A.
Pengertian
Pembangunan
Sebagaimana yang termaksud dalam Garis-Garis
Besar Haluan Negara bahwa pembangunan pada hakekatnya adalah proses perubahan
terus-menerus yang merupakan kemajuan dan perbaikan yang mengarah pada tujuan
yang ingin dicapai (GBHN, 1988). Pembangunan yang dilaksanakan tersebut ialah
merupakan rangkaian gerak perubahan menuju kepada kemajuan dan dalam beberapa
hal perubahan itu bahkan merupakan perubahan yang mendasar sifatnya. Artinya,
pembangunan itu juga meliputi perubahan konstitusional sebagai dasarnya. Sebagai
contoh adalah pembangunan Orde Baru yang berusaha meletakkan kembali pada
pancasila secara murni dan konsekuen.
B.
Konsep
Pembangunan Sebagai Usaha Perubahan Yang Terencana
Dalam GBHN, hakikat
Pembangunan Nasional adalah pembangunan manusia dan masyarakat Indonesia, yang
dilakukan secara berkelanjutan, berdasarkan kemampuan nasional, dengan
memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta memperhatikan tantangan
global. Dalam pelaksanaannya mengacu pada kepribadian bangsa dan nilai luhur
yang universal untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang berdaulat, mandiri,
berkeadilan, sejahtera, maju dan kokoh kekuatan moral dan etikanya serta
religius.
Pembangunan yang
dilaksanankan harus bertujuan dan bertolak dari manusianya, pemabangunan yang
berakar dari peningkatan kualitas manusia dan masyarakat Indonesia, maka posisi
manusia jelas sebagai objek dan subjek dalam pembangunan.
Manusia sebagai objek
pembangunan sasarannya harus terarah pada pembangunan manusia itu sendiri
(rohani) seperti : kemampuan penalaran, sikap diri, social pada lingkungan dan
kemampuan berusaha. Fuad Hasan dalam Umar Tirtarhardja dkk., menyatakan
“Manusia adalah makhluk yang terentang antara potensi dengan aktualisasi”.
Manusia sebagai subjek pembangunan diarahkan kepada kemampuan untuk
mengelola dan memanfaatkan lingkungan secara dinamis, kreatif dan manusiawi,
usaha inilah yang disebut pembangunan.
C.
Peranan
Manusia Dalam Pembangunan
Setiap pembangunan yang diaktualisasikan
melalui pendidikan selalu berurusan dengan manusia, karena manusia yang dapat
di didik dan membangun. Immanuel Kant menyatakan “Bayi bisa menjadi manusia
bila berada di tengah-tengah manusia”. Oleh karena itu pembangunan harus
diarahkan pada pembangunan manusianya sebagai satu-satunya makhluk di bumi ini
yang dikarunia potensi untuk menyempurnakan diri walaupun tidak akan pernah
tercapai.
Dr. Emil Salim (1987)
menyatakan bahwa pembangunan harus didasarkan atas prinsip moral dan memuat
pokok-pokok sebagai berikut:
1.
Pembangunan adalah ibadah
kepada Allah SWT sehingga perkembangan setiap penglihatan dan perilaku harus
bersumber pada pengabdian diri kepada Allah SWT.
2.
Pembangunan memuat kegiatan mengejar kemajuan lahiriah
seperti : pendidikan, kebebasan dan keadilan.
3.
Dalam
melaksanakan pembangunan manusia memiliki tanggung jawab selaku pengelola di
muka bumi, sehingga perbuatannya dapat diperhitungkan.
4.
Pembangunan
tertuju pada pembentukan manusia Indonesia seutuhnya yang memuat ciri
keselarasan hubungan antara manusia dengan masyarakat lingkungannya.
5. Pembangunan adalah pembebasan
diri manusia dari berbagai hambatan perbuatan manusia seperti kemiskinan,
ketidak tahuan, ketidak adilan, ketidak bebasan dan ketimpangan social agar
tercapai kualitas dan martabat manusia setinggi-tingginya.
D. Peranan
Pendidikan Dalam Pembangunan Nasional
Beberapa peranan pendidikan
dalam Pembangunan Nasional berkenaan dengan perubahan masyarakat, pengembangan
sumber daya manusia dan pemeliharaan lingkungan hidup.
1. Peranan pendidikan dalam
pembangunan pada umumnya
Peranan pendidikan terhadap pembangunan dari berbagai segi, seperti :
Peranan pendidikan terhadap pembangunan dari berbagai segi, seperti :
a. Segi sasaran Pendidikan
Pendidikan adalah usaha sadar yang diarahkan kepada peserta
didik upaya menjadi manusia yang memiliki kepribadian kuat dan utuh seperti
memilki moral yang tinggi artinya tujuan citra manusia pendidikan adalah
terwujudnya citra manusia yang menjadi sumber daya pembangunan secara
manusiawi.
b. Lingkungan Pendidikan
Dalam lingkungan keluarga anak sebagai calon manusia
pembangunan harus ditempa dengan baik tentang keterampilan, etika dan moral
serta nilai-nilai agama. Hal ini merupakan landasan yang sangat diperlukan
dalam pembangunan.
c. Lingkungan Sekolah
Dalam pendidikan formal (sekolah) peserta didik dibekali
beberapa keterampilan dan pengetahuan sebagai bekal untuk kemampuan kerja,
bekal ini merupakan sarana penunjang pembangunan dalam berbagai bidang.
d. Lingkungan Masyarakat
Di lingkungan masyarakat peserta didik memperoleh bekal
praktis dalam berbagai jenis pekerjaan, khususnya bagi yang tidak memiliki
kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, hal ini
bertalian erat dengan perkembangan sector swasta dalam masyarakat sehingga
mampu menunjang pembangunan.
e. Jenjang Pendidikan
Jenjang pendidikan dasar, menengah dan perguruan tinggi
memberikan bekal bagi peserta didik secara terus menerus sekaligus merupakan
basis pendidikan yang berkualitas.
Pengembangan system pendidikan nasional merupakan salah satu
usaha untuk mewujudkan wawasan nusantara yang mencakup perwujudan kepulauan
nusantara sebagai satu kesatuan politik, social budaya, ekonomi serta
pertahanan dan keamanan.
Oleh karena itu pembangunan tidak terbatas pada pembangunan
ekonomi dan industri semata tetapi meliputi upaya-upaya yang beragam sesuai
dengan keanekaragaman masalah dan rintangan kebutuhan suatu masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar