Selasa, 22 November 2016

PROFESI KEPENDIDIKAN



A.    PENGERTIAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN
Administrasi secara umum, karena administrasi pendidikan merupakan aplikasi ilmu administrasi ke dalam bidang pendidikan. Secara etimologi administrasi berasal dari bahasa latin ad dan administrateyang menurut gei (1992) artinya melayani, membantu,menunjang,pencapaian tujuan sehingga benar-benar tercapai. Pengertian administrasi menurut gie adalah segenap rangkaian kegiatan penataan terhadap pekerjaan pokok yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam kerja sama mencapai tujuan tertentu. Selanjutnya siahlian (1986) mendefinisikan administrasi sebagai keseluruhan proses kerjasama antar dua orang atau lebih yang didasarkan atas rasional tertentu untuk mencapau tujuan yang telah ditetapkan sebelumya. Nirhadi (1983) mengartikan administrasi sebagai suatu kegiatan yang berupa proses pengelolahan usaha kerja sama sekolompok manusia yang tergabung dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan sebelumnya aagar efektif dan efisien.
Dari defenisi diatas makna administrasi dapat diuraikan menjadi lima pengertian pokok yaitu:
a.       Administrasi merupakan kegiatan atau rangkaian manusia
b.      Rangkaian kegitab itu merupakan suatu proses dan bersifat dinamis
c.       Proses itu dilakukan bersama oleh sekelompok manusia yang tergabung dan satu organisasi
d.      Proses itu dilakukan dalam rangkaian mencapai suatu tujuan yang telah di tetapkan sebelumnya.
e.       Proses pengelolaan itu dilakukan agar tujuan dicapai secara efektif dan efisisen .
Disamping adanya pengertian pokok administrasi juga ada unsure pokok administrasi . menurut siagian (1986) unsure pokok administrasi adalah:
a)      Adanya sekelompok manusia(sedikitnya 2 orang)
b)      Adanya tujuan yang akan dicapai bersama.
c)      Adanya tugas/fungsi yang harus dilaksanakan (kegiatan kerjasama )
d)     Adanya peralatan dan perlengkapan yang diperlukan
Semua unsure pokok  tersebut diatas perlu diikelola sedemikian rupa sehingga tujuan dapat tercapai secaraefektif dan efisien.
Berdasarkan pengertian administrasi diatas selanjutnya akan dilihat pengertian administrasi pendidikan. Ada bermacam-macam perumusan administrasi pendidikan dikemukakan oleh orang sesuai dengan titik pandangnya masing-masing. Menurut sutjipto& raflis (1994) administrasi pendidikan dapat dilihat dari berbagai aspek: pertama: bila dilihat dari segi aspek kerja sama maka administrasi pendidikan dapat diartikan kerjasama di antara orang-orang/personil sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Pelaksanaan kegiatan pokok pendidikan tidaklah mungkin dilakukan seorang diri oleh guru tetapi perlu ada penataan oelh personil sekolah lainnya seperti kepala sekolah, TU, Pustakawan, Laboran secara bersama sehingga kegiatan pendidikan dapat berlangsung dengan baik. Jadi kegiatan kerja sama untuk mencapai tujuan pendidikan dapat dipandang sebagai adminstrasi pendidikan. Kedua daministrasi pendidikan dalah proses pencapain tujuan pendidikan yang dimulai dari proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pemantauan dan evaluasi dalam mencapai tujauan pendidikan.
Perencanan, meliputi kegiatan penetapan tujuan apa yang infgin di capai, bagaimaman mencapainya, berpa orang yang akan melakuakannya, dan berapa biaya yang diperlukan. Kegiatan perencanaan ini dilakuakan sebelum suatu tindakan dilaksanakan.
Pengorganisasian . diartikan sebagai kegiatan membagi tugas kepada orang yang terlibat dalam kerjasama pendidikan. Semua personi sekolah mempunyai tugas masing-masing dan semua pelaksanaan tugas itu menyumbang untuk tercapainya tujuan pendidikan.
Pengkoordinasian, mengandung makna agar tugas yang telah dibagikan dikerjakan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan, masing-masing orang mengetahui tugas masing-masing dan menjaga jangan sampau terjadi tumpang tindidh. Waktu pelaksanaan tugas perlu menjadi perhatian bersama, mana yang patut didahulukan mana yang terakhir harus diketahui, sehingga kegiatan masiang-masing secara bersama, mana yang patut didahulukan mana yang terakhir harus diketahui, sehingga kegiatan masing-masing secara bersama menyumbang untuk pencapain tujuan pendidikan.
Pengarahan. Agar tugas-tugas yang telah di tetapkan bagi masing-masing orang barjalan menurut aturan-aturannya maka perlu diarahkan supaya tidak menyimpang dari ketentuang yang telah ditetapkan sebelumya. Di samping pengarahan suatu kerjasama juga memerlukan pemantauan/monitoing yaitu suatu kegiatan untuk mengumoulkan data dalam usaha untuk mengetahui berapa jauh kegiatan pendidikan untuk mengumpulkan data dalam usaha untuk mengetahui berapa jauh kegiatan untuk mengumpulkan data dalam usaha untuk mengetahui berapa jauh kegiatan pendidikan telah mencapai tujuan nya dan kesulitan apa yang ditemui dalam pelaksanaan itu.
Pemantauan dilakukan untuk mendapatkan data untuk menetpkan apakah tujuan tercapai atau tidak. Proses kerjasama pendidikan akhirnya harus dinilai untuk melihat apakah tujuanyang telah ditetapkan tercapai dan kalau tidak apa kesulitan-kesulitannya. Penilaian ini dapat berupa penilaian proses kegiatan atau penilaian hasil kegiatan pendidikan tersebut.
Ketiga.administrasi pendidikan dapat dilihat dari segi kerangka berfikir system. System adalah keseluruhan yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berintieraksi satu sama lain dalam proses mengolah masukan menjadi keluaran
Proses belajar
Guru
Kurikulum
Murid
Sarana prasarana
Organisasi sekolah
 



Masukan                                                                                    keluaran
                Murid                                                                                           lulusan




Administrasi sebagai suatu sistem
Dalam melihat sekolah sebagai suatu system, harus dilihat, (a) masukannya yaitu anak-anak diluar sisitem yang akan diolah,(b) proses yaitu kegiatan pendidikan di sekolah, (c)keluaran adalahlulusan yang dihasilkan dari proses pendidikan tersebut.
Mutu lulusan sangat bergantung pada mutu masukan, masukan instrument dan proses pendidikan itu sendiri.dengan demikian kemampuan awal murid, latar belakang murid, keadaan orang tua murid, mutu guru, mutu saranaprasarana,iklim kerjasama diantara guru-guru, guru sesame guru- kepala sekolah semuanya menentukan proses belajar mengajar/proses pendidikan yang yang pada gilirannya menentukan kualitas lulusan .
Jika administrasi pendidikan dilihat sebagai suatu system maka bagian-bagian system itu serta interaksinya satu sama lain perlu menjadi perhatian supaya semua komponen system dapat berjalan sebagaiman mestinya sehingga dapat menghasilkan keluaran yang berkualitas.
Keempat,administrasi pendidikan dapat dilihat dari segi manajemen. Jika administrasi pendidikan dilihat dari sudut ini perhatian hendaklah terbagi kepada usaha pemanfaatan sumber-sumber yang ada dalam proses pendidikan. Apakah sumberdaya manusia dan sumber daya non manusia suadah di dayagunakan untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah di terapkan. Apakah dalam mendayagunakan sumber-sumber tersebut sudah efisien dan tidak terjadi pemborosan perlu menjadi perhatian administrator.
Kelima,administrasi pendidikan dapat dilihat dari segi kepemimpinan yaitu proses mempengaruhi menggerakkan orang lain untuk bekerja lebih giat kea rah pencapaian tujuan. Pencapaian tujuan-tujan pendidikan di tentukan oleh kemampuan pimpinan dalam menggerakkan orang lain, mempengaruhi dan berkerja sama dan memberikan contoh sehingga masing-masing anggota organosasi dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan.oleh karena itu administrator yang ingin berhasil harus memahami terori dan praktik kepemimpina,serta mampu dan mau untuk melaksanakan pengetahuan dan kemampuannya.
Keenam, administrasi pendidikan dapat didilihat dari segi proses pengambilan keputusan. Kegiatan kerjasama dalam proses pendidikan tidak luput dari pemecahan masalah yang dihadapi, untuk memecahkan masalah tersebut diperlukan kemampuan dalam mengambil keputusan yaitu kemampuan memilih tindakan yang terbaik darisejumlah kemungkinan yang dapat dilakukan. Guru atau kepala sekolah dalam melaksankan tugasnya setiap saat perlu mengambil keputusan yang terbaik bagi muridnya atau bagi guru. Oleh karena itu mengambil keputusan ini ada resikonya maka guru/kepala sekolah perlu mempunya ilmu yang menuntun pengambilan keputusan yang baik.
Ketujuh.administrasi pendidikan dapat dilihat dari segi komunikasi. Komunikasi adalah proses pertukaran pesan antara si pengirim dengan si penerima baik secara verbal maupun non verbal untuk merubah tingkah laku. Dalam proses kerjasama pendidikan diperlukan komunikasi untuk menyampaikan apa yang perlu dilakukan atau apa yang diinginkan untuk dilakukan sehingga kerjasam tersebut dapat terjadi sesuai dengan yang dikehendaki. Tanpa ada komunikasi maka kerjasama tidak akan terjadi dan administrasi tidak akanada.
Kedelapan,administrasi pendidikan sering diartikan dalam perngertian sempit yaitu kegitan ketatausahaan yang intinya adalah kegiatan catat-mencatat, mendokumentasikan kegitan, mengelola surat menyurat deang segala aspeknya, serta mempersiapkan laporan. Pengertian dalam arti sempit ini tidak salah karena memang setiap aspek kegiatan administrasi memerlukan kegiatan pencatatan. Uraian diatas menjelaskan pengertian administrasi pendidikan dilihat dari berbagai dimensi.
Selanjutnya puwanto(1999) mengemukakaan administrasi pendidikan adalh “segenap proses pengarahan dan pengintegrasiakan segalasesuatu, baik personil, spiritual maupun material, yang bersangkut paut dengan pencapaian tujuan pendidika”. Di dalam proses administrasi pendidikan segenap usaha orang yang terlibat dalam pencapaian tujuan pendidikan di integrasikan, di organisasikan, di koordinasikan secar efektif dan semua materi yang diperlukan dan yang telah ada di manfaatkan secara efisien. Menurut depdibud administrasi pendidikan adalah “suatu proses keseluruhan kegiatan bersama dalam bidang pendidikan yang meliputi; perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pelaporan, pengkoordinasian, pengawasa dan pembimbingan, dengan menggunakan /me- manfaatkan fasilitas yang tersedia ,baik personil, materil, maupun spiritual untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.
Berdasarkan batasan-batsan yang telah dikemukaakan diatas perlu ditekankan bahwa:
a.       Administrasi pendidikan bukan hanya sekedar kegitan tatausaha seperti yang dilakukan di kantor-kanto tata usaha sekolah.
b.      Administrasi pendidikan mencakup kegiatan-kegiatan yang luass, yang meliputi antaralai kegiatan-kegiatan  yang luas , yang meliputi antara lain kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan yang menyangkut bidang materi, personil dan spiritual dalam bidang pendidikan.
c.       Administrasi pendidikan merupakan proses keseluruhan dari kegitan kerjasama yang harus dilakukan oleh semua pihak yang terlibat di dalam tugas-tugas pendidikan. Oleh karena itu administrasi pendidikan seyogyanya harus diketahui bukan hanya oleh kepala sekolah tetapi juga di jalankan oleh para guru dan pegawai sesuai dengan jabatan masing-masing. Tanpa adanya pengertian bersama,sukar diharapkan adanya kerja sama untuk mencapai tujuan yang telah digariskan.

