A.
PENGERTIAN
ADMINISTRASI PENDIDIKAN
Administrasi secara umum, karena administrasi
pendidikan merupakan aplikasi ilmu administrasi ke dalam bidang pendidikan.
Secara etimologi administrasi berasal dari bahasa latin ad dan administrateyang
menurut gei (1992) artinya melayani, membantu,menunjang,pencapaian tujuan
sehingga benar-benar tercapai. Pengertian administrasi menurut gie adalah
segenap rangkaian kegiatan penataan terhadap pekerjaan pokok yang dilakukan
oleh sekelompok orang dalam kerja sama mencapai tujuan tertentu. Selanjutnya
siahlian (1986) mendefinisikan administrasi sebagai keseluruhan proses
kerjasama antar dua orang atau lebih yang didasarkan atas rasional tertentu
untuk mencapau tujuan yang telah ditetapkan sebelumya. Nirhadi (1983)
mengartikan administrasi sebagai suatu kegiatan yang berupa proses pengelolahan
usaha kerja sama sekolompok manusia yang tergabung dalam suatu organisasi untuk
mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan sebelumnya aagar efektif dan
efisien.
Dari defenisi diatas makna administrasi dapat
diuraikan menjadi lima pengertian pokok yaitu:
a. Administrasi
merupakan kegiatan atau rangkaian manusia
b. Rangkaian
kegitab itu merupakan suatu proses dan bersifat dinamis
c. Proses
itu dilakukan bersama oleh sekelompok manusia yang tergabung dan satu
organisasi
d. Proses
itu dilakukan dalam rangkaian mencapai suatu tujuan yang telah di tetapkan
sebelumnya.
e. Proses
pengelolaan itu dilakukan agar tujuan dicapai secara efektif dan efisisen .
Disamping adanya pengertian pokok
administrasi juga ada unsure pokok administrasi . menurut siagian (1986) unsure
pokok administrasi adalah:
a) Adanya
sekelompok manusia(sedikitnya 2 orang)
b) Adanya
tujuan yang akan dicapai bersama.
c) Adanya
tugas/fungsi yang harus dilaksanakan (kegiatan kerjasama )
d) Adanya
peralatan dan perlengkapan yang diperlukan
Semua unsure pokok tersebut diatas perlu diikelola sedemikian
rupa sehingga tujuan dapat tercapai secaraefektif dan efisien.
Berdasarkan pengertian administrasi
diatas selanjutnya akan dilihat pengertian administrasi pendidikan. Ada
bermacam-macam perumusan administrasi pendidikan dikemukakan oleh orang sesuai
dengan titik pandangnya masing-masing. Menurut sutjipto& raflis (1994)
administrasi pendidikan dapat dilihat dari berbagai aspek: pertama: bila dilihat dari segi aspek kerja sama maka administrasi
pendidikan dapat diartikan kerjasama di antara orang-orang/personil sekolah
untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Pelaksanaan
kegiatan pokok pendidikan tidaklah mungkin dilakukan seorang diri oleh guru
tetapi perlu ada penataan oelh personil sekolah lainnya seperti kepala sekolah,
TU, Pustakawan, Laboran secara bersama sehingga kegiatan pendidikan dapat berlangsung
dengan baik. Jadi kegiatan kerja sama untuk mencapai tujuan pendidikan dapat
dipandang sebagai adminstrasi pendidikan. Kedua
daministrasi pendidikan dalah proses pencapain tujuan pendidikan yang
dimulai dari proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pemantauan dan
evaluasi dalam mencapai tujauan pendidikan.
Perencanan, meliputi kegiatan penetapan
tujuan apa yang infgin di capai, bagaimaman mencapainya, berpa orang yang akan
melakuakannya, dan berapa biaya yang diperlukan. Kegiatan perencanaan ini
dilakuakan sebelum suatu tindakan dilaksanakan.
Pengorganisasian . diartikan sebagai kegiatan
membagi tugas kepada orang yang terlibat dalam kerjasama pendidikan. Semua
personi sekolah mempunyai tugas masing-masing dan semua pelaksanaan tugas itu
menyumbang untuk tercapainya tujuan pendidikan.
Pengkoordinasian, mengandung makna agar
tugas yang telah dibagikan dikerjakan sesuai dengan aturan yang telah
ditetapkan, masing-masing orang mengetahui tugas masing-masing dan menjaga
jangan sampau terjadi tumpang tindidh. Waktu pelaksanaan tugas perlu menjadi
perhatian bersama, mana yang patut didahulukan mana yang terakhir harus
diketahui, sehingga kegiatan masiang-masing secara bersama, mana yang patut
didahulukan mana yang terakhir harus diketahui, sehingga kegiatan masing-masing
secara bersama menyumbang untuk pencapain tujuan pendidikan.
Pengarahan. Agar tugas-tugas yang telah
di tetapkan bagi masing-masing orang barjalan menurut aturan-aturannya maka
perlu diarahkan supaya tidak menyimpang dari ketentuang yang telah ditetapkan
sebelumya. Di samping pengarahan suatu kerjasama juga memerlukan
pemantauan/monitoing yaitu suatu kegiatan untuk mengumoulkan data dalam usaha
untuk mengetahui berapa jauh kegiatan pendidikan untuk mengumpulkan data dalam
usaha untuk mengetahui berapa jauh kegiatan untuk mengumpulkan data dalam usaha
untuk mengetahui berapa jauh kegiatan pendidikan telah mencapai tujuan nya dan
kesulitan apa yang ditemui dalam pelaksanaan itu.
Pemantauan dilakukan untuk mendapatkan
data untuk menetpkan apakah tujuan tercapai atau tidak. Proses kerjasama
pendidikan akhirnya harus dinilai untuk melihat apakah tujuanyang telah
ditetapkan tercapai dan kalau tidak apa kesulitan-kesulitannya. Penilaian ini
dapat berupa penilaian proses kegiatan atau penilaian hasil kegiatan pendidikan
tersebut.
Ketiga.administrasi
pendidikan dapat dilihat dari segi kerangka berfikir system. System adalah
keseluruhan yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berintieraksi satu sama
lain dalam proses mengolah masukan menjadi keluaran
|
Proses belajar
Guru
Kurikulum
Murid
Sarana prasarana
Organisasi
sekolah
|
Masukan
keluaran
Murid lulusan
Administrasi sebagai
suatu sistem
Dalam
melihat sekolah sebagai suatu system, harus dilihat, (a) masukannya yaitu
anak-anak diluar sisitem yang akan diolah,(b) proses yaitu kegiatan pendidikan
di sekolah, (c)keluaran adalahlulusan yang dihasilkan dari proses pendidikan
tersebut.
Mutu lulusan sangat bergantung pada mutu masukan,
masukan instrument dan proses pendidikan itu sendiri.dengan demikian kemampuan
awal murid, latar belakang murid, keadaan orang tua murid, mutu guru, mutu
saranaprasarana,iklim kerjasama diantara guru-guru, guru sesame guru- kepala
sekolah semuanya menentukan proses belajar mengajar/proses pendidikan yang yang
pada gilirannya menentukan kualitas lulusan .
Jika administrasi pendidikan dilihat sebagai suatu
system maka bagian-bagian system itu serta interaksinya satu sama lain perlu
menjadi perhatian supaya semua komponen system dapat berjalan sebagaiman
mestinya sehingga dapat menghasilkan keluaran yang berkualitas.
Keempat,administrasi
pendidikan dapat dilihat dari segi manajemen. Jika administrasi pendidikan
dilihat dari sudut ini perhatian hendaklah terbagi kepada usaha pemanfaatan
sumber-sumber yang ada dalam proses pendidikan. Apakah sumberdaya manusia dan
sumber daya non manusia suadah di dayagunakan untuk mencapai tujuan pendidikan
yang telah di terapkan. Apakah dalam mendayagunakan sumber-sumber tersebut
sudah efisien dan tidak terjadi pemborosan perlu menjadi perhatian
administrator.
Kelima,administrasi
pendidikan dapat dilihat dari segi kepemimpinan yaitu proses mempengaruhi
menggerakkan orang lain untuk bekerja lebih giat kea rah pencapaian tujuan.
Pencapaian tujuan-tujan pendidikan di tentukan oleh kemampuan pimpinan dalam
menggerakkan orang lain, mempengaruhi dan berkerja sama dan memberikan contoh
sehingga masing-masing anggota organosasi dapat mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.oleh karena itu administrator yang ingin berhasil harus memahami
terori dan praktik kepemimpina,serta mampu dan mau untuk melaksanakan
pengetahuan dan kemampuannya.
