Minggu, 13 Maret 2016

TEORI PERMINTAAN UANG

A.    TEORI PERMINTAAN UANG
Teori permintaan uang, tercermin dalam teori kuantitas uang. Pada awal mulanya teori ini dimaksudkan untuk menjelaskan mengapa seseorang atau masyarakat menyimpan uang kas, tetapi lebih pada peranan dari uang itu sendiri. Menurut Fisher bahwa jumlah proporsional dengan harga, dengan asumsi kecepatan uang dan transaksi dianggap tetap (Sukirno, 2003:221).
Keynes dalam teorinya tentang permintaan akan uang tunai, membedakan antara motif transaksi, berjaga-jaga serta spekulasi. Jadi dia juga mengakui adanya motif transaksi. Hanya saja yang lebih penting dalam arti pengaruhnya terhadap kegiatan ekonomi adalah motif spekulasi (Goldfeld, 1990:307)
1.      Permintaan uang untuk tujuan transaksi dan berjaga-jaga
Keynes mengatakan, bahwa permintaan uang kas untuk tujuan transaksi ini tergantung pada pendapatan. Makin tinggi akan uang kas makin tinggi jumlah transaksi yang dilakukan. Seseorang atau masyarakat yang tingkat pendapatannya tinggi, biasanya melakukan transaksi lebih banyak dibanding seseorang atau masyarakat yang pendapatannya lebih rendah.
Menurut Keynes, orang meminta uang untuk transaksi harian. Permintaan ini dipengaruhi oleh besar kecilnya pendapatan. Semakin tinggi pendapatan maka semakin besar permintaan uang untuk tujuan transaksi. Dari sini jelas bahwa Keynes mengikuti jejak kaum Klasik bahwa permintaan uang untuk transaksi tergantung dari pendapatan.
Untuk memenuhi transaksi yang tak terduga, seperti sakit atau kebutuhan yang tak terduga lainnya. Permintaan ini juga dipengaruhi oleh pendapatan, semakin besar pendapatan maka semakin besar permintaan uang untuk berjaga-jaga, atau sebaliknya. Namun Keynes berbeda dengan kaum klasik dalam hal penekanan pada motif spekulasi dan peranan tingkat bunga dalam menentukan permintaan uang untuk spekulasi.


Rumah tangga dan perusahaan bisnis menyimpan uang untuk tujuan transaksi karena mereka berpikir akan atau mungkin, ingin melakukan pengeluaran sebelum mereka memperoleh arus masuk penerimaan uang yang cukup. Biasanya mereka tidak mempunyai jaminan seperti itu. Oleh karena itu, mereka lebih memilih untuk menyimpan sedikit uang untuk menutupi kelebihan pengeluaran mereka atas penerimaan mereka selama satu periode.
Keynes menyatakan bahwa permintaan uang untuk tujuan transaksi merupakan fungsi pendapatan. Keuntungan ini dilukiskan dalam gambar diatas dimana L1, menunjukkan jumlah saldo uang riel yang diminta untuk tujuan transaksi. Terlihat semakin tinggi pendapatan, maka semakin banyak uang yang dipegang untuk keperluan transaksi (Mt). Hubungan antara permintan uang untuk transaksi dengan pendapatan rill (Y/P) tidak selalu linier (garis lurus).
Dengan demikian jelas bahwa Keynes mengikuti jejak kaum klasik bahwa permintaan uang untuk tujuan transaksi tergantung pada pendapatan. (Goldfeld, 1990:308)
2.      Permintaan uang untuk tujuan spekulasi
Permintaan uang untuk tujuan spekulasi ini, menurut Keynes ditentukan oleh tingkat bunga. Makin tinggi tingkat bunga makin rendah keinginan masyarakat akan uang kas untuk tujuan atau motif spekulasi.
Alasannya:
1)      Apabila tingkat bunga naik, berarti ongkos memegang uang kas semakin kecil.
2)      Bahwa masyarakat menganggap akan adanya tingkat bunga normal.



Ketergantungan permintaan uang untuk spekulasi dinyatakan oleh L2, atas suku bunga dalam gambar diatas. Kurva L2L2, condong menurun, mencerminkan hubungan terbalik antara permintaan uang untuk spekulasi dan suku bunga (Goldfeld, 1990:309).
Keynes mengakui bahwa masyarakat bisa memilih untuk menyimpan saldo uang melebihi kebutuhan untuk tujuan transaksi karena keinginannya untuk menyimpan aktiva yang benar-benar bebas dari resiko (depresiasi) dilihat dari segi uang. Saldo yang memenuhi fungsi penyimpan nilai (Store of Value) merupakan permintaan uang untuk spekulasi.