B.     LATAR BELAKANG PERLUNYA ADMINISTRASI PENDIDIKAN
Administrasi pendidikan merupakan sub sistem dari system pendidikan di sekolah yang bertujuan menenjang pencapaian tujaun pendidikan secara efektif dan efisien. Komponen utama dalam system pendidikan yang memegang peranan penting dalam pencapaian tujuan pendidikan adalh guru. Oleh karena itu guru juga mempunya peranan penting dalam administrasi.
Para ahli administrasi belum sepakat tentang fungsi administrasi ditunjau dari klasifikasi terminology yang digunakan. Bermacam klasifikasi dan terminology yang digunakan tapi pada bagian ini hanya akan di bahas klasifikasi yang terdiri dari yaitu perncanaan, pengorganisasian , pengkoordinasian dan pengawasan.
a.       Perencanaan
Perencanaan merupakan kegiatan awal yang harus dilakukan dalam kegiatan administrasi dan sekaligus sebagai persiapan sebelum sesuatu usaha dilakukan. Rencana merupakan prasyarat dalam melakukan usaha apapun. Menurut siagian (1980) perencanaan adalh keseluruhan proses pemikiran dan penentuan secara matang dari hal-hal yang akan di kerjakan di masa yang akan datang dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan.
Dalam proses perencanaan ada beberapa hal yang perlua didingat yang disebut sebagai “planning premises” yaitu:
a)      Dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan sumber-sumber yang tersedia/mungkin tersedia ,selalu terbatas,sedangkan tujuan yang hendak tercapai tidak pernah terbatas. Oleh karena itu perencanaan yang dibuat harus sesuai dengan tersedianya sumber-sumber, tidak berdasarkan dugaan saja
b)      Suatu organisasi harus memperhatikan kondisi /situasi dalam masyarakat baik yng bersifat positif yang akan mendorang pelaksanaan suatu rencana maupun kondisi yang negative yang akan menghalangi/menghambata pelaksanaan rencana
c)      Suatu organisasi tidak lepas dari pada beberapa jenis pertanggung jawaban oleh karena itu dalam menyusun rencana dan pelaksanaan rencana harus dilakukan secara bertangguang jawab
d)     Manusia yang menjadi anggota organisasi di hadapkan kepada keserba batasan, oleh karena itu perlu adanya iklim kerjasama yang baik dalam pelaksanaan rencana
Tanpa memperhatikan keempat peresmises, tersebut sukar dapat menjalankan fungsi perencanaan dengan baik.
Langkah-langkah dalam perencanaan menurut purwanto (1999) sebagai berikut:
1.      Menentukan dan merumuskan tujuan yang hendak dicapai
2.      Meneliti masalah-masalh atau pekerjaan yang akan dilakukan
3.      Mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan
4.      Menentukan tahap-tahap atau rangkaian tindakan
5.      Merumuskan bagaiman masalah itu akan dipecahkan dan bagaimana pekerjaan-pekerjaan itu akan di selesaikan.
Proses perencanaan sekolah harus dilaksanakan secara kolaboratif, artinya mengikutsertakan personil sekolah dalam penyusunannya. Pengikut sertaan ini kan menimbulkan perasaan ikut memiliki (sense of belonging) yang dapat memberikan dorongan kepada guru dan personil lainnya agar rencana tersebut berhasil.
Perencanaan pendidikan berdasarkan jangkauan waktunya dapat dibedakan atas perencanaan jangka pendek (1-2 tahun), jangkauan menengah (3-7 tahun),jangkauan panjang(8-25 tahun).
Menurut timbulnya perencanaan dapat dibedakan atas perencanaan yang berasl dari bawah mulai dari guru       kepala sekolah, kandep         kanwil.       Departemen dan perencanaan yang datang dari pusat yang mulai dari departemen        kepada guru.
Dari sudut besarnya perencanaan pendidikan dapat dibedakan atas perencanaan pendidikan dapat dibedakan atas perncanaan makro (tingkat nasional /departemen), tingkat messo (direktorat propinsi         kandep) dan tingkat mikro, yaitu perencanaan pada tingkat sekolah.
Menurut pelakunya perencanaan dapt dibedakan perencanaan yang dilakukan guru sendiri-sendiri (perencanaan individual) perncanaan kelompok, dan perncanaan lembaga yang berlaku dan dibuat sekolah.
b.      Pengorganisasian
Pengorganisaian menurut siagian adalah keseluruhan proses pengelompokan orang-orang, alat, tugas-tugas, tangguang jawab dan wewenang demikian rupa sehingga tercipta suatu organisasi yang dapat digerakan sebagai suatu kesatuan dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan. Pengorganisasian di sekolah dapat didefenisikan sebagai keseluruahan proses pengaturan kekuasaan, wewenang pekerjaan, tanggung jawab dari personil sekolah mengetahui kedudukannya, tanggung jawabnya, tugas, wewengang, dan cara nerhubungan satu sama lain / mekanisme kerja sehingga dapat menjamin tercapainya tujuan sekolah.
Di sekolah terdapat bermacam-macam jenis keterampilan dan tangguang jawab yang berbeda-beda.kepala sekolah tidak dapat melaksanakan tugas seorang diri. Oleh sebab itu kepala sekolah perlu mengorganisir guru dan personil lainnya dalam menjalankan tugas sehari-hari sehingga tercipta adanya hubungan kerjasama yang harmonis dan lancer. Yang perlu diperhatikan dalam pengorganisasian antara lain adalah pembagian tugas ,wewenang dan tanggung jawab hendak di sesuaikan dengan pengalaman, bakat, minat, pengetahuan dan kepribadian masing-masing orang yang akan menjalankan tugas tersebut.
c.       Pengarahan
Menurut nurhadi (1983) adalah usaha memberikan bimbingan dan pengarahan yang diberikan sebelu suatu kegiatan pelaksanaan di lakukan untuk memelihara, menjaga, dan memajukan organisasi melalui orang-orang yang terlibat baik struktur maupun fungsional, agar setiap kegiatan yang dilakukan nantinya tidak terlepas dari usaha pencapaian tujuan pendidikan.
Bimbingan dan pengarahan dapat dilakuakan dengan berbagai cara antara lain;(a) memberikan orientasi tentang pekerjaan yang akan dilakukan,(b) memberikan dan menjelaskan perintah,(c) memberikan petunjuk pelaksanaan, (d) memberikan kesempatan meningkatkan pengetahuan, agar lebih efektif dalam melakukan kegiatan.
d.      Pengkoordinasian
Koordinasi merupakan kegiatan mengatur dan mengintegrasikan kegiatan para bawahan, metode, bantuan, ide, saran-saran dalam suatu kegiatan yang lebih besar, secara harmonis, saling menunjang sehingga kegiatan berlangsuang lebih efektif dan terarah pad pencapaian tujuan.
Pengkoordinasian di sekolah di artikan sebagai usaha untuk mengatur pendidikan kegiattan dari berbagai individu atau di sekolah agar kegiatan berjalan selaras dengan anggota/ unit lainnya dalam usaha mencapai tujuan sekolah.
Usaha pengkoordinasian dapat dilakukan melalui berbagai cara seperti, melaksanakan penjelasan singkat, mengadakan rapat kerja, memberikan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis dan memberikan balikan tentang hasil suatu kegiatan.
d.      Pengawasan (controlling)
Pengawasan menurut siagian (1986) adalah proses pengamatan dari pada pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi untuk menjamin agar supaya semua pekerjaan yang sedang dilakukan berjalan sesuai dengan rencana yang telah di tentukan sebelumnya. Menurut nurhadi pengawasan adlah kegiatan mengukur tingkat efektivitas kegiatan kerja yang sudah dilaksanakan dan tingkat efisisensi penggunaan komponen pendidikan yang lain dalam usaha mencapai tujuan pendidikan. Untuk mengukur tingkat efektivitas dan efisiensi ini perlu dilakukan mencapai tujuan yang telah direncanakan serta kekuatan dan kelemaha program yang di jalankan.
Secara rinci  penilaian adalah (a) memperoleh dasar pertimbangan untuk menentukan keberhasilan pekerjaan(b) menjamin cara kerja yang efektif dan efisien (c) memperoleh fakta tentang kesulitan-kesulitan dan menghindarkan situasi yang dapat merusak pencapaian tujuan (d) menyiapkan kesanggupan para guru dan orangtua mengembangkan organisasi sekolah.

