan arus modal keluar. jika dilihat dari sumber-sumbernya maka arus modal
masuk terdiri dari ekspor, investasi langsung,(pma) yang masuk ke
indonesia, investasi portofolio di indonesia dan yang terakhir yaitu utang luar
negeri. sedangkan arus modal keluar tediri dari impor, pma ke luar
negeri, investasi portofolio ke luar negeri, dan
pembayaran bunga dan pokok utang luar negeri.
Terkait dengan arus modal dalam negeri, sebagai negara berkembang yang
sedang membangun, tentunya membutuhkan dana yang cukup besar untuk membiayai
pembangunannya.usaha memobilisasi dana dari dalam negeri, dana investasi dari
luar negeri diluar pinjaman pemerintah juga terus diupayakan. sudah
merupakan karakrteristik umum negara berkembang terutama tingkat pembangunan
ekonominya masih pada tahap awal(early state of development), bahwa mereka
selalu mengalami defisit neraca transaksi berjalan.selain itu arus modal masuk,
misalnya dalam bentuk penanaman modal asing (pma), relative kecil bahkan banyak
negara yang neto neraca modalnya selalu negatif. terutama negara-negara dimana
iklim berusaha di dalam negeri tidak kondusif bagi investo-investo asing
karena berbagai hal, seperti kondisi politik yang tidak stabil. akibatnya
banyak negara yang mengalami defisit neraca pembayaran atau kekurangan devisa
yang sangat dibtuhkan untuk membiayai pembangunan ekonomi di dalam negeri
terjerumus ke dalam krisis utang luar negeri.
peningkatan arus modal masuk(capital inflow),baik dalam bentuk investasi
asing jangka panjang maupun utang luar negeri, sangat penting bagi indonesia.
modal asing diperlulkan selain untuk meningkatkan investasi (capital formation)
di dalam negeri, selama tidak menimbulkan dampak negatif, juga untuk membiayai
defisit transaksi berjalan(impor) atau menutupi kekurangan cadangan devisa.
berdasarkan laporan bank indonesia pada tahun 2007 peningkatan nilai
investasi asing (fdi) di indonesia sebesar us $ 6.928 juta atau meningkat
sebesar 29,07% dari tahun sebelumnya. selain penanaman modal asing (pma)
komponen paling penting lainnya dari arus modal masuk yaitu pinjaman / utang
luar negeri.sesuai data bank indonesia, pada tahun 2007 utang luar negeri
indonesia sebesar us $ 136.640 juta atau mengalami peningkatan sebesar 5,78%
dati tahun sebelumnya.
untuk nilai ekspor, misalnya sepanjang tahun 2005 tumbuh sebesar
16,43% dengan total nilai mencapai us $85.660 juta. pertumbuhan
ekspor disumbang baik oleh ekspor migas maupun ekspor non migas.
harga migas yang tinggi juga mendorong harga berbagai komoditas nonmigas
meningkat sehingga pada gilirannya mendorong pertumbuhan ekspor non migas.
disisi investasi portofolio,arus masuk investasi portofolio di
indonesia,menunjukkan peningkatan menjadi us $ 9.981 atau meningkat sebesar
38,81% pada tahun 2007. peningkatan tersebut terutama bersumber
dari arus masuk dalam bentuk pembelian saham oleh asing yang mencatat pembelian
bersih sekitar us $ 1,2 miliar hingga turut mendorong indeks harga saham
gabungan di atas 1.000. salah satu pendorong minat asing tersebut adalah
program privatisasi yang dilakukan melalui penawaran umum di lantai bursa.
2.
RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka yang
menjadi rumusan masalah adalah :
1)
Apa saja strategi pasar ekspor
langsung ?
2)
Bagaimana perdagangan internasional dan kinerja pasar domestik ?
3.
TUJUAN
Adapun yang menjadi tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah untuk
mengetahui tentang strategi pasar ekspor langsung,perdagangan internasional dan
kinerja pasar domestik
4.
MANFAAT
Adapun manfaat dari
makalah ini adalah sebagai berikut:
1)
Sebagai bahan
referensi/ bacaan khusunya mahasiswa untuk menambah pengetahuan terutama tentang aliran dana masuk asing
ke indonesia
2)
sebagai bahan
masukan dan pertimbangan bagi pemerintah dalam menentukan kebijaksanaan
pembangunan ekonomi khusunya mengenai aliran dana masuk asing di indonesia.
BAB II
PEMBAHASAN
A. STRATEGI PASAR EKSPOR LANGSUNG
Ada tiga strategi pasar yang tersedia bagi setiap perusahaan yang menjual
output nya di wilayah pasar lebih dari satu negara.
1. perusahan dapat memproduksi
output nya di dalam negri guna memenuhi permintaan pasar domestik dan melakukan
ekspor guna memenuhi permintaan pasar luar negri.
2. perusahan dapat memproduksi
output nya di dalam negri guna memenuhi permintaan pasar domestik dan membukak
pabrik nya di luar negri untuk memenuhi permintaan pasar luar negri.
3. perusahan domestik dapat
membuat kontrak dengan perusahan asing melalui lisensi, dan menghasilkan produk
secara independen di pasar luar negri.
pada strategi pertama perusahan
memproduksi output nya di dalam negri, dan selanjut nya menjual outputnya yang
di hasilkan di pasaran dalam negri dan di pasaran luar negri.untuk melakukan
ekspor produk di luar negri perusahan domestik menghadapi rintangan geografis
dan tempok produksi yang di pasang oleh negara negara importir sehingga
perusahan asing perlu mengeluarkan biaya tambahan, seperti biaya pengapalan
barang untuk sampai ketempat tujuan konsumen dan tarif impor yang di beban kan
kepada produk produk yang berasal dari luar negri. dengan demikian, biaya
produksi sampai ke tempat konsumen menjadi semakin meningkat.
negara negara importir pada
dasar nya memiliki kepentingan –kepentingan tertentu atas setiap produk yang
masuk ke wilayah mereka.melalui tarif yang di beban kan negara- nrgaraimportir,
selain dapat memperbesar penerimaan nya juga karena adanya alasan
nasionalisme,dan melindungi kelangsungan hidup industri dalam negri mereka.
untuk itu, tarif impor sering di kenakan tinggi, selanjutnya harga jual produk
impor menjadi turut tinggi, yang ada pada giliran nya mengurangi daya saing
produk impor di pasaran tujuan ekspor.
untuk mengatasi situasi ini
tersebut perusahaan – perusahaan asing yang berskala besar menempuh cara lain,
yaitu melakukan investasi langsung di negara- negara tujuan pasar, atau di
singat dengan fdi.pada strategi ini perusahan asing di samping memproduksi di
negara nya sendiri untuk memenuhi permintaan pasar domestik. juga perusahan
tersebut dapat menghindari terjadinya tambahan pengeluaran untuk biaya
pengapalan barang hinga kekonsumen akhir dan biaya tarif.
keadan ini tentunya akan
berbeda – beda bila biaya yang di keluarkan oleh perusahan relatif besar guna
memperoleh informasi mengenai pengetahuan tentang keadan investasi dan
pengetahuan pasar di negara tujuan ekspor. bial strategi ekspor langsung di
nilai lebih menguntung kan. tentunya strategi ekspor langsung tidak akan di
jalan kan oleh perusahan yang bersangkutan. namun demikian, pada kenyataan nya
masa investasi dan produksi biasanya memerlukan waktu yang relatif panjang
sehinggainvestasi langsung lebih menguntungan apalagi bila keadan permintaan
pasar luar negri cukup potensial, maka strategi investasi langsung tampak lebih
menarik bila di bandingkan dengan srategi ekspor langsung.
oleh karena itu, strategi
investasi langsung sering di jalan kan oleh perusahaan –perusahaan
multi-national guna menguasai pasaran dunia mengingat dalam banyak hal strategi
ini di nilai lebih menguntungkan di bandingkan dengan strategi ekspor
langsung.jadi,bukan lah hal yang mengejutkan lagi bila di amati di sekitar kita
banyak berkembangan nya perusahan asing di dalam negri, sementara itu induk nya
ada di negara asal.
1. investasi langsung
adalah investasi berupa mendirikan perushaan- perusahaan terutama
perindustrian. sejumlah arus modal internasional dalam bentuk investasi
portofolio yang dapat diartikan bahwa negara kreditor memberikan pinjaman atau
membeli beberapa saham obligasi dari beberapa negara peminjam lain. namun ada bentuk lain dari investasi
internasional yang lebiih memadai, yaitu dengan proporsi total arus modal yang
masuk secara tak langsung yang merupakan investasi langsung oleh perusahaan
internasional pada anak-anak cabang perusahaannya Investasi Langsung (Direct Investment)
Direct
investment (investasi lansung) merupakan salah
satu sifat dari arus modal internasional yang berupa investasi riil. Seperti
pendirian perusahaan, pembangunan pabrik, pembelian barang modal (tanah,
peralatan, perlengkapan, dll).
Dalam direct
investment, investor terlibat langsung dalam manajemen perusahaan dan
mengontrol penanaman modalnya. Direct investment banyak dilakukan oleh
perusahaan multinational company (MNC) sehingga investasi ini sering
disebut foreign-direct investment (arus investasi luar negeri secara langsung).
Investasi tersebut biasa dimulai dengan pendirian subsidiary atau
pembelian saham mayoritas suatu perusahaan
alasan lain dari investasi
langsung adalah arus modal nyata yang bersifat sementara oleh seseorang atau
kelompok tertentu untuk mendapatkan tingkat hasil yang lebih tinggi pada suatu
negara dalam bentuk pembelian saham dengan tingkat resiko seminim mungkin.
untuk mengembangkan pasar internasional bagi para eksportir dapat dilakukan
dengan antara lain dapat dilakukan melalui tiga strategi berikut :
1) lisensi perusahaan luar negeri
untuk kegiatan produksi.
2) penjualan langsung untuk produk-produknya.
3) investasi langsung untuk
pengembangan anak cabang perusahaannya
dampak-dampak yang ditimbulkan oleh penanaman
modal asing
a.
Dampak Positif
analisis noklasik tradisional memusatkan perhatiannya pada berbagai determinan(faktor-faktor
penentu) pertumbuhan ekonomi, menurut analisis ini penanaman modal asing
merupakan sesuatu yang positif karena :
a) hal tersebut mengisi kekurangan
tabungan yang dapat dihitung dari dalam negeri, menambah cadangan devisa,
memperbesar penerimaan pemerintah dan mengembangkan keahlian manajerial bagi
perekonomian negara penerimanya. contoh yang sederhana yaitu adanya kesenjangan
tabungan-investasi(saving-invesment gap) yang dikatakan bisa teratasi dengan
adanya penanaman modal asing tersebut.
b) sumbangan positif
penanaman modal asing swasta asing terhadap pembangunan nasional di negara
adalah peranannya dalam mengisi kekosongan atau kekurangna sumberdaya antara
tingkat investasi yang ditargetkan dengan jumlah actual tabunga domestik yang
dapat dimobilisasikan.
c) selain itu, investasi asing langsung juga dapat
mengisi kesenjangan antara target jumlah devisa yang dibutuhkan dan
hasil-hasil actual devisa dari ekspor ditambah denganpinjaman luar negeri neto.
itulah yang dinamakan kesenjangan devisa dan kesenjangan perdagangan luar
negeri(trade gap). dan kesenjangan antara target penerimaan pajak pemerintah
dan jumlah pajak actual yang dapat dikumpulkan, serta kesenjangan manajemen,
semangat kewiraswastaan, teknologi produksi, dan keterampilan kerja.
b.
Dampak negatif
secara umum negara-negara dunia
ketiga telah mengemukakan keberatan-keberatan yang senada terhadap sepak
terjang perusahaan-perusahaan multinasional tersebut sebagai berikut:
a) dampak- dampak positif yang diberikan perusahaan
multinasional bagi proses pemabangunan di negara tuan rumah dalam kenyataannya
sangat tidak merata, dan bahkan dalam banyak hal kegiatan-kegiatan yang
dilakukan oleh perusahaan multinasional tersebut justru memperkuat struktur
ekonomi yang dualistis serta kepentingan sejumlah kecil pekerja yang sejak
awalnya sudah punya penghasilan yang relative tinggi di sector-sektor
modern dan dalam waktu bersamaan mengabaikan nasib para pekerja di
sector-sektor lainnya akibat terus melebarkan perbedaan tingkat upah yang
mereka ciptakan.
b) perusahaan-perusahaan multinasional itu pada umumnya
menghasilkan barang-barang yang sebenarnya tidak sepenuhnya sesuai dengan
kebutuhan penduduk setempat, atau hanya dikonsumsi oleh sekelompok kecil
penduduk yang kaya sehingga mendorong pola konsumsi mewah dan berlabihan,
terutama melalui iklan yang serba gencar dan penerapan kekuatan monopolistis di
pasar.
Dibandingkan dengan investasi
langsung, strategi berproduksi dengan cara lisemsi memiliki beberapa
keuntungan, yaitu:
a) perusahan tidak perlu
mengeluarkan biaya tambahan informasi mengenai investasi di pasar
b) perusahaan tidak perlu
mengeluarkan biaya penelitian dan pengembangan
c) produk perusahaan pada umum
sudah di kenal oleh masyarakat,sehingga tidak perlu promosi.
Karena produk perusahaan sudah
di kenal luas oleh masyarakat maka perusahaan industri menjadi lebih mudah di
dalam usaha nya merebut simpati konsumen
2. Investasi Tidak Langsung (Indirect Invesment)
Yang termasuk dalam
penanaman modal tidak langsung ini mencakup kegiatan transaksi di pasar modal
dan di pasar uang. Penanaman modal tersebut disebut penanaman modal jangka
pendek karena pada umumnya mereka melakukan jual beli saham dan/ mata uang
dalam jangka waktu yang relatif singkat tergantung fluktuasi nilai saham dan mata
uang yang hendak mereka perjual-belikan. Karenanya pasar modal dipandang
sebagai salah satu sarana yang efektif untuk mempercepat pembangunan suatu
negara.
Hal ini dimungkinkan
karena pasar modal merupakan wahana untuk dapat menggalang pengerahan dana dari
masyarakan untuk disalurkan ke sektor-sektor produktif. Apabila pengerahan dana
masyarakat melalui lembaga-lembaga keuangan maupun pasar modal sudah dapat
berjalan dengan baik, maka dana pembangunan yang bersumber dari pinjaman luar
negeri akan berkurang.
B.
PERDAGANGAN
INTERNASIONAL DAN KINERJ PASAR DOMESTIK
Analisis struktur- prilaku –kinerja pasar menyatakan
kemampuaan perusahaaan – perusahaan domestik menetapkan kekuatan pasar akan
berkurang bila saja di dalam pasar terjadi persaingan dengan pemasok – pemasok
asing.
Hal ini
sejalan prediksi teori penentuan harga batas, hadir nya produsen kecil di dalam
pasar yang mampu melakukan ekspansi output secara cepat bila keadan
menguntungkan akan membatasi kemampuan perusahaan – perusahaan dominan
mempertahan kan harga di atas marginal. Pemasok – pemasok asing yang dapat
menggeser output mereka dari satu pasar ke pasar lainnya memiliki kemampuaan
yang serupa seperti hal nya produsen kecil tadi sehingga perusahaan –
perusahaan domestik tidak dapat secara lelusa di dalam mengatur harga pada
pasaran domestik
Di samping itu, perusahaan asing seperti hal nya
perilaku oligopoli kolusif mereka akan menjadi sukses menguasai pasar bila saja
memiliki bagian pasar yang luas. Perusahaan tersebut akan menjadi pemimpin di
dalam pasar, sebalik nya perusahaan domestik pada giliran nya menjadi
pengikut.stephen martin memperlihatkan, price- cost margin akan menjadi makin
rendah bila impor suatu negara makin tinggi di bandingkan dengan pengapalan
barang yang di lakukan oleh perusahaan – perusahaan domestik. Di samping itu,
hall hill memperlihatkan pula, perusahaan – perusahaan asing yang berkembang di
indonesia pada umum nya lebih efisien di banding kan dengan perusahaan
domestik.
JAKARTA, kabarbisnis.com:
Kinerja
ekspor Indonesia pada tahun 2016 ini dinilai berada pada posisi
terendah.Pemerintah dinilai terlalu lamban mengantisipasi dampak dari perlambatan
ekonomi dunia dan terkontraksinya perdagangan internasional.
Kinerja ekspor kita tahun ini sudah mencapai titik nadir,
paling rendah ekspor kita," ujar Pengamat Ekonomi Institute for
Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus di Jakarta,
Kamis (29/12/2016).
Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian
Perdagangan (Kemendag), Ahmad mengungkapkan kinerja neraca perdagangan
Indonesia sepanjang Januari-Oktober 2016 terkontraksi signifikan sebesar
15,81%.Pelemahan ekspor lebih besar negatif 8,04% dibanding impor minus 7,50%.
Dalam kurun waktu 5 tahun, ekspor Indonesia turun terus
akibat perlambatan ekonomi global, industri mengalami kontraksi karena
pemerintah lambat mendiversifikasi atau mencari pasar potensial di negara lain
yang bisa diisi produk dalam negeri,"ujarnya.
Selain itu, Ahmad berpendapat kinerja ekspor terus susut
karena pemerintah tidak mampu mempertahankan daya saing produk dalam negeri di
pasar luar negeri. Salah satunya produk tekstil.Produk tekstil Indonesia yang
sebelumnya sangat diminati di Amerika Serikat (AS), kini digeser pesaing lain,
seperti Bangladesh, Sri Lanka, dan Vietnam.
"Kita harus mengembalikan daya saing produk dalam
negeri di pasar internasional supaya bisaa terjaga atau tidak tersalip lagi
oleh kompetitor lain," terangnya.
Sementara dari sisi kinerja impor, sambung Ahmad terjadi
kenaikan impor barang konsumsi. Meski secara keseluruhan, kinerja impor juga
mengalami penurunan. Ahmad menilai kondisi ini mencerminkan pasar Indonesia menjadi
semakin liberal dan terbuka.
Namun sayangnya, produk-produk dalam negeri malah kesulitan
bersaing di pasar global, sehingga berdampak membanjirnya barang-barang
impor."Ternyata, tingginya impor barang konsumsi Indonesia terjadi akibat
minimnya hambatan non tarif .
Sementara itu, di sisi lain, kata Ahmad dengan daya saing
perdagangan yang terus melemah, maka laju ekspor itu terus mencapai titik nadir
atau titik terendah dalam beberapa tahun ini."Hal itu memang karena global
melambat yang menyebabkan industri kita mengalami kontraksi. Tapi di saat yang
sama, pemerintah juga lambat dalam mencari potensi pasar baru. Sekarang baru
kita merasakan dampaknya," tuturnya.
Ahmad membandingkan dengan di negara lain yang justru
menerapkan hambatan perdagangan non tarif yang semakin proteksionis. Sekalipun
itu negara maju yang menggunakan slogan pasar bebas."Kita justru yang
paling liberal dibandingkan Amerika Serikat sekalipun. Jadi sebenarnya surplus
neraca perdagangan sekarang ini sudah tidak sehat karena bukan ditopang dari
ekspor, melainkan dari penurunan impor. Tahun depan tidak boleh dilanjutkan
tren surplus neraca dagang seperti itu," harapnya.
Pemerintah,kata
Ahmad harus memperbanyak kebijakan hambatan perdagangan non-tarif, namun harus
dibarengi dengan data yang kuat. "Dan kebijakan itu mestinya jangan sampai
mudah dibuat partner kita di WTO," pungkasnya.kbc11
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
berdasarkan hasil pembahasan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik suatu kesimpulan yaitu:
1.
jika dilihat dari sumber-sumbernya maka arus modal masuk terdiri dari
ekspor, investasi langsung,(pma) yang masuk ke indonesia, investasi
portofolio di indonesia dan yang terakhir yaitu utang luar negeri.
2.
peningkatan arus modal masuk (capital inflow), dalam bentuk
investasi asing jangka panjang maupun utang luar negeri, sangat penting bagi
indonesia terutama pada masa krisis ekonomi.
3.
modal asing diperlukan selain untuk meningkatkan investasi(capital
formation) di dalam negeri, selama tidak menimbulkan dampak negatif, juga untuk
membiayai defisit transaksi berjalan (impor) atau menutupi cadangan devisa.
4.
agar ekspor mampu bersaing di pasar internasional indonesia harus mampu
menigkatkan kualitas produknya supaya tidak kalah bersaing dan terus
mengembangkan muatan inovasi produknya agar bisa memenangkan persaingan dalam beberapa tahun ke depan.
B.
SARAN
berdasarkan kesimpulan yang
telah dikemukakan dalam makalah ini, maka saran penulis adalah:
1.
mobilitas dana di indonesia berupa arus modal masuk (capital inflow)
harus terus ditingkatkan baik dalam bentuk investasi langsung, investasi
portofolio,serta menigkatkan ekspor dan tidak sepenuhnya menutupi kekurangan
devisa dengan melakukan utang luar negeri.
2.
pemerintah harus memperhatikaninvestasi langsung (pma) di indonesia
karena investasi langsung (pma) menjadi sumber tumbuhnya teknologi,
proses produksi, sistem organisasi, dan keterampilan manajemen baru.
DAFTAR PUSTAKA
lindert, peter h.1994. ekonomi internasional. jakarta: bumi
aksara
sukirno, sadono.2004. makroekonomi (teori pengantar). jakarta:
pt. raja grafindo persada..
http://www.antaranews.com/berita/1280563452/aliran-masuk-modal-asing-capai-rp13-triliun(diakses tanggal 18 oktober 2011)
http://hati-hati-dengan-arus-modal-masuk-ke-indonesia&catid=50:wacana-redenominasi&itemid=77 (diakses tanggal 17
oktober 2011)
http://www.google.co.id/teori aliran modal masuk asing (diakses tangga 18
oktober 2011)