Keenam, administrasi
pendidikan dapat didilihat dari segi proses pengambilan keputusan. Kegiatan
kerjasama dalam proses pendidikan tidak luput dari pemecahan masalah yang
dihadapi, untuk memecahkan masalah tersebut diperlukan kemampuan dalam
mengambil keputusan yaitu kemampuan memilih tindakan yang terbaik darisejumlah
kemungkinan yang dapat dilakukan. Guru atau kepala sekolah dalam melaksankan
tugasnya setiap saat perlu mengambil keputusan yang terbaik bagi muridnya atau
bagi guru. Oleh karena itu mengambil keputusan ini ada resikonya maka
guru/kepala sekolah perlu mempunya ilmu yang menuntun pengambilan keputusan
yang baik.
Ketujuh.administrasi
pendidikan dapat dilihat dari segi komunikasi. Komunikasi adalah proses
pertukaran pesan antara si pengirim dengan si penerima baik secara verbal
maupun non verbal untuk merubah tingkah laku. Dalam proses kerjasama pendidikan
diperlukan komunikasi untuk menyampaikan apa yang perlu dilakukan atau apa yang
diinginkan untuk dilakukan sehingga kerjasam tersebut dapat terjadi sesuai
dengan yang dikehendaki. Tanpa ada komunikasi maka kerjasama tidak akan terjadi
dan administrasi tidak akanada.
Kedelapan,administrasi
pendidikan sering diartikan dalam perngertian sempit yaitu kegitan
ketatausahaan yang intinya adalah kegiatan catat-mencatat, mendokumentasikan
kegitan, mengelola surat menyurat deang segala aspeknya, serta mempersiapkan
laporan. Pengertian dalam arti sempit ini tidak salah karena memang setiap aspek
kegiatan administrasi memerlukan kegiatan pencatatan. Uraian diatas menjelaskan
pengertian administrasi pendidikan dilihat dari berbagai dimensi.
Selanjutnya puwanto(1999) mengemukakaan administrasi
pendidikan adalh “segenap proses pengarahan dan pengintegrasiakan
segalasesuatu, baik personil, spiritual maupun material, yang bersangkut paut
dengan pencapaian tujuan pendidika”. Di dalam proses administrasi pendidikan
segenap usaha orang yang terlibat dalam pencapaian tujuan pendidikan di
integrasikan, di organisasikan, di koordinasikan secar efektif dan semua materi
yang diperlukan dan yang telah ada di manfaatkan secara efisien. Menurut
depdibud administrasi pendidikan adalah “suatu proses keseluruhan kegiatan
bersama dalam bidang pendidikan yang meliputi; perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan, pelaporan, pengkoordinasian, pengawasa dan pembimbingan, dengan
menggunakan /me- manfaatkan fasilitas yang tersedia ,baik personil, materil,
maupun spiritual untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.
Berdasarkan batasan-batsan yang telah dikemukaakan
diatas perlu ditekankan bahwa:
a. Administrasi
pendidikan bukan hanya sekedar kegitan tatausaha seperti yang dilakukan di
kantor-kanto tata usaha sekolah.
b. Administrasi
pendidikan mencakup kegiatan-kegiatan yang luass, yang meliputi antaralai
kegiatan-kegiatan yang luas , yang
meliputi antara lain kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan,
pengawasan yang menyangkut bidang materi, personil dan spiritual dalam bidang
pendidikan.
c. Administrasi
pendidikan merupakan proses keseluruhan dari kegitan kerjasama yang harus
dilakukan oleh semua pihak yang terlibat di dalam tugas-tugas pendidikan. Oleh
karena itu administrasi pendidikan seyogyanya harus diketahui bukan hanya oleh
kepala sekolah tetapi juga di jalankan oleh para guru dan pegawai sesuai dengan
jabatan masing-masing. Tanpa adanya pengertian bersama,sukar diharapkan adanya
kerja sama untuk mencapai tujuan yang telah digariskan.
B.
LATAR
BELAKANG PERLUNYA ADMINISTRASI PENDIDIKAN
Administrasi pendidikan merupakan sub sistem dari
system pendidikan di sekolah yang bertujuan menenjang pencapaian tujaun
pendidikan secara efektif dan efisien. Komponen utama dalam system pendidikan
yang memegang peranan penting dalam pencapaian tujuan pendidikan adalh guru.
Oleh karena itu guru juga mempunya peranan penting dalam administrasi.
Para ahli administrasi belum sepakat tentang fungsi
administrasi ditunjau dari klasifikasi terminology yang digunakan. Bermacam
klasifikasi dan terminology yang digunakan tapi pada bagian ini hanya akan di
bahas klasifikasi yang terdiri dari yaitu perncanaan, pengorganisasian ,
pengkoordinasian dan pengawasan.
a. Perencanaan
Perencanaan merupakan
kegiatan awal yang harus dilakukan dalam kegiatan administrasi dan sekaligus
sebagai persiapan sebelum sesuatu usaha dilakukan. Rencana merupakan prasyarat
dalam melakukan usaha apapun. Menurut siagian (1980) perencanaan adalh
keseluruhan proses pemikiran dan penentuan secara matang dari hal-hal yang akan
di kerjakan di masa yang akan datang dalam rangka pencapaian tujuan yang telah
ditentukan.
Dalam proses
perencanaan ada beberapa hal yang perlua didingat yang disebut sebagai
“planning premises” yaitu:
a) Dalam
mencapai tujuan yang telah ditentukan sumber-sumber yang tersedia/mungkin
tersedia ,selalu terbatas,sedangkan tujuan yang hendak tercapai tidak pernah
terbatas. Oleh karena itu perencanaan yang dibuat harus sesuai dengan
tersedianya sumber-sumber, tidak berdasarkan dugaan saja
b) Suatu
organisasi harus memperhatikan kondisi /situasi dalam masyarakat baik yng
bersifat positif yang akan mendorang pelaksanaan suatu rencana maupun kondisi
yang negative yang akan menghalangi/menghambata pelaksanaan rencana
c) Suatu
organisasi tidak lepas dari pada beberapa jenis pertanggung jawaban oleh karena
itu dalam menyusun rencana dan pelaksanaan rencana harus dilakukan secara
bertangguang jawab
d) Manusia
yang menjadi anggota organisasi di hadapkan kepada keserba batasan, oleh karena
itu perlu adanya iklim kerjasama yang baik dalam pelaksanaan rencana
Tanpa memperhatikan keempat peresmises,
tersebut sukar dapat menjalankan fungsi perencanaan dengan baik.
Langkah-langkah dalam perencanaan
menurut purwanto (1999) sebagai berikut:
1. Menentukan
dan merumuskan tujuan yang hendak dicapai
2. Meneliti
masalah-masalh atau pekerjaan yang akan dilakukan
3. Mengumpulkan
data dan informasi yang diperlukan
4. Menentukan
tahap-tahap atau rangkaian tindakan
5. Merumuskan
bagaiman masalah itu akan dipecahkan dan bagaimana pekerjaan-pekerjaan itu akan
di selesaikan.
Proses perencanaan sekolah harus
dilaksanakan secara kolaboratif, artinya mengikutsertakan personil sekolah
dalam penyusunannya. Pengikut sertaan ini kan menimbulkan perasaan ikut
memiliki (sense of belonging) yang dapat memberikan dorongan kepada guru dan
personil lainnya agar rencana tersebut berhasil.
Perencanaan pendidikan berdasarkan
jangkauan waktunya dapat dibedakan atas perencanaan jangka pendek (1-2 tahun),
jangkauan menengah (3-7 tahun),jangkauan panjang(8-25 tahun).
Menurut
timbulnya perencanaan dapat dibedakan atas perencanaan yang berasl dari bawah
mulai dari guru kepala sekolah,
kandep kanwil. Departemen dan perencanaan yang datang
dari pusat yang mulai dari departemen
kepada guru.
Dari
sudut besarnya perencanaan pendidikan dapat dibedakan atas perencanaan
pendidikan dapat dibedakan atas perncanaan makro (tingkat nasional
/departemen), tingkat messo (direktorat propinsi kandep) dan tingkat mikro, yaitu
perencanaan pada tingkat sekolah.
Menurut pelakunya perencanaan dapt
dibedakan perencanaan yang dilakukan guru sendiri-sendiri (perencanaan
individual) perncanaan kelompok, dan perncanaan lembaga yang berlaku dan dibuat
sekolah.
b. Pengorganisasian
Pengorganisaian
menurut siagian adalah keseluruhan proses pengelompokan orang-orang, alat,
tugas-tugas, tangguang jawab dan wewenang demikian rupa sehingga tercipta suatu
organisasi yang dapat digerakan sebagai suatu kesatuan dalam rangka pencapaian
tujuan yang telah ditentukan. Pengorganisasian di sekolah dapat didefenisikan
sebagai keseluruahan proses pengaturan kekuasaan, wewenang pekerjaan, tanggung
jawab dari personil sekolah mengetahui kedudukannya, tanggung jawabnya, tugas,
wewengang, dan cara nerhubungan satu sama lain / mekanisme kerja sehingga dapat
menjamin tercapainya tujuan sekolah.
Di
sekolah terdapat bermacam-macam jenis keterampilan dan tangguang jawab yang
berbeda-beda.kepala sekolah tidak dapat melaksanakan tugas seorang diri. Oleh
sebab itu kepala sekolah perlu mengorganisir guru dan personil lainnya dalam menjalankan
tugas sehari-hari sehingga tercipta adanya hubungan kerjasama yang harmonis dan
lancer. Yang perlu diperhatikan dalam pengorganisasian antara lain adalah
pembagian tugas ,wewenang dan tanggung jawab hendak di sesuaikan dengan
pengalaman, bakat, minat, pengetahuan dan kepribadian masing-masing orang yang
akan menjalankan tugas tersebut.
c. Pengarahan
Menurut
nurhadi (1983) adalah usaha memberikan bimbingan dan pengarahan yang diberikan
sebelu suatu kegiatan pelaksanaan di lakukan untuk memelihara, menjaga, dan
memajukan organisasi melalui orang-orang yang terlibat baik struktur maupun
fungsional, agar setiap kegiatan yang dilakukan nantinya tidak terlepas dari
usaha pencapaian tujuan pendidikan.
Bimbingan
dan pengarahan dapat dilakuakan dengan berbagai cara antara lain;(a) memberikan
orientasi tentang pekerjaan yang akan dilakukan,(b) memberikan dan menjelaskan
perintah,(c) memberikan petunjuk pelaksanaan, (d) memberikan kesempatan
meningkatkan pengetahuan, agar lebih efektif dalam melakukan kegiatan.
d. Pengkoordinasian
Koordinasi
merupakan kegiatan mengatur dan mengintegrasikan kegiatan para bawahan, metode,
bantuan, ide, saran-saran dalam suatu kegiatan yang lebih besar, secara
harmonis, saling menunjang sehingga kegiatan berlangsuang lebih efektif dan terarah
pad pencapaian tujuan.
Pengkoordinasian
di sekolah di artikan sebagai usaha untuk mengatur pendidikan kegiattan dari
berbagai individu atau di sekolah agar kegiatan berjalan selaras dengan
anggota/ unit lainnya dalam usaha mencapai tujuan sekolah.
Usaha
pengkoordinasian dapat dilakukan melalui berbagai cara seperti, melaksanakan
penjelasan singkat, mengadakan rapat kerja, memberikan petunjuk pelaksanaan dan
petunjuk teknis dan memberikan balikan tentang hasil suatu kegiatan.
d. Pengawasan
(controlling)
Pengawasan
menurut siagian (1986) adalah proses pengamatan dari pada pelaksanaan seluruh
kegiatan organisasi untuk menjamin agar supaya semua pekerjaan yang sedang
dilakukan berjalan sesuai dengan rencana yang telah di tentukan sebelumnya.
Menurut nurhadi pengawasan adlah kegiatan mengukur tingkat efektivitas kegiatan
kerja yang sudah dilaksanakan dan tingkat efisisensi penggunaan komponen
pendidikan yang lain dalam usaha mencapai tujuan pendidikan. Untuk mengukur
tingkat efektivitas dan efisiensi ini perlu dilakukan mencapai tujuan yang
telah direncanakan serta kekuatan dan kelemaha program yang di jalankan.
Secara
rinci penilaian adalah (a) memperoleh
dasar pertimbangan untuk menentukan keberhasilan pekerjaan(b) menjamin cara
kerja yang efektif dan efisien (c) memperoleh fakta tentang kesulitan-kesulitan
dan menghindarkan situasi yang dapat merusak pencapaian tujuan (d) menyiapkan
kesanggupan para guru dan orangtua mengembangkan organisasi sekolah.
C.
FUNGSI
DAN TUJUAN ADMINISTRASI
a.
Tujuan
administrasi pendidikan
Tujuan
administrasi pendidikan adalah meningkatkan efisiensi dan efektivitas
penyelenggaraan operasional pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan.
Kegiatan
administrasi pendidikan yang dilaksankan di sekolah merupakan sub system dari
pendidikan sekolah oleh karena itu tujuan administrasi pendidikan di sekolah,
berusaha menunjang tercapainya tujuan pendidikan sekolah secara efektif dan
efisien.
Tujuan
administrasi pendidikan disekolah dapat dibedakan atas tujuan jangka pendek,
jangka menengah,dan jangka panjang
a) Tujuan
jangka pendek
Tujuan
administrasi sekolah jangka pendek adalah agar tersusun dan terlaksananya suatu
system pengelolaan instrumental dari proses pendidikan guna mencapai
pelaksanaan pendidikan di sekolah secara efektif dan efisien dan menunjang
tercapainya tujuan pendidikan di sekolah
b) Tujuan
jangka menengah
Tujuan administrasi
pendidikan jangka menengah adalah menunjang tercapainya tujuan institusional
masing-masing jenis dan jenjang pendidikan seprti yang digariskan oleh kurikulum
c) Tujuan
jangka panjang
Tujuan jangka panjang
adalah untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan nasional seperti di
gariskan dalam undang-undang. System pendidikan nasional no.2 tahun 1989.
D.
BIDANG
GARAPAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN
Sebagaimana
halnya disiplin ilmu lainnya administrasi pendidikan mempunya bidang garapan
/ruang lingkup tersendiri.
Bidang
garapan administrasi pendidikan dapat dikelompokkan atas :
a. Bidang
kurikulum
b. Bidang
kesiswaan
c. Bidang
sarana dan prasarana
d. Bidang
personalia pendidikan
e. Bidang
keuangan pendidikan
f. Bidang
ketatausahaan
g. Bidang
hubungan sekolah dengan masyarakat
h. Bidang
layanan khusus
Bidang
garapan tersebut bila dikaitkan dangan dimensi pengajaran dan dimensi
pengelolaan akan tampak bahwa ada bidang kegiatan yang berhubungan langsung
dengan pengajaaran dan pengeloalaan ,adapula yang berhubungan secara tidak
langsung dengan pengelolaan.
Gambaran
lengkap ruang lingkup administrasi pendidikan itu dihubungkan dengan dimensi
pengajaran sebagai berikut:
|
Pengelolaan
·
Hubungan
sekolah masyarakat
|
|
Pengelolaan
·
Kesiswaan
·
Keuangan
·
Saran dan prasaran bermacam
·
Personalia
·
Layanan khusus
|
p
e
n
g
a
j
|
Pengelolaan
kurikulum
|
|
kegiatan
mengajar
|
r
a
langsung pengelolaan tidak langsung
BAB III
PENUTUPAN
A.
KESIMPULAN
Administrasi adalah keseluruhan
proses kerjasama antara 2 orang atau lebih yang didasarkan rasional tertetnu
utnuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Administrasi pendidikan dapat
dirumuskan dari berbagai sudut pandang seperti berbagai sudut pandang seperti
dari segi kerjasama. Proses, system, manajemen, kepemimpinan, pengambilan,
keputusan,komunikasi dan kewirausahaan. Berdasarkan depdikbud administrasi
pendidikan adalh suatu proses keseluruhan yang meliputi; perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan, pelaporan, pengkoordinasian, pengawasan dan
pembiayaan dengan mengggunakan memanfaatkan fasilitas yang terdiri dan baik
personil, materil, maupun spiritual untuk mencapai tujuan pendidikan secara
efektif dan efisien.
Administrasi pendidikan
bertujuanuntuk menunnjang pencapaian tujuan pendidikan secara efektif dan
efisisen, oleh karena salah satu kompetensi guru adalah berkenaan dengan
administrasi pendidikan maka calon guru perlu mendapat kuliah administrasi
pendidikan.
Fungsi administrasi yaitu
perencanaan pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengawasan.
Ruang lingkup bidang garapan administrasi pendidikan adalah bidang kurikulum,
siswa, sarana dan prasarana, personil, keuangan, layanan khusus,hubungan
sekolah dan masyarakat, serta ketatausahaan sekolah.
B.
SARAN
Demikianlah
makalah ini penulis buat, untuk meyempurnakan makalah yang sederhana ini
penulis sangat mengharapkan saran dan krtik dari pembaca agar tersempurnanya
makalah ini.
Akhir kata mudah-mudahan makalah ini dapat member manfaat untuk pemabaca khususnya untuk penulis sendiri. Terimakasih
DAFTAR PUSTAKA
Nurhadi, A. mulyani(1983). Administasi pendidikan sekolah. Offset.
Purwanto,M.
ngalim (1999), adminstrasi dan supervisi
pendidikan. Bandung , remaja
casdakarya
Siagian,p.
sondang.(1986), filasafat administrasi. Jogjakarta;
gunung agung