C.    FUNGSI DAN TUJUAN ADMINISTRASI
a.      Tujuan administrasi pendidikan
Tujuan administrasi pendidikan adalah meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan operasional pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan.
Kegiatan administrasi pendidikan yang dilaksankan di sekolah merupakan sub system dari pendidikan sekolah oleh karena itu tujuan administrasi pendidikan di sekolah, berusaha menunjang tercapainya tujuan pendidikan sekolah secara efektif dan efisien.
Tujuan administrasi pendidikan disekolah dapat dibedakan atas tujuan jangka pendek, jangka menengah,dan jangka panjang
a)      Tujuan jangka pendek
Tujuan administrasi sekolah jangka pendek adalah agar tersusun dan terlaksananya suatu system pengelolaan instrumental dari proses pendidikan guna mencapai pelaksanaan pendidikan di sekolah secara efektif dan efisien dan menunjang tercapainya tujuan pendidikan di sekolah
b)      Tujuan jangka menengah
Tujuan administrasi pendidikan jangka menengah adalah menunjang tercapainya tujuan institusional masing-masing jenis dan jenjang pendidikan seprti yang digariskan oleh kurikulum
c)      Tujuan jangka panjang
Tujuan jangka panjang adalah untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan nasional seperti di gariskan dalam undang-undang. System pendidikan nasional no.2 tahun 1989.

D.    BIDANG GARAPAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN
Sebagaimana halnya disiplin ilmu lainnya administrasi pendidikan mempunya bidang garapan /ruang lingkup tersendiri.
Bidang garapan administrasi pendidikan dapat dikelompokkan atas :
a.       Bidang kurikulum
b.      Bidang kesiswaan
c.       Bidang sarana dan prasarana
d.      Bidang personalia pendidikan
e.       Bidang keuangan pendidikan
f.       Bidang ketatausahaan
g.      Bidang hubungan sekolah dengan masyarakat
h.      Bidang layanan khusus
Bidang garapan tersebut bila dikaitkan dangan dimensi pengajaran dan dimensi pengelolaan akan tampak bahwa ada bidang kegiatan yang berhubungan langsung dengan pengajaaran dan pengeloalaan ,adapula yang berhubungan secara tidak langsung dengan pengelolaan.
Gambaran lengkap ruang lingkup administrasi pendidikan itu dihubungkan dengan dimensi pengajaran sebagai berikut:






Pengelolaan
·         Hubungan  sekolah masyarakat
Pengelolaan
·         Kesiswaan
·         Keuangan
·         Saran dan prasaran bermacam
·         Personalia
·         Layanan khusus
Tidak langsung
p
e
n
g
a
j


Pengelolaan
kurikulum


kegiatan
 mengajar
a
r
a

                                  
langsung                 pengelolaan                             tidak langsung











BAB III
PENUTUPAN
A.    KESIMPULAN
               Administrasi adalah keseluruhan proses kerjasama antara 2 orang atau lebih yang didasarkan rasional tertetnu utnuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
               Administrasi pendidikan dapat dirumuskan dari berbagai sudut pandang seperti berbagai sudut pandang seperti dari segi kerjasama. Proses, system, manajemen, kepemimpinan, pengambilan, keputusan,komunikasi dan kewirausahaan. Berdasarkan depdikbud administrasi pendidikan adalh suatu proses keseluruhan yang meliputi; perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pelaporan, pengkoordinasian, pengawasan dan pembiayaan dengan mengggunakan memanfaatkan fasilitas yang terdiri dan baik personil, materil, maupun spiritual untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.
               Administrasi pendidikan bertujuanuntuk menunnjang pencapaian tujuan pendidikan secara efektif dan efisisen, oleh karena salah satu kompetensi guru adalah berkenaan dengan administrasi pendidikan maka calon guru perlu mendapat kuliah administrasi pendidikan.
               Fungsi administrasi yaitu perencanaan pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengawasan. Ruang lingkup bidang garapan administrasi pendidikan adalah bidang kurikulum, siswa, sarana dan prasarana, personil, keuangan, layanan khusus,hubungan sekolah dan masyarakat, serta ketatausahaan sekolah.
B.     SARAN
Demikianlah makalah ini penulis buat, untuk meyempurnakan makalah yang sederhana ini penulis sangat mengharapkan saran dan krtik dari pembaca agar tersempurnanya makalah ini.
Akhir kata mudah-mudahan makalah ini dapat member manfaat untuk pemabaca khususnya untuk penulis sendiri. Terimakasih














DAFTAR PUSTAKA


Nurhadi, A. mulyani(1983). Administasi pendidikan sekolah. Offset.
Purwanto,M. ngalim (1999), adminstrasi dan supervisi pendidikan. Bandung ,       remaja casdakarya
Siagian,p. sondang.(1986), filasafat administrasi. Jogjakarta; gunung agung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar