Senin, 22 Mei 2017

ekspor langsung dan ekspor tidak langsung


PENDAHULUAN
1.      LATAR BELAKANG
Berbicara mengenai mobilitas dana (modal) maka tentunya kita akan berbicara mengenai arus modal. arus modal terbagi menjadi dua yaitu arus modal masuk dan arus modal keluar. jika dilihat dari sumber-sumbernya maka arus modal masuk terdiri dari ekspor, investasi langsung,(pma) yang  masuk ke indonesia, investasi portofolio di indonesia dan yang terakhir yaitu utang luar negeri. sedangkan arus modal keluar tediri dari  impor, pma ke luar negeri, investasi portofolio ke luar negeri, dan pembayaran bunga dan pokok utang luar negeri.
Terkait dengan arus modal dalam negeri, sebagai negara berkembang yang sedang membangun, tentunya membutuhkan dana yang cukup besar untuk membiayai pembangunannya.usaha memobilisasi dana dari dalam negeri, dana investasi dari luar negeri  diluar pinjaman pemerintah juga terus diupayakan. sudah merupakan karakrteristik umum negara berkembang terutama tingkat pembangunan ekonominya masih pada tahap awal(early state of development), bahwa mereka selalu mengalami defisit neraca transaksi berjalan.selain itu arus modal masuk, misalnya dalam bentuk penanaman modal asing (pma), relative kecil bahkan banyak negara yang neto neraca modalnya selalu negatif. terutama negara-negara dimana iklim berusaha di dalam negeri tidak kondusif  bagi investo-investo asing karena berbagai hal, seperti kondisi politik yang tidak stabil. akibatnya banyak negara yang mengalami defisit neraca pembayaran atau kekurangan devisa yang sangat dibtuhkan untuk membiayai pembangunan ekonomi di dalam negeri terjerumus ke dalam krisis utang luar negeri.
peningkatan arus modal masuk(capital inflow),baik dalam bentuk investasi asing jangka panjang maupun utang luar negeri, sangat penting bagi indonesia. modal asing diperlulkan selain untuk meningkatkan investasi (capital formation) di dalam negeri, selama tidak menimbulkan dampak negatif, juga untuk membiayai defisit transaksi berjalan(impor) atau menutupi kekurangan cadangan devisa.
berdasarkan laporan bank indonesia pada tahun 2007 peningkatan nilai investasi asing (fdi) di indonesia sebesar us $ 6.928 juta atau meningkat sebesar 29,07% dari tahun sebelumnya. selain penanaman modal asing (pma) komponen paling penting lainnya dari arus modal masuk yaitu pinjaman / utang luar negeri.sesuai data bank indonesia, pada tahun 2007  utang luar negeri indonesia sebesar us $ 136.640 juta atau mengalami peningkatan sebesar 5,78% dati tahun sebelumnya.
untuk nilai ekspor, misalnya sepanjang tahun  2005 tumbuh sebesar 16,43%  dengan total nilai mencapai  us $85.660 juta. pertumbuhan ekspor  disumbang baik oleh ekspor migas  maupun ekspor non migas. harga migas yang tinggi juga mendorong harga berbagai komoditas nonmigas meningkat sehingga pada gilirannya mendorong pertumbuhan ekspor non migas.
disisi investasi portofolio,arus masuk investasi portofolio di indonesia,menunjukkan peningkatan menjadi us $ 9.981 atau meningkat sebesar 38,81% pada tahun 2007. peningkatan tersebut  terutama bersumber  dari arus masuk dalam bentuk pembelian saham oleh asing yang mencatat pembelian bersih sekitar us $ 1,2 miliar hingga turut mendorong indeks harga saham gabungan di atas 1.000. salah satu pendorong minat asing tersebut adalah program privatisasi yang dilakukan melalui penawaran umum di lantai bursa.
2.      RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka yang menjadi rumusan masalah adalah :
1)      Apa saja strategi pasar ekspor langsung ?
2)       Bagaimana perdagangan internasional dan kinerja pasar domestik ?
3.      TUJUAN
Adapun yang menjadi tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui tentang  strategi pasar ekspor langsung,perdagangan internasional dan kinerja pasar domestik  
4.      MANFAAT
Adapun manfaat dari makalah ini adalah sebagai berikut:
1)      Sebagai bahan referensi/ bacaan khusunya mahasiswa untuk menambah  pengetahuan terutama tentang aliran dana masuk asing ke indonesia
2)      sebagai bahan masukan dan pertimbangan bagi pemerintah dalam menentukan kebijaksanaan pembangunan ekonomi khusunya mengenai aliran dana masuk asing di indonesia.



BAB II

PEMBAHASAN

A.    STRATEGI PASAR EKSPOR LANGSUNG
Ada tiga strategi pasar yang tersedia bagi setiap perusahaan yang menjual output nya di wilayah pasar lebih dari satu negara.

1.      perusahan dapat memproduksi output nya di dalam negri guna memenuhi permintaan pasar domestik dan melakukan ekspor guna memenuhi permintaan pasar luar negri.

2.      perusahan dapat memproduksi output nya di dalam negri guna memenuhi permintaan pasar domestik dan membukak pabrik nya di luar negri untuk memenuhi permintaan pasar luar negri.

3.      perusahan domestik dapat membuat kontrak dengan perusahan asing melalui lisensi, dan menghasilkan produk secara independen di pasar luar negri.

pada strategi pertama perusahan memproduksi output nya di dalam negri, dan selanjut nya menjual outputnya yang di hasilkan di pasaran dalam negri dan di pasaran luar negri.untuk melakukan ekspor produk di luar negri perusahan domestik menghadapi rintangan geografis dan tempok produksi yang di pasang oleh negara negara importir sehingga perusahan asing perlu mengeluarkan biaya tambahan, seperti biaya pengapalan barang untuk sampai ketempat tujuan konsumen dan tarif impor yang di beban kan kepada produk produk yang berasal dari luar negri. dengan demikian, biaya produksi sampai ke tempat konsumen menjadi semakin meningkat.
negara negara importir pada dasar nya memiliki kepentingan –kepentingan tertentu atas setiap produk yang masuk ke wilayah mereka.melalui tarif yang di beban kan negara- nrgaraimportir, selain dapat memperbesar penerimaan nya juga karena adanya alasan nasionalisme,dan melindungi kelangsungan hidup industri dalam negri mereka. untuk itu, tarif impor sering di kenakan tinggi, selanjutnya harga jual produk impor menjadi turut tinggi, yang ada pada giliran nya mengurangi daya saing produk impor di pasaran tujuan ekspor.
untuk mengatasi situasi ini tersebut perusahaan – perusahaan asing yang berskala besar menempuh cara lain, yaitu melakukan investasi langsung di negara- negara tujuan pasar, atau di singat dengan fdi.pada strategi ini perusahan asing di samping memproduksi di negara nya sendiri untuk memenuhi permintaan pasar domestik. juga perusahan tersebut dapat menghindari terjadinya tambahan pengeluaran untuk biaya pengapalan barang hinga kekonsumen akhir dan biaya tarif.
keadan ini tentunya akan berbeda – beda bila biaya yang di keluarkan oleh perusahan relatif besar guna memperoleh informasi mengenai pengetahuan tentang keadan investasi dan pengetahuan pasar di negara tujuan ekspor. bial strategi ekspor langsung di nilai lebih menguntung kan. tentunya strategi ekspor langsung tidak akan di jalan kan oleh perusahan yang bersangkutan. namun demikian, pada kenyataan nya masa investasi dan produksi biasanya memerlukan waktu yang relatif panjang sehinggainvestasi langsung lebih menguntungan apalagi bila keadan permintaan pasar luar negri cukup potensial, maka strategi investasi langsung tampak lebih menarik bila di bandingkan dengan srategi ekspor langsung.
oleh karena itu, strategi investasi langsung sering di jalan kan oleh perusahaan –perusahaan multi-national guna menguasai pasaran dunia mengingat dalam banyak hal strategi ini di nilai lebih menguntungkan di bandingkan dengan strategi ekspor langsung.jadi,bukan lah hal yang mengejutkan lagi bila di amati di sekitar kita banyak berkembangan nya perusahan asing di dalam negri, sementara itu induk nya ada di negara asal.
1.      investasi langsung
adalah investasi berupa mendirikan perushaan- perusahaan terutama perindustrian. sejumlah arus modal internasional dalam bentuk investasi portofolio yang dapat diartikan bahwa negara kreditor memberikan pinjaman atau membeli beberapa saham obligasi dari beberapa negara peminjam lain. namun ada bentuk lain dari investasi internasional yang lebiih memadai, yaitu dengan proporsi total arus modal yang masuk secara tak langsung yang merupakan investasi langsung oleh perusahaan internasional pada anak-anak cabang perusahaannya Investasi Langsung (Direct Investment)
Direct investment (investasi lansung) merupakan salah satu sifat dari arus modal internasional yang berupa investasi riil. Seperti pendirian perusahaan, pembangunan pabrik, pembelian barang modal (tanah, peralatan, perlengkapan, dll).
Dalam  direct investment, investor terlibat langsung dalam manajemen perusahaan dan mengontrol penanaman modalnya. Direct investment banyak dilakukan oleh perusahaan multinational company (MNC) sehingga investasi ini sering disebut foreign-direct investment (arus investasi luar negeri secara langsung). Investasi tersebut biasa dimulai dengan pendirian subsidiary atau pembelian saham mayoritas suatu perusahaan
 alasan lain dari investasi langsung adalah arus modal nyata yang bersifat sementara oleh seseorang atau kelompok tertentu untuk mendapatkan tingkat hasil yang lebih tinggi pada suatu negara dalam bentuk pembelian saham dengan tingkat resiko seminim mungkin. untuk mengembangkan pasar internasional bagi para eksportir dapat dilakukan dengan antara lain dapat dilakukan melalui tiga strategi berikut :
1)      lisensi perusahaan luar negeri untuk kegiatan produksi.
2)      penjualan langsung untuk produk-produknya.
3)      investasi langsung untuk pengembangan anak cabang perusahaannya
 dampak-dampak yang ditimbulkan oleh penanaman modal asing
a.      Dampak Positif
analisis noklasik tradisional memusatkan perhatiannya pada berbagai determinan(faktor-faktor penentu) pertumbuhan ekonomi, menurut analisis ini penanaman modal asing merupakan sesuatu yang positif karena :
a)      hal tersebut mengisi kekurangan tabungan yang dapat dihitung dari dalam negeri, menambah cadangan devisa, memperbesar penerimaan pemerintah dan mengembangkan keahlian manajerial bagi perekonomian negara penerimanya. contoh yang sederhana yaitu adanya kesenjangan tabungan-investasi(saving-invesment gap) yang dikatakan bisa teratasi dengan adanya penanaman modal asing tersebut.
b)      sumbangan positif  penanaman modal asing swasta asing terhadap pembangunan nasional di negara adalah peranannya dalam mengisi kekosongan atau kekurangna sumberdaya antara tingkat investasi yang ditargetkan dengan jumlah actual tabunga domestik yang dapat dimobilisasikan.
c)      selain itu, investasi asing langsung juga dapat mengisi  kesenjangan antara target jumlah devisa yang dibutuhkan dan hasil-hasil actual devisa dari ekspor ditambah denganpinjaman luar negeri neto. itulah yang dinamakan kesenjangan devisa dan kesenjangan perdagangan luar negeri(trade gap). dan kesenjangan antara target penerimaan pajak pemerintah dan jumlah pajak actual yang dapat dikumpulkan, serta kesenjangan manajemen, semangat kewiraswastaan, teknologi produksi, dan keterampilan kerja.
b.      Dampak negatif
secara umum negara-negara dunia ketiga telah mengemukakan keberatan-keberatan yang senada terhadap sepak terjang perusahaan-perusahaan multinasional tersebut sebagai berikut:
a)      dampak- dampak positif yang diberikan perusahaan multinasional bagi proses pemabangunan di negara tuan rumah dalam kenyataannya sangat tidak merata, dan bahkan dalam banyak hal kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan multinasional tersebut justru memperkuat struktur ekonomi yang dualistis serta kepentingan sejumlah kecil pekerja yang sejak awalnya sudah punya penghasilan yang relative tinggi  di sector-sektor modern dan dalam waktu  bersamaan mengabaikan nasib para pekerja di sector-sektor lainnya akibat terus melebarkan perbedaan tingkat upah yang mereka ciptakan.
b)      perusahaan-perusahaan multinasional itu pada umumnya menghasilkan barang-barang yang sebenarnya tidak sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan penduduk setempat, atau hanya dikonsumsi oleh sekelompok  kecil penduduk yang  kaya sehingga mendorong pola konsumsi mewah dan berlabihan, terutama melalui iklan yang serba gencar dan penerapan kekuatan monopolistis di pasar.
Dibandingkan dengan investasi langsung, strategi berproduksi dengan cara lisemsi memiliki beberapa keuntungan, yaitu:
a)      perusahan tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan informasi mengenai investasi di pasar
b)      perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya penelitian dan pengembangan
c)      produk perusahaan pada umum sudah di kenal oleh masyarakat,sehingga tidak perlu promosi.
Karena produk perusahaan sudah di kenal luas oleh masyarakat maka perusahaan industri menjadi lebih mudah di dalam usaha nya merebut simpati konsumen
2.       Investasi Tidak Langsung (Indirect Invesment)
Yang termasuk dalam penanaman modal tidak langsung ini mencakup kegiatan transaksi di pasar modal dan di pasar uang. Penanaman modal tersebut disebut penanaman modal jangka pendek karena pada umumnya mereka melakukan jual beli saham dan/ mata uang dalam jangka waktu yang relatif singkat tergantung fluktuasi nilai saham dan mata uang yang hendak mereka perjual-belikan. Karenanya pasar modal dipandang sebagai salah satu sarana yang efektif untuk mempercepat pembangunan suatu negara.
Hal ini dimungkinkan karena pasar modal merupakan wahana untuk dapat menggalang pengerahan dana dari masyarakan untuk disalurkan ke sektor-sektor produktif. Apabila pengerahan dana masyarakat melalui lembaga-lembaga keuangan maupun pasar modal sudah dapat berjalan dengan baik, maka dana pembangunan yang bersumber dari pinjaman luar negeri akan berkurang.
B.     PERDAGANGAN INTERNASIONAL DAN KINERJ  PASAR DOMESTIK
Analisis struktur- prilaku –kinerja pasar menyatakan kemampuaan perusahaaan – perusahaan domestik menetapkan kekuatan pasar akan berkurang bila saja di dalam pasar terjadi persaingan dengan pemasok – pemasok asing.
 Hal ini sejalan prediksi teori penentuan harga batas, hadir nya produsen kecil di dalam pasar yang mampu melakukan ekspansi output secara cepat bila keadan menguntungkan akan membatasi kemampuan perusahaan – perusahaan dominan mempertahan kan harga di atas marginal. Pemasok – pemasok asing yang dapat menggeser output mereka dari satu pasar ke pasar lainnya memiliki kemampuaan yang serupa seperti hal nya produsen kecil tadi sehingga perusahaan – perusahaan domestik tidak dapat secara lelusa di dalam mengatur harga pada pasaran domestik
Di samping itu, perusahaan asing seperti hal nya perilaku oligopoli kolusif mereka akan menjadi sukses menguasai pasar bila saja memiliki bagian pasar yang luas. Perusahaan tersebut akan menjadi pemimpin di dalam pasar, sebalik nya perusahaan domestik pada giliran nya menjadi pengikut.stephen martin memperlihatkan, price- cost margin akan menjadi makin rendah bila impor suatu negara makin tinggi di bandingkan dengan pengapalan barang yang di lakukan oleh perusahaan – perusahaan domestik. Di samping itu, hall hill memperlihatkan pula, perusahaan – perusahaan asing yang berkembang di indonesia pada umum nya lebih efisien di banding kan dengan perusahaan domestik.
JAKARTA, kabarbisnis.com:
 Kinerja ekspor Indonesia pada tahun 2016 ini dinilai berada pada posisi terendah.Pemerintah dinilai terlalu lamban mengantisipasi dampak dari perlambatan ekonomi dunia dan terkontraksinya perdagangan internasional.
Kinerja ekspor kita tahun ini sudah mencapai titik nadir, paling rendah ekspor kita," ujar Pengamat Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus di Jakarta, Kamis (29/12/2016).
Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag), Ahmad mengungkapkan  kinerja neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari-Oktober 2016 terkontraksi signifikan sebesar 15,81%.Pelemahan ekspor lebih besar negatif 8,04% dibanding impor minus 7,50%.
Dalam kurun waktu 5 tahun, ekspor Indonesia turun terus akibat perlambatan ekonomi global, industri mengalami kontraksi karena pemerintah lambat mendiversifikasi atau mencari pasar potensial di negara lain yang bisa diisi‎ produk dalam negeri,"ujarnya.
Selain itu, Ahmad berpendapat kinerja ekspor terus susut karena pemerintah tidak mampu mempertahankan daya saing produk dalam negeri di pasar luar negeri. Salah satunya produk tekstil.Produk tekstil Indonesia yang sebelumnya sangat diminati di Amerika Serikat (AS), kini digeser pesaing lain, seperti Bangladesh, Sri Lanka, dan Vietnam.
"Kita harus mengembalikan daya saing produk dalam negeri di pasar internasional supaya bisaa terjaga atau tidak tersalip lagi oleh kompetitor lain," terangnya.
Sementara dari sisi kinerja impor, sambung Ahmad terjadi kenaikan impor barang konsumsi. Meski secara keseluruhan, kinerja impor juga mengalami penurunan. Ahmad menilai kondisi ini mencerminkan pasar Indonesia menjadi semakin liberal dan terbuka.
Namun sayangnya, produk-produk dalam negeri malah kesulitan bersaing di pasar global, sehingga berdampak membanjirnya barang-barang impor."Ternyata, tingginya impor barang konsumsi Indonesia terjadi akibat minimnya hambatan non tarif .
Sementara itu, di sisi lain, kata Ahmad dengan daya saing perdagangan yang terus melemah, maka laju ekspor itu terus mencapai titik nadir atau titik terendah dalam beberapa tahun ini."Hal itu memang karena global melambat yang menyebabkan industri kita mengalami kontraksi. Tapi di saat yang sama, pemerintah juga lambat dalam mencari potensi pasar baru. Sekarang baru kita merasakan dampaknya," tuturnya.
Ahmad membandingkan dengan di negara lain yang justru menerapkan hambatan perdagangan non tarif yang semakin proteksionis. Sekalipun itu negara maju yang menggunakan slogan pasar bebas."Kita justru yang paling liberal dibandingkan Amerika Serikat sekalipun. Jadi sebenarnya surplus neraca perdagangan sekarang ini sudah tidak sehat karena bukan ditopang dari ekspor, melainkan dari penurunan impor. Tahun depan tidak boleh dilanjutkan tren surplus neraca dagang seperti itu," harapnya.
Pemerintah,kata Ahmad harus memperbanyak kebijakan hambatan perdagangan non-tarif, namun harus dibarengi dengan data yang kuat. "Dan kebijakan itu mestinya jangan sampai mudah dibuat partner kita di WTO," pungkasnya.kbc11



BAB III

PENUTUP


A.     KESIMPULAN
berdasarkan hasil pembahasan pada bab sebelumnya, maka dapat   ditarik suatu kesimpulan yaitu:

1.      jika dilihat dari sumber-sumbernya maka arus modal masuk terdiri dari ekspor, investasi langsung,(pma) yang  masuk ke indonesia, investasi portofolio di indonesia dan yang terakhir yaitu utang luar negeri.
   
2.      peningkatan arus modal masuk (capital inflow), dalam bentuk investasi asing jangka panjang maupun utang luar negeri, sangat penting bagi indonesia terutama pada masa krisis ekonomi.


3.      modal asing diperlukan selain untuk meningkatkan investasi(capital formation) di dalam negeri, selama tidak menimbulkan dampak negatif, juga untuk membiayai defisit transaksi berjalan (impor) atau menutupi cadangan devisa.

4.      agar ekspor mampu bersaing di pasar internasional indonesia harus mampu menigkatkan kualitas produknya supaya tidak kalah bersaing dan terus mengembangkan muatan  inovasi produknya agar bisa memenangkan persaingan dalam beberapa tahun ke depan.
B.       SARAN
 berdasarkan kesimpulan yang telah dikemukakan dalam makalah ini, maka saran penulis adalah:

1.      mobilitas dana di indonesia berupa arus modal masuk (capital inflow) harus terus ditingkatkan baik dalam bentuk investasi langsung, investasi portofolio,serta menigkatkan ekspor dan tidak sepenuhnya menutupi kekurangan devisa dengan melakukan utang luar negeri.

2.      pemerintah harus memperhatikaninvestasi langsung (pma) di indonesia karena investasi langsung (pma)  menjadi sumber tumbuhnya teknologi, proses produksi, sistem organisasi, dan keterampilan manajemen baru.


































DAFTAR PUSTAKA


lindert, peter h.1994. ekonomi internasional. jakarta: bumi aksara
sukirno, sadono.2004. makroekonomi (teori pengantar). jakarta: pt. raja grafindo persada..
http://hati-hati-dengan-arus-modal-masuk-ke-indonesia&catid=50:wacana-redenominasi&itemid=77 (diakses tanggal  17 oktober 2011)
http://www.google.co.id/teori aliran modal masuk asing (diakses tangga 18 oktober 2011)

























Rabu, 07 Desember 2016

perilaku organisasi


MAKALAH
PERILAKU ORGANISASI
tentang
SISTEM INFORMASI KOMPUTER

Description: Hasil gambar untuk logo ummy


Disusun oleh
DEPITA AMELIA
ISMI MAULIA
JASKARNI




Dosen pembimbing
Drs. M .ILYAS., MM




PROGRAM STUDY PENDIDIKAN EKONOMI
FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MAHAPUTRA MUHAMMAD YAMIN SOLOK
2016



KATA PENGANTAR

            Puji syukur kami sampaikan pada Sumber dari segala Ilmu Pengetahuan, Sang Maha Kuasa Allah SWT,  yang telah memberikan kami nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga dapat menyelesaikan makalah dalam bentuk yang sangat sederhana ini. Tak lupa shawalat serta salam kami curahkan pada Baginda Besar yang telah menyebarkan agama Islam yang sudah terbukti kebenaranya dan semakin terbukti kebenarannya Rasulullah Muhammad SAW.
            Kami  menyadari bahwa makalah Sistem Informasi Manajemen(SIM) ini masih jauh dari tingkat kempurnaan, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang dapat membangun dimasa yang akan datang. Kami juga sangat berterimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu kami, baik dalam segi motivasi, penulisan, dan output dari penyelesaian makalah ini.
            Semoga Allah SWT memberikan balasan pahala atas amal yang telah diberikan kepada kami dan semoga makalah ini bermanfaat bagi kami khususnya dan masyarakat pada umumnya. Amii
BAB I
Pendahuluan
A.    Latar Belakang
Abad 20 yang lalu serinng disebut abad informasi karena kenyataan bahwa informasi sangat penting dalam kehidupan manusia, termasuk juga dalam kehidupan bisnis.dengan informasi manusia dapat memperoleh apa yang telah terjadi pada lingkungannya bahkan dari luar lingkungannya. Informasi dari berbagai unsur perusahaan menjadi perhatian bagi para manajer perusahaan dalam pelaksanaan transaksi-transaksi yang dilakukan perusahaan.
Tanpa informasi internal maupun informasi eksternal, sulit bagi para menajer untuk mengambil berbagai keputusan dalam perusahaan. Informasi internal harus disiapkan sendiri oleh berbagai unsur perusahaan, sedangkan informasi eksternal diperoleh baik dari alat-alat komunkasi modern seperti mass-media, alat-alat komunikasi seperti telepon, handphone, TV, atau dari internet.
Kemajuan alat komunikasi pada melinium ketiga semakin mempermudah perolehan informasi dari berbagai sumber untuk berbagai kepentingan terutama dalam berbagai pengambilan keputusan didalam perusahaan, itulah sebabnya sangat dirasakan pentingnya mengelolah informasi secara terintegrasi pada setiap organisasi perusahaan.  Oleh karena itulah focus utama dari system informasi manajemen adalah bagaimana mengelolah informasi sebaik-baiknya agar dapat menjadi alat pembantu bagi setiap manajer dalam pengambilan keputusan.
System informasi manajemen telah aada jauh sebelum teknologi informasi yang berbasiskan computer hadir. Akan tetapi dengan adanya computer sebagai salah satu bentuk revolusi dalam teknologi informasi, computer telah dengan menakjubkan mampu memproses data secara cepat dan akurat bahkan menyajikan informasi yang sekiranya dilakukan secara menual tanpa bantuan computer memerlukan waktu berhari-hari bahkan bermingggu-mingggu
Dalam kenyataannya Peran System Informasi Manajemen akan lebih terasa bagi perusahaan-perusahaan besar. Bagi perusahaan-perusahaan besar, kebutuhan untuk mengumpulkan data dan informasi secara skala besar dan dalam waktu yang cepat lebih dirasakan kepentinganya berbanding dengan perusahaan-perusahaan menengah apalagi kecil. Oleh karena itu, dalam aplikasinnnya, suatu perusahaan perlu menimbang-nimbang kepentingan penggunaan system informasi ini diantaranya berdasarkan dari skala perusahaan, jumlah tenaga kerja, pola kominikasi serta jaringan perusahaan dalam dunia bisnis dalam lingkungannya.
B.     Rumusan Masalah
1.      Menjelaskan pengertian sitem informasi manajemen?
2.      Menjelaskan komponen dalam system informasi manajemen
3.      Menjelaskan fungsi,tugas, dan tujuan system informasi komputer

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Sistem Informasi Manajemen
Sistem merupakan suatu totalitas himpunan bagian-bagian yang satu sama lain berinteraksi dan bersama-sama beroperasi mencapai suatu tujuan tertentu didalam suatu lingkungan, sedangkan Informasi  merupakan data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan Manajemen adalah ketatalaksanaan proses pengunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran tertentu. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa Sistem Informasi Manajemen(SIM) adalah suatu system manusia/mesin yang terpadu yang menyediakan informasi untuk mendukung fungsi-fungsi operasi manajemen dan pengambilan keputusan di dalam organisasi. Adapun SIM  juga dapat didefenisikan sebagai suatu pendekatan dalam menajemen untuk mengumplkan data, memproses dat tersebut dan menganalisnya untuk menghasilkan data dan menyajikan informasi sebagai landasan untuk pengambilan keputusan perusahaan.
Informasi dapat diibaratkan sebagai darah yang mengalir di dalam tubuh manusia, seperti halnya informasi di dalam sebuah perusahaan yang sangat penting untuk mendukung kelangsungan perkembangannya, sehingga terdapat alasan bahwa informasi sangat dibutuhkan bagi sebuah perusahaan. Akibat bila kurang mendapatkan informasi, dalam waktu tertentu perusahaan akan mengalami ketidakmampuan mengontrol sumber daya, sehingga dalam mengambil keputusan-keputusan strategis sangat terganggu, yang pada akhirnya akan mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan pesaingnya. Disamping itu, sistem informasi yang dimiliki seringkali tidak dapat bekerja dengan baik. Masalah utamanya adalah bahwa sistem informasi tersebut terlalu banyak informasi yang tidak bermanfaat atau berarti (sistem terlalu banyak data). Memahami konsep dasar informasi adalah sangat penting (vital) dalam mendesain sebuah sistem informasi yang efektif (effective business system). Menyiapkan langkah atau metode dalam menyediakan informasi yang berkualitas adalah tujuan dalam mendesain sistem baru.   Sebuah perusahaan mengadakan transaksi-transaksi yang harus diolah agar bisa menjalankan kegiatannya sehari-hari. Daftar gaji harus disiapkan, penjualan dan pembayaran atas perkiraan harus dibutuhkan: semua ini dan hal-hal lainnya adalah kegiatan pengolahan data dan harus dianggap bersifat pekerjaan juru tulis yang mengikuti suatu prosedur standar tertentu. Komputer bermanfaat utnuk tugas-tugas pengolahan data semacam ini, tetapi sebuah sistem informasi menajemen melkasanakan pula tugas-tugas lain dan lebih dari sekedar sistem pengolahan data. Adalah sistem pengolahan informasi yang menerapkan kemampuan komputer untuk menyajikan informasi bagi manajemen dan bagi pengambilan keputusan.
Sistem informasi manajeman digambarkan sebagai sebuah bangunan piramida dimana lapisan dasarnya terdiri dari informasi, penjelasan transaksi, penjelasan status, dan sebagainya. Lapisan berikutnya terdiri dari sumber-sumber informasi dalam mendukung operasi manajemen sehari-hari. Lapisan keriga terdiri dair sumber daya sistem informasi untuk membantu perencanaan taktis dan pengambilan keputusan untuk pengendalian manajemen. Lapisan puncak terdiri dari sumber daya informasi utnuk mendukung perencanaan dan perumusan kebijakan oleh tingkat manajemen. Sistem ini menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) komputer, prosedur pedoman, model manajemen dan keputusan, dan sebuah “data base”.
Pada dasarnya orang dapat membahas sistem informasi manajemen tanpa komputer, tetapi adalah kemampuan komputer yang membuat SIM terwujud. Persoalannya bukan dipakai atau tidaknya komputer dalam sebuah sistem informasi manajemen, tetapi adalah sejauh mana berbagai proses akan dikomputerkan. Gagasan suatu sistem informasi/keputusan berdasarkan komputer berarti automatisasi total. Konsep sistem manusia/mesin menyiratkan bahwa sebagian tugas sebaiknya dilaksanakan oleh manusia, dan lainnya lebih baik dilakukan oleh mesin. Dalam sebagian terbesar persoalan, manusia dan mesin membentuk sebuah sistem gabungan dengan hasil yang diperoleh melalui serangkaian dialog dan interaksi antara komputer dan seorang manusia pengolah.
Kenyataan bahwa sebuah SIM adalah berdasarkan komputer berarti bahwa para perancang harus memilih pengetahuan cukup mengenai komputer dan penggunaannya dalam pengolahan informasi. Konsep manusia/mesin bahwa perancang sebuah sistem informasi manajemen harus memahami kemampuan manusia sebagai pengolah informasi dan perilaku manusia dalam mengambil keputusan.

B.     Komponen dalam Sistem Informasi Manajemen
Bagi perusahaan-perusahaan besar, kepetingan system informasi manajemen rasanya sudah tidak dapat diabaikan. Sistem infomarsi menajemen dibeberapa perusahaan besar setidak-tidaknya memiliki 5 komponen, yaitu :
a.       Sistem Pemprosesan Data (Data Proscesing System)
Dimana system ini merupakan subsistem dari SIM yang melakukan proses penyesuaian (update) atas berbagai database yang terdapat dalam perusahaan dan menyajikannya dalam bentuk informasi terkini sebagaimana dibutuhkan oleh manajemen perusahaan. System pemprosesan data ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu batch processing dan online processing. Pemprosesan data secara batch adalah pengaupdatean database melalui pengumpalan data pada satu periode tertentu untuk kemudian dilakukan update pada satu waktu tertentu secara serentak. Pemprosesan data secara online adalah pendekataan yang melakukan update terus-menerus mengikuti proses pemasukan data yang terbaru.
b.      Sistem Pelaporan Manajemen ( Management Reporting System)
Sistem pelaporan manajemen mengumpulkan data untuk kemudian diproses untuk menghasilkan informasi atau laporan yang diperlukan oleh manajer dalam menentukan perencanaan dan mengambil keputusan. Beberapa jenis pelaporan manajemen yang sudah dikenal dan dinyatakan, sebagai berikut
a)      Laporan Detail (Detail Report). Laporan yang memuat informasi detail dari setiap transaksi yang dilakukan oleh perusahaan berdasarkan waktunya serta informasi detail lainnya.
b)      Laporan Ringkas(Summary Report). Laporan ini memuat beberapa informasi penting yang diperlukan, yaitu pada manajemen pada level yang lebih tinggi.
c)      Laporan Pengecualian(Exception Report). Merupakan laporan yang menyampaikan beberapa penyimpangan atas strandar tertentu yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
d)     Laporan Atas Permintaan(On Demand Report). Laporan ini dilaporkan atas dasar permintaan saja.
c.       Sistem Pendukung Dalam Pengambilan Keputusan(Decision Support System)
System ini secara terprogram mampu menjawab beberapa kasus dalam perusahaan yang menyangkut jawaban atas pertanyaan “bagamana apabila”. Decision Support System dapat dikatakan sebagai sistem komputer yang mengolah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah semi-terstruktur yang spesifik.
Tujuan dari Decision Support System (DSS) antara lain adalah :
1.      membantu manajer membuat keputusan untuk memecahkan masalah semi struktur
2.      mendukung penilaian manajer bukan mencoba menggantikannya
3.      meningkatkan efektifitas pengambilan keputusan seorang manajer dari pada efisiensinya.
Tahap-tahap dalam pengambilan keputusan antara lain adalah :
1)      kegiatan intelijen,
2)      kegiatan merancang,
3)       kegiatan memilih dan menelaah.
Kegiatan intelijen ini merupakan kegiatan mengamati lingkungan untuk mengetahui kondisi-kondisi yang perlu diperbaiki. Kegiatan ini merupakan tahapan dalam perkembangan cara berfikir. Untuk melakukan kegiatan intelijen ini diperlukan sebuah sistem informasi, dimana informasi yang diperlukan ini didapatkan dari kondisi internal maupun eksternal sehingga seorang manajer dapat mengambil sebuah keputusan dengan tepat.
Kegiatan merancang merupakan sebuah kegiatan untuk menemukan, mengembangkan dan menganalisis berbagai alternatif tindakan yang mungkin untuk dilakukan. Tahap perancangan ini meliputi pengembangan dan mengevaluasi serangkaian kegiatan alternatif. Pertimbangan-pertimbangan utama telah diperkenalkan oleh Simon untuk melakukan tahapan ini, apakah situasi keputusan ini terprogram atau tidak. Sedangkan kegiatan memilih dan menelaah ini digunakan untuk memilih satu rangkaian tindakan tertentu dari beberapa yang tersedia dan melakukan penilaian terhadap tindakan yang telah dipilih.
Perangkat lunak DSS sering disebut juga dengan DSS generator. DSS generator ini berisi modul-modul untuk database, model dan dialog manajemen. Modul database ini menyediakan beberapa hal, seperti: creation, interrogation dan maintenance untuk DSS database. DSS database memiliki kemampuan untuk menemukan sistem database yang telah disimpan. Sedangkan modul model digunakan untuk menyajikan kemampuan membuat, menjaga dan memanipulasi ke dalam bentuk model matematika. Model dasar ini menampilkan electronic spreadsheet. Model dialog digunakan untuk menarik perhatian para pengguna untuk berhubungan langsung antara pengguna dengan komputer dalam mencari solusi.
 DSS digunakan dalam suatu perusahaan dengan alasan :
1.      Perusahaan beroperasi pada ekonomi yang tidak stabil.
2.      Perusahaan dihadapkan pada kompetisi dalam dan luar negeri yang meningkat.
3.      Perusahaan menghadapi peningkatan kesulitan dalam hal melacak jumlah operasi-operasi bisnis.
4.      Sistem komputer perusahaan tidak mendukung peningkatan tujuan perusahaan dalam hal efisiensi, profitabilitas dan mencari jalan masuk di pasar yang benar-benar menguntungkan.
Sedangkan Dampak dari pemanfaatan Decision Support System (DSS) antara lain :
a)      Masalah-masalah semi struktur dapat dipecahkan.
b)      Problem yang kompleks dapat diselesaikan.
c)      Sistem dapat berinteraksi dengan pemakainya.
d)     Dibandingkan dengan pengambilan keputusan secara intuisi, pengambilan keputusan dengan DSS dinilai lebih cepat dan hasilnya lebih baik.
e)      Menghasilkan acuan data untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh manajer yang kurang berpengalaman.
f)       Untuk masalah yang berulang, DSS dapat memberi keputusan yang lebih efektif.
g)      Fasilitas untuk mengambil data dapat memberikan kesempatan bagi beberapa manajer untuk berkomunikasi dengan lebih baik.
h)      Meningkatkan produktivitas dan kontrol dari manajer. 
d.      Sistem Otomasi Kantor (Office Automatic System)
Otomatisasi dalam bahasa Inggris disebut automation memiliki padanan kata mechanization dan computerization (Lernout & Hauspie Speech Products N.V., 1993). Automation memiliki dua makna yaitu 1) the use of automatic equipment to save mental and manual labour (penggunaan peralatan otomatis untuk menghemat pikiran dan tenaga) dan 2) the automatic control of the manufacture of a product through its successive stages (kendali otomatis dalam pembuatan suatu produk dengan tahapan yang sistematis). Mechanization yang memiliki kata kerja mechanize memiliki arti give a mechanical caracter to (menerapkan sistem mekanis), dan compurization dengan kata kerja computerize mengandung makna 1) equip with a computer, install a computer in (menggunakan komputer) dan 2) store, perform, or produce by computer (menyimpan, melaksanakan, atau menghasilkan dengan komputer) (AND Complex for Windows, 1993).
Uraian definisi otomatisasi di atas, menunjukkan esensi makna otomatisasi yaitu proses penggunaan peralatan otomatis yang memiliki sistem kerja sistematis. Otomatisasi akan berdampak pada pengurangan penggunaan tenaga manusia, yang tentu saja akan menimbulkan masalah tersendiri dan akan kita bahas dalam sub bab yang akan datang.
Otomatisasi sangat berkaitan erat dengan mekanisasi dan komputerisasi. Hal ini mengisyaratkan bahwa otomatisasi berarti penggunaan alat-alat mekanis dan lebih khususnya komputer. Dengan kata lain, membahas otomatisasi berarti mengupas berbagai peralatan mekanis dan komputer, tentu saja dengan tetap memperhatikan relevansinya dengan objek yang diotomatisasi, dalam hal ini perkantoran. Terkait kegiatan yang berhubungan dengan pelayanan (services) dalam perolehan, pencatatan, penyimpanan, penganalisaan, dan pengkomunikasian informasi.Cakupan aktivitas perkantoran meliputi kegiatan-kegiatan seperti pencatatan, pembuatan dan pengolahan naskah (word processing); penyajian/display, pengelompokan/sortir, dan kalkulasi data (spreadsheet); pengelolaan database; melakukan perjanjian,  pertemuan, dan penjadwalan (appointment); presentasi; korespondensi; dokumentasi; dan sebagainya.
Otomatisasi perkantoran berarti pengalihan fungsi manual peralatan kantor yang banyak menggunakan tenaga manusia kepada fungsi-fungsi otomatis dengan menggunakan peralatan mekanis khususnya komputer. Waluyo (2000) menegaskan bahwa era otomatisasi perkantoran dimulai bersamaan dengan berkembangnya teknologi informasi, penggunaan perangkat komputer untuk keperluan perkantoran.
Otomatisasi penting dilakukan dalam upaya meraih efektivitas dan efisiensi proses/kegiatan perkantoran. Seiring dengan desakan global dan perkembangan teknologi informasi yang menuntut terselesaikan proses pengolahan informasi secara cepat dan akurat, kebutuahn peralihan metode dari manual ke otomatis sudah menjadi keniscayaan untuk segera dipenuhi. Namun, bukan berarti dengan serta merta meninggalkan seluruh proses manual dan memangkas tenaga kerja, sebab banyak aspek-aspek lain yang harus menjadi pertimbangan dalam melakukan otomatisasi
System otomasi kantor ini merupakan system komunikasi. Komunikasi dalam perusahaan dan kantor pada masa ini memanfaatkan jaringan computer untuk melakukan komunikasi satu sama lain melalui computer yang terkoneksi melalui jaringan tertentu. Dianatar system aplikasi ini adalah
a)      System Pemprosesan Kata(Word Processing System), yaitu system untuk mengirimkan pesan-pesan kepada pegawai-pegawai
b)      Sistem Surat Elektronik(E-mail System), yaitu system untuk melakukan komunikasi secara langsung kepada staf lain sekalipun berbeda ruangan atau tempat.
c)      Sistem Penjadwalan Depeartemen(Departement Scheduling System), yaitu system untuk melakukan penjadwalan pertemuan dan berbagai aktivitas dalam sebuah perusahaan.
d)     Telepon Seluler(Celuler Phone), yaitu jasa pemakaina telepon yang bias digunakan dan dihubungkan dimanapun seseornag berada.
e)       Sistem Peranta (Pager System), yaitu jasa pengiriman pesan singkat melalui operator tertentu.
e.       Sistem Pintar (Expert System)
System pintar adalah system kompuetr yang memberikan informasi kepada manajer hal-hal yang biasanya dibutuhkan dan diperoleh dari seorang pakar atau konsultan. ilmu kecerdasan buatan merupakan salah satu diantaranya. Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) adalah ilmu pengetahuan tentang bagaimana membuat suatu peralatan (mesin) sedemikian rupa sehingga menyerupai kepandaian manusia.dimana bekerja berdasarkan simbolsimboldan metoda non algoritmik guna memecahkan suatu persoalan Sistem Pakar (Expert System) adalah bagian dari ilmu kecerdasan buatan dimana berupa perangkat lunak komputer yang mempunyai keahliah tertentu. Keahlian yang dimilikinya bersumber pada ilmu pengetahuan (knowledge) dan ditambah dengan pengalaman praktis yang dimiliki oleh seorang pakar (Expert). Dengan kemampuan demikian, Sistem Pakar akan sangat berguna sebagai alat bantu (tool) dalam menyelesaikan masalah yang rumit. Pada makalah ini dibahas tentang aplikasi dari Sistem Pakar untuk membantu suatu pengelolaan instrumentasi alat ukur dari suatu sistem akuisisi data. Sistem akuisisi data adalah suatu sistem perolehan data dari suatu pengukuran, data yang diperoleh disimpan dalam komputer untuk pengolahan lebih lanjut. Sistem akuisisi data terdiri dari pengkuran, pengumpulan dan pengolahan data. Elemen dasar pada sistem ini yaitu sensor, alat ukur elektronik (instrumentasi), antarmuka (interface) dan perangkat komputer. Untuk mendapatkan hasil yang baik dari sistem ini diperlukan pula kualitas dan tingkat kondisi yang "sehat" (baik) dari setiap elemen. Dengan demikian diperlukan adanya pengelolaan dan perawatan elemen sistem dengan benar dan baik. Pengelolaan ini akan menjadi rumit seiring dengan jumlah dan macam dari elemen. Sistem yang dirancang ini adalah suatu alat bantu yaitu berupa perangkat lunak yang dijalankan di komputer sistem akuisisi tersebut.
Pada aspek pertama, komputer dan instrumen alat ukur harus sudah terhubung dan dapat saling berkomunikasi. Aspek kedua, komputer dapat mengontrol alat ukur tersebut serta dapat mengambil dan mengumpulkan data status/kondisi dari setiap alat ukur dengan lengkap. Data yang lengkap ini menjadi suatu fakta yang kemudian diproses dengan algoritma Sistem Pakar.
Dengan menggunakan teknik aplikasi Sistem Pakar, dihasilkan suatu program sistem perawatan instrumentasi alat ukur yang dapat melakukan pemantauan, melacak dan diagnosa kerusakan instrumentasi serta dapat memberikan saran atas kerusakan atau kesalahan alat ukur tersebut. Sistem ini merupakan alat bantu otomatis yang mempunyai kemampuan analis dan daya nalar terhadap suatu masalah. Uji coba sistem dilakukan untuk menguji dari kinerja rancangan perangkat lunak yang telah disusun pada suatu sistem akuisisi yang telah berjalan.
Program sistem perawatan instrumentasi alat ukur yang pintar ini akan sangat membantu bagi proses pengelolaan sistem dan pada akhirnya akan menunjang kualitas dari sistem data akuisisi. Model sistem pengelolaan instrumentasi alat ukur ini dapat dikembangkan untuk aplikasi khusus lainnya, misalkan suatu system pengelolaan suatu instrumentasi jarakjauh {remote system).
C.     Fungsi, Tugas dan Tujuan SIM
Sistem Informasi Manajemen memiliki dua fungsi. Fungsi pertama adalah fungsi pengumpulan data internal maupun eksternal perusahaan secara sistematik yang secra periodic mengalami penyesuaian, seperti data-data penjualan perusahaan secara periodic, barang-barang inventori, biaya harga,  jumlah dan trend produksi, serta jumlah tenaga kerja didalam perusahaan. Data-data eksternal seperti perilaku perusahaan pesaing, tren pasar, tren demografi termasuk didalamnya perilaku konsumen, hukum-hukum atau undang-undang yang diberlakukan dalam dunia bisnis, setra misalnya perubahan terjadi pada perusahaan penyuplai barang dan transportasi. Fungsi kedua adalah pemprosesan data menjadi informasi yang bermanfaat bagi para pengambil keputusaan manajemenen. Data-datang yang telah dikumpul kemudian diklasifikasikan, diolah, dan dianlaisis atas dasar fungsi-fungsi tertentu sesuai dengan kepentingan perusahaan. Hasil dari kedua fungsi terseut kemudian disajikan dala suatu bentuk laporan yang membuat informasi-infomasi penting yang yang dibutuhkan perusahaan, terutamanya bagi pengambil keputusan dan manajemen perusahaan.
Selain dari fungsi utamanya Sistem Informasi Manajamen juga mempunyai tugas lain yang penting. Adapun tugas SIM sebagai berikut :
a.       Pengelolaan Transaksi
b.      Perencanaan Operasional
c.       Perencanaa Teknis
d.      Perencanaan Stategis
Pada kegiatan pertama SIM akan menyajikan informasi untuk fyungsi pengelolaan transaksi, penjelasan status dan lain sebagainya. Pada kegiatan berikutnya Sistem Informasi Manajemen akan menyajikan informasi-informasi juga mendukung kegiatan operasional perusahaan sehari-hari. Selanjutnya Sistem Informasi Manajemen akan menyajikan informasi unttuk perencanaan takn\tis dan mengambilan keputusan untuk pengendalian opersioanla perusahaan. Pada akhirnya Sistem Informasi Manajemen akan berguna untuk perencanaan startegis dan kebijakan dalam pengambilan keputusan bagi manajemen puncak.
Tujuan Sisitem Informasi Manajemen adalah untuk meningkat efektivitas para menajer yang menggunakan Informasi tersebut. Peningkatan tersebut dapat dilakukan dengan cara :
a)      Mengusahakan sebanyak mungkin keputusan-keputusan yang diambil sebaai dasar tujuan organisasi.
b)      Melancarkan semua kegiatan yang bersifat rutin agar dapat mengurai waktu supervisi.
c)      Memberi tanda sejauh mungkin sebagai peringatan untuk menghadapi kesukaran yang mungkin timbul diluar dugaan.
d)     Menyajikan informasi kepada manajer yang akan membantu membuat keputusan yang lebih baik secara cepat dan tepat. Informasi harus jelas kepada manajer yang membutuhkan.
Adapun tujuan lainnya yaitu Sisem Informasi manajemen membantu segala jenis bisnis meningkatkan efesiensi dan efektivitas proses bisnis dalam pengambilan keputusan manajerial dan kerjasama kelompok kerja, hingga dapat memperkuat posisi kompetitif dalam pasar yang cepat berubah. Supaya informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi dapat berguna bagi manajamen, maka analis sistem harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan informasi yang dibutuhkannya, yaitu dengan mengetahui kegiatan-kegiatan untuk masing-masing tingkat (level) manajemen dan tipe keputusan yang diambilnya. Berdasarkan pada pengertian-pengertian di atas, maka terlihat bahwa tujuan dibentuknya Sistem Informasi Manajemen atau SIM adalah supaya organisasi memiliki informasi yang bermanfaat dalam pembuatan keputusan manajemen, baik yang meyangkut keputusan-keputusan rutin maupun keputusan-keputusan yang strategis.
Sehingga SIM adalah suatu sistem yang menyediakan kepada pengelola organisasi data maupun informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas organisasi.
Beberapa penjabaran fungsi sistem informasi antara lain adalah sebagai berikut:
a.       Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya prantara sistem informasi.
b.      Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.
c.       Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.
d.      Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem informasi.
e.       Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.
f.       Mengantisipasi dan memahami konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem informasi dan teknologi baru.
g.      Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem.
h.      Organisasi menggunakan sistem informasi untuk mengolah transaksi-transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka.
.




























BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Sistem Informasi Manajemen (SIM) adalah suatu system manusia/mesin yang terpadu yang menyediakan informasi untuk mendukung fungsi-fungsi operasi manajemen dan pengambilan keputusan di dalam organisasi. . Sistem informasi manajeman digambarkan sebagai sebuah bangunan piramida dimana lapisan dasarnya terdiri dari informasi, penjelasan transaksi, penjelasan status, dan sebagainya. Lapisan berikutnya terdiri dari sumber-sumber informasi dalam mendukung operasi manajemen sehari-hari. Lapisan keriga terdiri dair sumber daya sistem informasi untuk membantu perencanaan taktis dan pengambilan keputusan untuk pengendalian manajemen. Lapisan puncak terdiri dari sumber daya informasi utnuk mendukung perencanaan dan perumusan kebijakan oleh tingkat manajemen. Sistem ini menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) komputer, prosedur pedoman, model manajemen dan keputusan, dan sebuah “data base”.
Sistem infomarsi menajemen sendiri memiliki 5 komponen, yaitu : Sistem Pemprosesan Data (Data Proscesing System), Sistem Pelaporan Manajemen ( Management Reporting System), Sistem Pendukung Dalam Pengambilan Keputusan(Decision Support System), Sistem Otomasi Kantor (Office Automatic System) dan Sistem Pintar (Expert System. Sistem Informasi Manajemen memiliki dua fungsi utama. yaitu fungsi pengumpulan data internal maupun eksternal dan fungsi  pemprosesan data menjadi informasi yang bermanfaat bagi para pengambil keputusaan manajemenen. \
B.     Saran
Pembuatan makalah ini sangat jauh dari kesempurnaan, karena keterbatasan sumber yang kami peroleh. Sehingga isi dari makalah ini masih bersifat umum, oleh karena itu kami harapkan agar pembaca bisa mecari sumber yang lain guna membandingkan dengan pembahasan yang kami buat, guna mengoreksi bila terjadi kelasahan dalam pembuatan makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA

Manullang .M, 2002, Pengantar Bisnis, ugm Gadjah Mada University Press, Yogyakarya.
Sadono Sukirno., Wan Sabri Husin., Danny Indrianto., Charles Sianturi., Kurniawan Saefullah., 2006, Pengantar Bisinis, Kencana, Jakarta.