Permintaan uang untuk spekulasi oleh Keynes dianggap ditentukan terutama oleh suku bunga. Bahwa suku bunga yang lebih rendah menyebabkan saldo spekulasi lebih kecil dan suku bunga yang lebih rendah akan menghasilkan permintaan yang lebih besar akan saldo spekulasi.
B.    Kuantitas dan prereferensi likuiditas
a.       Kuantitas uang dikendalikan
Jumlah uang yang tersedia disebut permintaan uang (suplay money). Dalam perekonomian yang menggunakan uang komoditas permintaan uang adalah jumlah uang dari komoditasitu. Dalam perekonomian yang menggunakan  uang atas unjuk ,seperti sebagian perekononomian yang menggunakan uang atas unjuk,sperti sebagian perekonomian dewasa ini, pemerintah mengendalikan suplai uang: peraturan resmi member pemerintah hak untuk memonopolipencetak uang. Tingkat pengenaan pajak (taxation) dan tingkat pembelian pemerinta merupakan instrument kebijakan pemerintah ,begitu pula suplay uang, control atas suplay uangg disebeut kebijakan moneter(monetary suplay).
Di amerika serikat dan di negara lain,kebijakan moneter sbagian didelegasikan kepada lembaga independen disebut bank sentral (central bank). Bank sentral amerika serikat adalah federal reserve sering disebut  the fed. Jika anda perhatikan uang kertas dolar ,uang itu disebut federal reserve note. Keputusan atas kebijakan moneter dibuta oleh komite pasar bebas federal. Komite ini di bentuk oleh federal reserve board, yang ditunjukkaoleh presiden dan konfirmasi kongris, bersama – sam dengan presiden dari fedral reserve ban’s komite. Komite pasar bebas federal bertemu kira –kira setiap enam pecan untuk mendiskusikan dan menetapkan kebijakan moneter.
Cara utama fed mengendalikan uang suplai uang adalah melalui operasi pasar terbuka ( open market operation) pembelian dan penjualan obligasi pemerintah. Ketika ingin meningkatkan suplai uang ,fed menggunakan sebagian dari dolar yang dimiliki untuk membeli obligasi pemerinta dari dolar yang dimiliki dan masuk ketangan public, pembelianmeningkatkan kuantitas uang dalm obligasi pemerintah dari portofolionya sendiri. Penjualan obligasi pasar terbuka ini mengambil sebagian dolar dari tangan public  dan dengan demikian mengurangi kuantitas uang dalam sirkulasi.
Pada pertemuan berikutnya akan di bahas lebih rinci lagi karena kita cukup untuk meng asumsikan bahwa fed secara langsung mengendalikan suplay uang.
b.      Kuantitas uang di ukur
Suplai uang mempengaruhi per ekonomian  karena uang adalah persediaan aset yang di gunakan untuk transaksi, kuantitas uang  adalah aset trsebut. Dalam perekonomian sederhana ,jumlah ini mudah di ukur. Di kam pow,kuantitas uang adalh jumlah rokok di kamp. Tetapi bagaimanak kita bisa mengukur kuantitas uang dalam perekonomian yang lebih kompleks?jawabannya tidak jelas,karena bukan aset tunggal yang digunakan utntuk seluruh transaksi. Orang bisa mengguankan berbagai aset untuk melakukan transaksi,seprti uang tuanai atau cek,meskipun sebagian aset lebih nyaman dari pada yang lainnya.kemenduaan ini mengarah kesejumlah ukuran dari kuantitas uang.
Aset yang paling jelas utnuk di masukkan dalam kuantitas uang dalah mata uang (currency)atau disebut juga uang kartal, jumlah uang kertas dan uang logam yang beredar. Sebagian besar transaksi harian menggunakan mata uang sebagai mediapertukaran
Jenis aset yang kedua digunakan dalam transaksi adalh uang giral (demand deposits),dana yang dipekang orang dalam rekening ceknya (checking accounts). Jika sebagian besar penjual menerima cek pribadi, aset dalam rekening cek hamper senyaman mata uang. Dalam kedua kasus, ast tersebut adalh siap untuk memfasilitasi transaksi. Karena itu, deposito permintaan di tambahkan kemata uang ketika transaksi uang.
Sekali kita menerima logika memasukkan deposito permintaan dalam persediaan uang terukur, banyak aset lain yang juga bisa dimasukkan. Dana dalam rekening tabungan , misalnya ,bisa dengan mudah ditransfer menjadi rekening cek; aset ini hamper senyaman untuk transaksi. Pasr uang reksadana mempubolehkan investor menurlis cek terhadap rekening mereka, meskipun batasan juga diberlakukan dengan melihat besarnya cek atu jumlah cek yang ditulis. Karena bisa dengan mudah diguankan utnuk transakasi, aset ini dimasukkan dalamm kuantitas uang.
Karena su;it menilai secara pasti aset mana yang seharusnya memasukkan dalam persediaan uang,berbagai ukuran. Tabel berikut ini menunjukkanlima ukuran persediaan uang yang dihitung fed untuk perekonomian AS,bersamaan dengan daftar
Ukuran uang
Symbol
Cakupan aset
Jumlah pada april 1998
(Miliar dolar)
C1
Mata uang
434
M1
Mata uang yang ditambah deposito penerimaan,traveler’s check,dan deposito yang dapat diluangkan dengan cek lainnya
1.061
M2
M1ditambah neraca reksadana pasar uang ritel,deposito tabungan (termasuk rekening deposito pasar uang), dan deposito berjangka kecil
4.165
M3
M2 ditambah deposito berjangka besar, kesepakatan pembelian uang,Eurodollar,dan neraca reksadana pasar uang institusi .
5.574
L
M3 plus aset likuid lain seperti obligasi tabungan dan sekuritas treasury jangka pendek
6.826

Aset mana yang dimasukkan dalam setiap ukuran. Dari yang terkecil sampai yang terbesar ,aset itu disebut C,M1,M2,M3, Dan L. ukuran yang paling umum digunakan untuk mempelajari dampak uang terhadap perekonomian adalah M1 dan M2. Namun, tidak ada consensus tentang ukuran persediaan uang mana yang terbaik. Ketidak setujuan tentang kebijakan moneter kadang – kadang muncul karena ukuran uang yang berbeda bergerak dalam arah yang berbeda.
C.    Prereferensi Likuiditas
Keynes mengajukan teori preferensi likuiditas untuk menjelaskan faktor-faktor penentu tingkat bunga. -Menurut teori ini, tingkat bunga disesuaikan untuk menyeimbangkan penawaran dan permintaan uang. -Kenaikan tingkat harga meningkatkan permintaan uang dan meningkatkan tingkat bunga. -Tingkat bunga lebih tinggi mengurangi investasi dan, dengan demikian, jumlah barang dan jasa yang diminta.The miring ke bawah kurva permintaan agregat menunjukkan hubungan negatif antara tingkat harga dan kuantitas yang diminta. Pembuat kebijakan dapat mempengaruhi permintaan agregat dengan kebijakan moneter. Peningkatan jumlah uang beredar pada akhirnya akan menyebabkan pergeseran ke kanan kurva permintaan-agregat. Penurunan jumlah uang beredar pada akhirnya akan mengarah pada pergeseran ke kiri kurva permintaan-agregat. Ketika pemerintah mengubah pengeluaran atau pajak, yang dihasilkan pergeseran permintaan agregat bisa lebih besar atau lebih kecil dari perubahan fiskal. Multiplier effect cenderung memperkuat efek kebijakan fiskal terhadap permintaan agregat. Efek crowding-out cenderung mengurangi dampak kebijakan fiskal terhadap permintaan agregat.
D.    Penetuan tingkat bunga
a.       Dua tingkat bunga: riil dan nominal  
Para ekonom menyebutkan tingkat bunga yang dibayarkan bank sebagai  tingkat bunga nominal (nominal interest rate) dan kenaiakn dalam daya beli anda dengan tingkatbuang riil ( real interest rate ). Jika I menyatakan tingkat bunga,r tingkat bunga riil dan tingkat inflasi, maka hubungan di antara varuabel ini ditulis sebagai
     Tingkat bunga riil adalah perbedaan di antara tingkat bunga nominal dan tingkat inflansi.
b.   Efek fisher
             Persamaan tingkat bunga riil diatas, coba kita lihat bahwa tingkat bunga nominal adalah jumlah tingkat bunga riil dan tingkat inflasi
      Persamaan diatas disebut persamaan fisher (fisher equation),di ambil dari nama belakang ekonom irving fisher (1867-1947). Persamaan itu menujukkan tingkat bunga bisa berubah karena dua alasan ;karena tangkat bunga riil berubah karena inflasi berubah
      Sekali memisahkan tingkat bunga nominal mejadi dua bagian, kita bisa gunakan persamaan ini untuk mengembangkan teori yang menjelaskan tingkat bunga nominal .tingkat bunga riil menyesuaikan untuk menyeimbangkan tabungan daan investasi. Teori kuantiats uang menunjukan bahwa tingkat pertumbuhan uang menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhan uang menentukan tingkat inflasi. Persamaan  tingkat bunga riil dengan tingkat inflasi untuk menentukan tingkar bunga nominal.
        Teori kuantitas dan persamaan fisher sama-sama menyatakan bagaimana pertumbuhan uang mempengaruhi tingkat nominal. Menurut teori kuantitas kenaikan dalam tingkat pertumbuhan uang sebesar 1 persen menyebabkan kenaikan 1persen dalam tingkat inflasi. Menurut persamaan fisher,kenaikan 1 persen dalam tingkat inflasi sebaliknya menyebabkan kenaikan 1persen dalam tingkat bunga nominal. Hubungan satu untuk satu diantara tingkat inflasi dan tingkat bunga nominal disebut efek fisher (fisher effect).
E.    Inflasi dan dampak nya terhadap per ekonomian
     inflasi adalah suatu keadaan perekonomian dimana harga-harga secara umum mengalami kenaikan dalam waktu yang panjang. Kenaikan harga yang bersifat sementara seperti kenaikan harga pada masa lebaran tidak dianggap sebagai inflasi, karena disaat setelah masa lebaran, harga-harga dapat turun kembali. Inflasi secara umum dapat terjadi karena jumlah uang beredar lebih banyak daripada yang dibutuhkan. Inflasi merupakan suatu gejala ekonomi yang tidak pernah dapat dihilangkan dengan tuntas. Usaha-usaha yang dilakukan biasanya hanya sampai sebatas mengurangi dan mengendalikannya.
     Inflasi disebabkan oleh kenaikan permintaan dan kenaikan biaya produksi.
Dampak Inflasi
     Inflasi tidak selalu berdampak buruk bagi perekonomian. Inflasi yang terkendali justru dapat meningkatkan kegiatan perekonomian. Berikut ini adalah akibat-akibat yang ditimbulkan inflasi terhadap kegiatan ekonomi masyarakat. 
a.     Dampak Inflasi terhadap Pendapatan : Inflasi dapat mengubah pendapatan masyarakat. Perubahan dapat bersifat menguntungkan atau merugikan. Pada beberapa kondisi (kondisi inflasi lunak), inflasi dapat mendorong perkembangan ekonomi. Inflasi dapat mendorong para pengusaha memperluas produksinya. Dengan demikian, akan tumbuh kesempatan kerja baru sekaligus bertambahnya pendapatan seseorang. Namun, bagi masyarakat yang berpenghasilan tetap inflasi akan menyebabkan mereka rugi karena penghasilan yang tetap itu jika ditukarkan dengan barang dan jasa akan semakin sedikit. 
b.    Dampak Inflasi Terhadap Ekspor : Pada keadaan inflasi, daya saing untuk barang ekspor berkurang. Berkurangnya daya saing terjadi karena harga barang ekspor semakin mahal. Inflasi dapat menyulitkan para eksportir dan negara. Negara mengalami kerugian karena daya saing barang ekspor berkurang, yang mengakibatkan jumlah penjualan berkurang. Devisa yang diperoleh juga semakin kecil. 
c.     Dampak Inflasi Terhadap Minat Orang untuk Menabung : Pada masa inflasi, pendapatan rill para penabung berkurang karena jumlah bunga yang diterima pada kenyataannya berkurang karena laju inflasi. Misalnya, bulan januria tahun 2006 seseorang menyetor uangnya ke bank dalam bentuk deposito satu tahun. Deposito tersebut menghasilkan bunga sebesar, misalnya, 15% per tahun. Apabila tingkat inflasi sepanjang januari 2006-januari 2007 cukup tinggi, katakanlah 11%, maka pendapatan dari uang yang didepositokan tinggal 4%. Minat orang untuk menabung akan berkurang.

d.    Dampak Inflasi terhadap Kalkulasi Harga Pokok : Keadaan inflasi menyebabkan perhitungan untuk menetapkan harga pokok dapat terlalu kecil atau bahkan terlalu besar. Oleh karena persentase dari inflasi tidak teratur, kita tidak dapat memastikan berapa persen inflasi untuk masa tertentu. Akibatnya, penetapan harga pokok dan harga jual sering tidak tepat. Keadaan inflasi ini dapat mengacaukan perekonomian, terutama untuk produsen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar